thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Cina

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Cina

AFP

Terlepas hasil buruk yang diraih tim nasional, dan pertarungan melawan korupsi, nama seperti Didier Drogba dan Nicolas Anelka membuat sepakbola Cina menarik perhatian.


EKSKLUSIF   TONY MUTONG & DAPENG LIANG     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN
2012 merupakan tahun yang tidak menggembirakan bagi persepakbolaan Cina, karena masih menunggu titik balik kebangkita yang tak pernah datang. Negara ini masih menghadapi jalan panjang untuk meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.

Tapi masih ada sisi positif yang bisa diambil, seperti kesuksesan Guangzhou Evergrande di bawah asuhan Marcelo Lippi, dan kedatangan beberapa pemain bintang seperti Didier Drogba, Nicolas Anelka, Lucas Barrios dan Frederic Kanoute. Kehadiran mereka memberikan suntikan bagi pasar domestik, dan panutan bagi generasi muda di Cina yang belum jatuh cinta kepada olahraga indah ini.

TIM NASIONAL

Tim nasional mengawali tahun dengan kemenangan 3-1 atas Yordania, tapi tidak memberikan pengaruh, karena Cina sudah terlebih dahulu tereliminasi dari kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia tahun lalu. Di musim panas, Cina menjalani sejumlah laga persahabatan penting melawan juara Eropa dan Dunia Spanyol. Tim besutan Jose Camacho ini memperlihatkan permainan terbaik, dan menelan kekalahan 1-0. Seharusnya mereka bisa membuat kejutan ketika Zheng Zhi hanya berhadapan satu lawan satu dengan Iker Casillas.

Sayangnya, kepercayaan diri itu ambruk pada 11 September, ketika Cina digasak Brasil 8-0. Hasil itu membuat media dan fans hilang kesabaran kepada Camacho, yang akan membawa tim ini menghadapi Irak, Arab Saudi dan Indonesia di kualifikasi Piala Asia 2015.

Tim nasional putri membuat kejutan ketika mereka mengalahkan Australia di akhir tahun, sehingga mendapatkan tiket ke Piala Asia Timur tahun depan.

LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Di tahun ini, Cina menyalip Jepang sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan klub-klub Liga Super Cina (CSL) mengeluarkan dana jor-joran. Sejumlah pemain bintang yang lebih sering dilihat di televisi seperti Didier Drogba, Nicolas Anelka, Yakubu, Lucas Barrios, dan Kanoute tiba-tiba bermain di klub-klub CSL. Itu menjadi kabar bagus bagi fans dan media, stasiun televisi nasional CCTV-5 menjadikan liga sebagai ajang promosi mereka.

Guangzhou Evergrande, yang menggantikan pelatih asal Korea Selatan Lee Jang-Soo dengan Marcelo Lippi pada Mei, memenangi dua gelar, liga dan Piala Cina. Dengan tujuh pemain asing, dan sembilan pemain tim nasional, torehan mereka tidak terlalu mengejutkan. Namun runners-up CSL Jiangsu Sainty, yang hanya memiliki anggaran sepersepuluh dari Guangzhou, mengejutkan persepakbolaan Cina dengan performa mereka.

Terlepas dari sukses Guangzhou, tim yang menarik perhatian dunia internasional adalah Shanghai Shenhua yang mendatangkan Anelka dan Drorgba. Namun kedatangan pemain bintang ini tidak mengangkat prestasi klub, sehingga menghadirkan pertanyaan yang perlu dijawab pemilik klub Zhu Jun.

Shanghai Shenxin dan Henan Construction terdegradasi. Namun Shenxin masih bisa selamat dari kasta tertinggi bila mereka sukses melakukan merger dengan tim asal Dalian, Dalian Aerbin.

KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Tidak terlalu banyak pemain Cina yang berkiprah di luar negeri. Zhang Chengdong bermain di Bundesliga 2 Jerman bersama Eintracht Braunschweig, tapi minim dimainkan. Shang Wenzhao berjuang mendapatkan tempat di tim inti juara dunia Corinthians. Namun ia juga jarang dimainkan.

Gelandang Huang Bowen menjalani karir bagus di Jeonbuk Motors di K-League, tapi kembali ke Guangzhou Evergrande pada musim panas lalu.

PEMAIN TERBAIK | Zheng Zhi (Guangzhou Evergrande & Tim Nasional)

Kandidat pemain terbaik Asia Zheng Zhi mengalami masa indah di 2012. Sebagai kapten Guangzhou Evergrande, Zheng Zhi mengangkat trofi CSL dan Piala Cina musim ini. Mantan pemain Charlton dan Celtic itu memang tidak bersinar dibandingkan rekan satu timnya, Conca dan Barrios, tapi sebagai pemain lokal, dia masih menjadi pahlawan Guangzhou. Marcelo Lippi menaruh kepercayaan kepada Zhi, dan mengubah posisinya dari bek tengah menjadi playmaker.

Di usianya yang ke-33, persepakbolaan Cina akan kehilangan penerusnya, karena tak ada pemain lokal yang bisa berperan seperti dia.

MOMEN TAHUN INI | Guangzhou hajar Jeonbuk Motors di awal musim ACL

Dalam laga pertamanya di Liga Champions Asia, Guangzhou Evergrande menghajar Jeonbuk Hyundai Motors dengan kemenangan 5-1. Itu menjadi hasil yang tak terduga dan sebuag awal sempurna bagi juara Cina di kompetisi Asia. Trio legiun asing Conca, Muriqui, dan Cleo sepertinya tak terhentikan, karena mereka berkontribusi dalam lima gol itu. Sukses ini menginspirasi Guangzhou untuk fokus di Liga Champions Asia sepanjang 2012, tapi tersingkir di perempat-final oleh Al Ittihad.

HARAPAN 2013
Tim nasional mempunyai dua misi di tahun depan, lolos dari kualifikasi Piala Asia 2015, dan memenangi Piala Asia Timur di Korea Selatan. Cina belum pernah gagak di Piala Asia, sehingga kemampuan Camacho dalam membawa tim besutannya ke Australia akan menjadi penentu, apakah dia dipertahankan atau tidk. Sebagai juara bertahan Piala Asia Timur, bakal menghadapi tantangan dari tim papan atas Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Di level klub, Guangzhou Evergrande, Jiangsu Sainty, Beijing Guoan dan Guizhou Renhe menjadi wakil Cina di Liga Champions Asia. Kami juga berharap lebih banyak lagi pemain ternama bergabung ke liga, lebih banyak anak-anak bermain sepakbola, dan klub-klub Cina mengambil langkah hebat dala membangung program grassroots dan pemain muda mereka di 2013.



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait