thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Australia

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Australia

Getty

Kedatangan Del Piero memberikan titik terang bagi persepakbolaan Australia di tahun yang ditandai dengan campuran performa internasional dan kontroversi di luar lapangan.


CATATAN   PADDY HIGGS     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN
Persepakbolaan Australia sepanjang 2012 tidak terlalu menggeliat. A-League membutuhkan perubahan nasib setelah akhir musim 2011/12 yang tak mengesankan. Perubahan itu akhirnya datang dengan kehadiran Alessandro Del Piero, Emile Heskey, dan Wester Sydney Wanderers untuk memulai kiprah baru, yang mengundang perhatian kompetisi di dalam dan luar negeri.

Kiprah tim nasional juga bisa dikenang, walau tidak memiliki cukup alasan positif. Sejumlah hasil buruk diperoleh tim nasional, sementara pelatih Holger Osieck kerap mendapatkan kritikan menyusul performa tidak mengesankan yang diperlihatkan Socceroos.

TIM NASIONAL

Socceroos memulai 2012 dengan baik ketika mengalahkan Arab Saudi 4-2 pada Februari. Tapi itu menjadi satu-satunya kemenangan dari enam pertandingan berikutnya.

Era pelatih asal Jerman ini mencapai titik terendahnya sejak dikontrak pada 2010 saat dikalahkan Yordania 2-1 di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Osieck yang dianggap berpengalaman. Australia sepertinya kembali ke jalur menuju Brasil ketika bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Irak pada Oktober. Namun di luar perkiraan, Australia justru bekerja lebih keras untuk lolos ke Piala Asia Timur 2013 pada Desember.

Osieck mengindikasikan sepertinya kehilangan kepercayaan diri dengan memberikan kesempatan kepada pemain lebih muda. Tapi kegagalan Australia lolos ke Olimpiade 2012 memperlihatkan pemain muda belum siap melangkah lebih jauh.

Tim nasional putri juga gagal ke London, sedangkan pelatih yang sudah cukup lama menangani Matildas Tom Sermanni ditunjuk sebagai pelatih Amerika Serikat.
LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Kesehatan A-League menghadapi ujian buruk pada akhir musim 2011/12 dengan keputusan federasi sepakbola Australia (FFA) mencoret Gold Coast United, dan Newcastle Jets berusaha mendapatkan lisensi mereka kembali sebelum berbicara dengan FFA.

Grand final mendebarkan – walau diwarnai kontroversi -  menunjukkan minimnya permainan yang ditawarkan sepakbola di Australia, sementara kehadiran Western Sydney Wanderers tidak terlalu membuat liga menjadi lebih baik seperti yang diharapkan. Justru kehadiran sejumlah pemain membuat A-League menjadi lebih menarik.

Hanya sedikit yang meyakini Sydney FC bisa mendapatkan legenda Juventus Alessandro Del Piero. Tapi kesuksesan mendatangkan Del Piero – diikuti kehadiran Emile Heskey dan Shinji Ono – menempatkan A-League menjadi pusat pemberitaan di Australia dan mancanegara. Bahkan upaya pemain veteran itu untuk mengangkat status Sky Blues sebagai tim medioker mengalami kesulitan. Namun tidak diragukan lagi kedatangannya di A-League dibutuhkan.

Ironisnya, langkah A-League setengah tahun kemudian justru dirusak oleh perubahan jatah tiket Liga Champions Asia 2013, sehingga juara liga Brisbane Roar harus memulainya dari babak kualifikasi untuk lolos ke fase grup, dan runners-up Pert Glory kehilangan jatah mereka.

KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Asia kembali menjadi tujuan populer pemain Australia untuk melanjutkan karir mereka di luar negeri. Sejumlah pemain mampu menjadi pilar di kompetisi Korea, Cina, dan Timur Tengah, dan Holger Osieck dengan senang hati memberikan tempat kepada mereka yang tampil impresif seperti Dino Djulbic (Guizhou Renhe).

Di Eropa, sejumlah pemain berprospek cerah menjalani musim yang sukses seperti Ryan McGowan (Hearts), Chris Herd (Aston Villa), serta Tommy Oar dan Adam Sarota [FC Utrecht]. Di antara pemain ternama, kiper Lucas Neill dan Tim Cahill menolak kembali ke A-League untuk bergabung dengan Al Wasl dan New York Red Bulls.

PEMAIN TERBAIK | Brett Holman (AZ, Aston Villa dan Tim Nasional)

Robbie Kruse yang menjadi pemain pinggiran di Bundesliga 2 Jerman kini mampu membawa Fortuna Dusseldorf bertahan di Bundesliga 1 Jerman. Tapi sulit untuk melewati gelandang serang Brett Holman, yang meninggalkan AZ Alkmaar sebagai pahlawan, dan membuang waktu untuk mengembangkan dirinya di klub Liga Primer Inggris Aston Villa.

Holman sempat menjalani level internasional yang nyaman bersama Socceroos sebelum membuktikan adanya sisi cerah dari kegelapan di Piala Dunia 2010 bagi negaranya. Namun gaya permainan negaranya membuat dia mengalami kesulitan mencocokkan diri dengan Aston Villa. Holman mendapati Liga Primer sulit untuk ditaklukkan beberapa musim terakhir. Kendati demikian, Holman menjadikan jalannya di Villa sebagai tempaan untuk melanjutkan di kasta tertinggi Inggris.

MOMEN TAHUN INI | Tipuan Berisha berikan Roar kemenangan di grand final

Ini merupakan momen yang menentukan grand final A-League 2011/12. Di saat perpanjangan waktu, penyerang Brisbane Roar Besart Berisha melepaskan tendangan sebelum akhirnya terjatuh akibat berbenturan dengan Liam Miller. Memang ada kontak badan, tapi juga tidak perlu dipertanyakan Berisha pura-pura terjatuh, Pemain asal Albania ini lalu bangun, dan mencetak gol dari titik penalti. Itu juga menjadi hal kecil bagi fans di Stadion Suncorp. Namun momen itu akan selalu dikenang bagi fans A-League, terutama Perth Glory.

HARAPAN 2013

Di level domestik, akan muncul banyak pertanyaan apakah tahun depan akan berkurang drama di luar lapangan? Tiga klub sudah bangkrut sejak A-League pertama kali dimulai pada 2005, dan ada kekhawatiran Newcastle Jets menghadapi masalah finansial. Pengembangan harus menjadi target FFA, dan meyakinkan klub yang sudah ada masih mempunyai masa depan merupakan prioritas pada 2013.

Di level internasional, muncul perhatian mengenai bagaimana kiprah Australia di Piala Dunia 2014 – jika mereka lolos dari kualifikasi – dengan pemain yang ada sekarang. Di saat Osieck memilih pemain berdasarkan usia, tidak perlu diragukan lagi kewajiban adanya penyegaran. Melihat pemain seperti Tom Rogic, Aaron Mooy dan Mathew Ryan mengambil langkah lebih maju, serta menjadi pemain reguler Socceroos, akan menambah rasa optimistis menjelang bergulirnya event itu di Brasil.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait