thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Korea Selatan

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Korea Selatan

google

Walau tim senior tak bagus, tim junior menunjukkan sinar di kawasan Asia dan olimpiade, serta pemain tim Negeri Ginseng menjadi terbaik di Asia untuk kali pertama sejak 1991.


CATATAN   LEE YONG-HUN     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN
2012 merupakan tahun naik-turun bagi persepakbolaan Korea Selatan. Pelatih tim nasional diganti dalam suasana kontroversial, sedangkan Taeguk Warriors masuk ke putaran final kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Tim U-23 bersinar di panggung dunia, menyabet medali perunggu pada Olimpiade di London.

Sementara Ulsan Hyunadi menjadi tim ketiga Korea selatan dalam empat tahun yang menjuarai Liga Champions Asia, serta terpilihnya Lee Keun-Ho sebagai pemain terbaik Asia. Tahun ini juga menunjukkan sejumlah perubahan di level domestik, termasuk sistem promosi-degradasi yang diterapkan untuk pertama kalinya dalam sejarah K-League.
TIM NASIONAL

Tim nasional mengawali 2012 dengan sulit, ketika Cho Gwang-rae digantikan secara kontroversi berdasarkan pernyataan federasi sepakbola Korea Selatan (KFA). Pelatih Jeonbuk Motors Choi Gwang-Hee dipilih untuk membawa tim nasional ke Brasil.

Korea Selatan mengalahkan Kuwait pada Februari, sehingga menembus putaran final sebagai juara grup. Mereka memenangi dua laga pertama melawan Qatar dan Lebanon, tapi bermain imbang menghaapi Uzbekistan, serta menelan kekalahan dari Iran. Taeguk Warriors unggul satu poin dari Uzbekistan di Grup A.

Di sisi lain, timnas U-23 menjalani tahun mengesankan. Di Olimpiade, tim junior ini mengalahkan Inggris Raya di perempat-final. Setelah dikalahkan Brasil 2-0 di semi-final, timnas U-23 menundukkan Jepang untuk menyabet medali perunggu.

Timnas U-19 menjuarai Piala Asia U-19 usai menang adu penalti melawan Irak, sedangkan timnas U-20 putri mencapai perempat-final Piala Dunia U-20 di Jepang.
LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Di K-League, Demolition Combination (Dejan dan Molina) mengantarkan FC Seoul menjadi juara kelima kalinya. Seoul memuncaki klasemen setelah menjalani 30 laga, dan tak pernah tergeser dari posisinya. Pohang Steelers mengalahkan Gyeongnam FC 1-0 untuk menjuarai Piala Korea Selatan.

Di kompetisi Asia, Ulsan Hyundai menguasai permainan melawan Al-Ahly untuk meraih kemenangan, dan menjadi juara Asia kali pertama dalam sejarah klub. Kiprah internasional mereka tak berlanjut di Piala Dunia Antarklub, karena menelan kekalahan 3-1 dari Monterrey di perempat-final, dan hanya menempati peringkat kelima di bawah Sanfrecce Hiroshima.

Setelah sekian lama menunggu sistem degradasi, Sangju Sangmoo dan Gwangju FC akan bermain di Divisi Dua pada 2013.
KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Usai memenangi Liga Primer Skotlandia bersama Celtic, Ki Sung-yong memecahkan rekor transfer pemain Korea Selatan dengan nilai £6 juta ketika hijrah ke Swansea City. Dia mampu menjadi pemain inti di klub Liga Primer Inggris tersebut.

Mantan pemain Manchester United Park Ji-Sung bergelut dengan cedera di Queens Park Rangers, sedangkan Ji Dong-won tak pernah dimainkan pada musim ini, dan kemungkinan bakal dipinjamkan pada bursa transfer Januari.

Di Divisi Championship, Lee Chung-yong pulih dari cedera menakutkan yang didapatnya pada musim lalu, dan kini sedang berusaha kembali ke tim inti Bolton Wanderers. Sementara Kim Bo-Kyung menjalani masa sulit menyesuikan kehidupan di Cardiff City, namun kini mulai dimainkan, dan menatap Liga Primer Inggris.

Di Bundesliga Jerman, Son Heung-min membuktikan dirinya menjadi striker utama Hamburg dengan torehan enam gol. Sedangkan Koo Ja-Cheol dipinjamkan ke Augsburg di dua musim berturut-turut setelah mencetak lima gol dan dua assists untuk membantu tim menghindari zona degradasi di musim semi.

Setelah menjalani masa sulit di Arsenal, Park Chu-Young dipinjamkan ke Celta Vigo pada musim panas, di mana dia bersaing memperebutkan tempat utama dengan Mario Bermejo.

Di kompetisi regional, pemain Korea Selatan menjadi komoditas panas, dan menempati peringkat kedua setelah sejumlah pemain Brasil di J-League. Bek Kim Young-Kwon tampil tujuh kali bersama juara Cina Guangzhou Evergrande usai bergabung dengan klub itu pada pertengahan musim dari Omiya Ardija.

PEMAIN TERBAIK | Lee Keun-Ho (Ulsan Hyundai dan Timnas Korea Selatan

Tak pelak lagi Lee Keun-Ho dimasukkan ke kategori ini, mengingat dia merupakan pemain terbaik Asia 2012. Sebagai tambahan di tingkat regional, mantan pemain Gamba Osaka ini terpilih menjadi pemain terbaik di Liga Champions Asia, dan merupakan bagian dari tim terbaik K-League 2012.

Di LCA, Lee mencetak empat gol dan tujuh assists untuk Hyundai di 12 laga untuk mengangkat trofi Asa pertama mereka. Lee juga mempunyai tahun menyenangkan bersama tim nasional, mencetak lima gol dan tiga assists di delapan pertandingan, sehinggan menorehkan rekor sama dengan Lee Dong-guk untuk penghargaan pencetak gol terbanyak.

Musim ini cukup indah bagi pemain berusia 27 tahun itu, yang akan kembali ke klub untuk dua tahun mendatang usai menjalani wajib militer. Lee masih berada di atas lapangan sebagai anggota tim klub militer Sangju Sangmu Phoenix yang bermain di Divisi Dua.

MOMEN TAHUN INI | Sukses Timnas U-23 Raih Perunggu Olimpiade

Timnas U-23 mencatat sejarah di London setelah untuk kali pertama meraih medali di olimpiade dengan menyabet perunggu pada musim panas 2012. Sukses bertambah manis, karena mendapatkan medali tersebut dari rival abadi Jepang.

Gol dari Park Chu-Young dan Koo Jae-Cheol sudah cukup bagi Korea Selatan untuk melangkah ke Stadion Millennium di Cardiff melawan Jepang, yang sepertinya sudah kehabisan gas setelah habis-habisan di semi-final.

Tapi hadiah terbesar bagi tim ini adalah dibebaskan dari wajib militer, yang membuat para pemain muda Korea Selatan meningkatkan karir ke Eropa.

HARAPAN 2013

Target besar Korea Selatan adalah lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 yang bisa menjadi penampilan ke delapan kali di ajang bergengsi itu. Mereka masih punya tiga pertandingan untuk mewujudkannya, yakni menghadapi Qatar pada Maret, dan selanjutnya melawan Lebanon, Uzbekistan, dan Iran pada Juni.

Hal penting lainnya di 2013 adalah menstabilisasi Divisi Dua K-League yang baru dibentuk, untuk membantu mewujudkan piramid sepakbola Korea Selatan, dan membantu menyukseskan sistem promosi-degradasi.



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait