thumbnail Halo,
GALERI: Mengintip Wembley, Stamford Bridge & White Hart Lane

Football Tourism

GALERI: Mengintip Wembley, Stamford Bridge & White Hart Lane

Eric Noveanto

Suatu pengalaman yang berharga dan berkesan bagi GOAL.com Indonesia untuk dapat menapakkan kaki langsung di tiga stadion papan atas di London.


CATATAN   ERIC NOVEANTO dari LONDON     Ikuti @HiroEric di twitter

London memang tak dapat dimungkiri merupakan salah satu destinasi favorit untuk dikunjungi turis dari berbagai belahan dunia. Berbagai hal menarik mulai dari kultur, politik, ekonomi, sejarah, kuliner hingga urusan sepakbola menjadi deretan hal-hal yang melatar belakangi wisatawan untuk singgah di ibukota Inggris tersebut.

Sebagai kota megapolitan yang terbagi dalam tujuh distrik, sepakbola tentunya menjadi satu hal menarik untuk disimak. Ada lebih kurang 14 klub profesional lintas divisi yang tumbuh dan berkembang dengan luapan loyalitas dan kecintaan dari masing-masing pendukungnya. Rivalitas pun hadir, membuatnya tampak unik dan berbeda dari kebanyakan kota-kota lainnya.

Beberapa stadion megah pun seakan bertebaran di setiap sudut kota. Jika sebelumnya GOAL.com Indonesia berkesempatan mengunjungi Loftus Road, markas QPR, serta kandang Arsenal yakni Emirates Stadium, kali ini kami menyempatkan untuk mengintip dua hombase kebanggaan Chelsea (Stamford Bridge) dan Tottenham (White Hart Lane), serta tak ketinggalan, kemegahan Wembley.

STAMFORD BRIDGE


Serangkaian perjalanan kami awali dengan kunjungan ke stadion kebanggan Chelsea, Stamford Bridge yang terletak di kawasan Fulham Broadway, London Barat. Kami hadir tepat saat The Blues tengah berjuang di laga semifinal leg kedua Liga Europa melawan Basel, hanya saja kedatangan kami terkesan mendadak dan tanpa persiapan sehingga gagal memperoleh tiket untuk pertandingan tersebut.

Pemandangan menarik kami jumpai di sepanjang jalan menuju stadion, yakni banyaknya calo tiket yang menawarkan tiket dengan harga yang melambung tinggi dari harga jual normal. Di sana pula kami berpapasan dengan sekelompok pria yang beratribut lengkap Basel. Rupanya mereka adalah suporter garis keras tim asal Swiss tersebut, karena mudah dikenali dari aroma minuman keras yang semerbak serta yel-yel provokatif yang mereka lantunkan terhadap pendukung tuan rumah. Cukup bernyali juga, hmm...

Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan tuan rumah secara agregat, yang mengawali langkah mereka untuk merengkuh trofi turnamen kasta kedua di Eropa tersebut musim ini.




WHITE HART LANE


Sehari lepas mendatangi markas Chelsea, kami pun berinisiatif untuk menengok markas Tottenham Hotspur. Letaknya cukup jauh dari pusat kota, berada di timur laut yang memerlukan satu kali pertukaran jalur subway dari Central Line ke Victoria Line, jalur membawa kami menuju pemberhentian terakhir di Seven Sisters.

White Hart Lane berdiri megah diantara komplek pemukiman penduduk, bahkan kami sempat kesulitan menemukan gerbang utama yang rupanya sedikit terhalangi dengan adanya dua bangunan semacam pertokoan. Di sebelah utara stadion, tampak ada satu lahan kosong dengan spanduk bertuliskan Northumberland Development Project yang tak lain merupakan proyek pembangunan stadion baru dengan kapasitas 56.250 penonton.

Meski memutuskan tak mengikuti sesi tur stadion, namun kami menyempatkan untuk singgah di Spurs Shop. Banyak pernak-pernik menarik termasuk spanduk-spanduk yang bertebaran di sepanjang jalan dengan wajah Gareth Bale, yang seperti kita ketahui merebut banyak penghargaan musim ini.




WEMBLEY STADIUM


Hari terakhir kami di London, sebelum kembali ke tanah air, kami menyempatkan diri mendatangi stadion termegah sekaligus homebase utama tim nasional Inggris, Wembley Stadium. Berdiri menjulang di barat laut kota London, akses menuju stadion berkapasitas 90.000 penonton itu cukup mudah ditempuh dari pusat kota.

Kesempatan itu pun tak kami sia-siakan dengan mengelilingi setiap sudut dari stadion dengan mengabadikan gambar di bawah patung Bobby Moore sang legenda sepanjang masa Inggris, hingga menyempatkan diri berbelanja di Stadium Store, yang menjual segala macam pernak-pernik berkaitan dengan Wembley.

Beberapa hal menarik dapat dijumpai di sekeliling komplek stadion megah yang baru selesai dibangun kembali pada awal 2007, di atas bangunan lama yang sebelumnya kokoh berdiri sejak 1923. Di antaranya adalah gedung-gedung hotel, toko swalayan, perpustakaan, museum, serta lapangan outdoor yang disewakan untuk publik. Benar-benar sepakbola mampu menjadi sebuah komoditi industri, satu hal yang patut kita pelajari dari negeri Albion tersebut.




Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait