thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Jepang

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Jepang

Getty

Mulai dari Tokyo dan Bangkok hingga Muscat dan London, Jepang memperlihatkan mengapa mereka menutup tahun dengan memuncaki ranking FIFA untuk negara-negara Asia.


CATATAN   HIDETO SHIMIZU     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN
Setelah 2011 memperlihatkan penurunan jumlah penonton sebagai buntut bencana gempada dan tsunami 11 Maret, 2012 menjadi tahun pembangunan kembali J-League dengan meningkatnya jumlah penonton, dan keseimbangan kekuatan dengan pasangan dari non-Kanto yang menempati dua teratas liga,

Tim nasional Jepang juga memperlihatkan performa bagus di level internasional, melanjutkan langkah demi menuju putaran final Piala Dunia 2014 tanpa terkalahkan di kualifikasi Asia, Timnas U-23, Nadeshiko, dan futsal memperlihatkan performa spektakuler dengan memakai warna kebesaran jersey: biru.

TIM NASIONAL

Setelah menelan kekalahan dari Uzbekistan yang membuat mereka tidak menjadi juara grup, Jepang masuk ke putaran final kualifikasi Piala Dunia 2014, dan bertemu Australia. Samurai Biru mengawali perjalanan dengan bagus pada Juni melawan Oman dan Yordania di kandang, sebelum akhirnya mendapatkan poin dari Australia di laga tandang.

Menyusul kemenangan atas Irak dan Oman di musim gugur, Jepang mengakhiri tahun dengan memimpin Grup B usai mengumpulkan poin 13, serta membutuhkan satu kemenangan untuk mendapatkan tempat di Brasil. Alberto Zaccheroni juga membawa skuatnya ke Eropa, dan membuat kejutan ketika mengalahkan Prancis 1-0, sebelum akhirnya dibekap Brasil 4-0 di laga persahabatan.

Timnas U-23 dan timnas putri (Nadeshiko) bermain bagus di Olimpiade 2012 di London. Maya Yoshida dan kawan-kawan menempati peringkat empat, sedangkan tim meraih medali perak, setelah di final dikalahkan Amerika Serikat.

Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 putri pada Agustus, dan tim junor Nadeshiko meraih medali perunggu. Mantan bintang Jepang Kazuyoshi Miura menarik perhatian pada November ketika ia dimasukkan ke dalam skuat timnas futsal Jepang, serta membantu tim itu masuk ke 16 Besar.

Kendati demikian, hasil mengecewakan juga mewarnai tahun ini, ketika tim Jepang U-19 gagal menjadi juara di Piala Asia U-19, dan di Piala Dunia U-20 untuk ketiga kali berturut-turut.

LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Hajime Moriyasu menjadi pelatih asal Jepang pertama yang bisa menjuarai J-League sejak terakhir kali 2006, saat membawa Sanfrecce Hiroshima menjadi kampiun. Mereka unggul tipis dari Vegalta Sendai yang dipaksa harus puas menerima status runner-up. Sanfrecce untuk pertama kali akan tampil di Liga Champions Asia (LCA), bersama Vegalta dan Urawa Reds.

Perjalanan Sanfrecce tidak berakhir pada 1 Desember, karena mereka mampu menempati peringkat lima Piala Dunia Antarklub setelah dikalahkan Al-Ahly di perempat-final, dan menundukkan Ulsan Hyundai.

Di papan bawah klasemen, salah satu pendiri J-League, Gamba Osaka, mengejutkan publik setelah dipastikan terdegradasi, kendati mencatat torehan gol paling produktif di liga. Namun mereka menutup hasil buruk itu dengan kesuksesan menembus final Emperor Cup, di mana akan berhadapan dengan Kashiwa Reysol demi mendapatkan tiket terakhir Liga Champions Asia.

Reysol juga menatap kembali ke LCA. Mereka, bersama Nagoya Grampus dan FC Tokyo tersingkir di 16 Besar, sehingga memperpanjang paceklik Jepang di kompetisi ini menjadi lima tahun.

Di Piala Jepang, Kashima Antlers mampu mempertahankan trofi mereka usai mengalahkan Shimizu S-Pulse. Dengan demikian, Antlers mampu menjaga sukses meraih trofi selama enam tahun berturut-turut di berbagai kompetisi.

KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Setelah membantu Borussia Dortmund mempertahankan gelar Bundesliga Jerman, dan menjuarai DFB Pokal, Shinji Kagawa membuat terobosan bagi pemain Jepang ketika hijrah ke Manchester United.

Kepindahan Kagawa ke Inggris diikuti Maya Yoshida, yang bersinar di Olimpiade 2012 di London. Yoshida bergabung ke Southampton. Ryo Miyaichi dipinjamkan dari Arsenal ke Wigan, sehingga tetap berada di Liga Primer Inggris.

Sejumlah pemain muda berprospek cerah, termasuk Gotoku Sakai, Hiroki Sakai, dan Hiroshi Kiyotake bergabung ke Bundesliga. Dengan membangun komunitas Jepang, dan peningkatan popularitas, Jerman menjadi batu loncatan pertama bagi pemain dari Negeri Matahari Terbit untuk berkarir di mancanegara.

Performa luar biasanya, serta kesetiaan Yuto Nagatomo terhadap FC Internazionale diganjar dengan perpanjangan kontrak yang membuat dirinya berada di Nerrazzuri hingga 2017.

Bocah nakal Samurai Biru Keisuke Honda tetap berada di CSKA Moskwa setelah negosiasinya dengan Lazio kandas. Honda juga menarik perhatian klub lain seperti Liverpool, Chelsea, dan Dortmund pada bursa transfer mendatang.

PEMAIN TERBAIK | Hisato Sato (Sanfrecce Hiroshima)

Setelah delapan musim bersama Sanfrecce Hiroshima, 2012 menjadi tahun indah bagi Hisato Sato. Dalam perjalanan menuju tangga juara, dia memecahkan rekor pribadingnya dengan 22 gol di satu musim, menjadi pemain terbaik J-League, serta menyabet penghargaan fair play.

Sato juga mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia Antarklub, menyamai torehan pemain Monterrey Cesar Delgado untuk mendapatkan Sepatu Emas. Namun kemandulannya saat melawan Al-Ahly membuat Sati gagal memperlihatkan bakatnya melawan Corinthians. Dua golnya ke gawang Ulsan Hyundai di perebutan kelima dan enam, menutup musim indah bagi pemain Jepang ini.

MOMEN TAHUN INI | Nadeshiko Rebut Perak Di Olimpiade

Setelah sukses di Piala Dunia, timnas putri (Nadeshiko) tidak lagi menjadi underdog ketika berlaga di Olimpiade 2012. Kendati diwarnai sejumlah kontroversi di atas lapangan, termasuk debat nasional mengenai perlakuan berbeda antara tim putra dan putri terkait kursi pesawat, Homare Sawa dan timnya mampu lolos ke final untuk berhadapan dengan Amerika Serikat.

Tidak seperti di Piala Dunia putri, Nadeshiko tidak bisa menuntaskan laga hingga adu penalti setelah dikalahkan 2-1. Usai dibanjiri air mata, tim sepakbola putri Jepang akhirnya naik ke podium dengan senyuman, bangga dengan kalungan medali perak yang dihasilkan dari kerja sama tim luar biasa.

HARAPAN 2013

Tugas utama pertama Jepang adalah lolos ke Piala Dunia 2014, di mana mereka bisa mewujudkan itu jika mengalahkan Yordania pada Maret nanti. Sekali ini terwujud, mereka bisa fokus menghadapi Piala Konfederasi. Di ajang ini, Jepang berada satu grup dengan Meksiko, Italia dan tuan rumah Brasil Grup maut ini akan menunjukkan Jepang membutuhkan pengalaman yang banyak untuk tampil di negara yang sama pada tahun berikutnya.

Walau tidak terlalu penting, Jepang juga akan menghadapi tim tangguh seperti Korea Selatan, Cina dan Australia di Piala Asia Timur pada Juli. Zaccheroni diperkirakan bakal menurunkan pemain muda yang dipersiapkan untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.

Di level klub, Sanfrecce, Vegalta, Reds, dan juara Emperor Cup akan menghadapi tekanan untuk meningkatkan performa klub-klub Jepang di LCA. Dengan pindahnya Piala Dunia Antarklub ke Maroko untuk dua tahun mendatang, gelar juara LCA hanya menjadi satu-satunya tiket bagi klub Jepang untuk melawan tim-tim terbaik di dunia.



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait