thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Thailand

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Thailand

GOAL.com

The War Elephants gagal mendapatkan trofi Piala AFF untuk kali keempat, tapi masih membuktikan sebagai pemimpin pengembangan grassroots di kawasan ASEAN.


CATATAN   THANA WONGMANEE     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN
Dari konflik politik di tubuh federasi sepakbola Thailand (FAT) hingga sejumlah permasalahan penjadwalan dan lisensi klub, 2012 merupakan tahun naik-turun bagi persepakbolaan Thailand.

Kendati dibelit berbagai masalah, 2012 juga menjadi tahun yang cerah bagi Thailand di atas lapangan, berkaitan kompetisi domestik maupun internasional. Satu-satunya kekecewaan hanya kegagalan menjadi juara AFF Suzuki Cup setelah dikalahkan Singapura.

TIM NASIONAL

The War Elephants sedikit demi sedikit memperlihatkan kemajuan setelah kedatangan pelatih asal Jerman Winfried Schafer. Minimnya laga persahabatan sebagai buntut di kompetisi domestik membuat Thailand mengalami penurunan di ranking FIFA. Tapi Schafer memaksakan uji coba untuk meningkatkan peringkat melawan tim seperti Malaysia, Bhutan dan Bangladesh.

Performa Thailand bagus di Piala AFF di tengah minimnya persiapan. Itu bisa dilihat dari catatan tanpa kekalahan saat menjadi tuan rumah bersama (Malaysia), dan baru menelan kekalahan 3-1 di leg pertama final dari Singapura. Kemenangan 1-0 di leg kedua tidak cukup membantu tim nasional mengangkat trofi keempat kalinya. Tapi finish sebagai runners-up masih dianggap sebagai penghargaan bagi para pemain muda dan bertalenta di dalam skuat. Ini menunjukkan kebangkitan sepakbola Thailand.

LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Buriram sebagai perebut treble di tahun sebelumnya diperkirakan bakal mendominasi Liga Primer Thailand pada 2012. Namun cedera berkepanjangan Franck Ohandza memberikan pengaruh. Muangthong United akhirnya tampil sebagai kampiun dengan catatan tanpa terkalahkan.

Piyaphon Bantao menemukan bentuk permainannya – dan tempat di tim nasional – setelah ditempatkan sebagai bek kanan, sedangkan rekan satu timnya Mario Djurovski tampil fantastis sepanjang tahun. Tapi paling menonjol adalah Teerasil Dangda, yang mencatat rekor baru di liga, dan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF.

Di sisi lain, banyak yang terkejut dengan terdegradasinya Thai Port FC.

Kendati terpuruk di liga, The Thunder Castle masih bisa mendapatkan dua gelar dengan menjuara Piala Thailand dan Piala Liga Thailand, sehingga mendapatkan tempat di play-off Liga Champions Asia (LCA) 2013.

United menjalani musim yang bagus di LCA tahun ini, bertarung dengan tim seperti Guangzhou Evergrande, Kashiwa Reysol, dan Jeonbuk Hyundai. Di Piala AFC, Chonburi FC mencapai semi-final, dan akhirnya dikandaskan tim Irak Arbil SC.

KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Tahun ini lebih banyak diwarnai yang pulang kampung dibandingkan pergi ke luar negeri. Surat Sukha dan Anthony Ampaipithakwong kembali ke Buriram United dari Melbourne Victory dan San Jose Earthquakes. Tapi bisa dibilang Teerasil Dangda bakal menguji kemampuannya di Eropa pada 2013.


PPEMAIN TERBAIK | Teerasil Dangda (Muangthong United & Tim Nasional

Jika Teerasil Dangda akan meninggalkan Thailand untuk melanjutkan karir di Eropa, ini dianggap sebagai salam perpisahan. Ia menjadi pencetak gol terbanyak bagi pemain lokal di TPL dengan torehan 24 gol menyusul hasil tak terkalahkan Muangthong United pada musim ini.

Pemain berusia 24 tahun ini juga produktif bersama tim nasional, mencetak lima gol di AFF Suzuki Cup 2012. Namun Teerasil tidak mampu mengangkat trofi turnamen ini, dan menjadi kekecewaan tersendiri di tahun ini.

MOMEN TAHUN INI | War Elephants gagal di final AFF Suzuki Cup

Thailand bangkit di AFF Suzuki Cup 2012, mencatat tiga kemenangan di fase grup, dan mengalahkan juara bertahan Malaysia dalam langkah mereka menuju final. Namun penjualan tiket memberikan kontribusi sedikit, dan terlihat adanya upaya melambungkan penjualan hingga 600 persen.

Upaya Thailand hancur dengan performa buruk di Stadion Jalan Besar ketika dikalahkan Singapura 3-1. Thailand membutuhkan dua gol tanpa balas di leg kedua, dan terlihat di laga yang berlangsung pada 22 Desember. Gol di babak pertama dari Krati Keawsombat tidak cukup bagi Thailand untuk menambah gol kedua. Mereka tidak mendapatkan trofi, tapi sudah memenangi hati fans tim nasional.

HARAPAN 2013
Sudah jelas setiap bagian dari sepakbola Thailand mengalami peningkatan profesionalisme, dan itu dibuktikan sejumlah klub domestik dan tim nasional. Kami berharap peningkatan standar ini terus berlanjut pada 2013, terutama di tubuh FAT, dan TPL. Jadwal liga domestik harus bisa dirancang dengan baik, dan tidak berbenturan dengan kalender resmi FIFA, mengingat ada pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015, di mana Thailand bergabung Iran, Kuwait dan Lebanon. Thailand membutuhkan banyak laga uji coba.

Sebagai tambahan, klub yang berada di bawah standar harus meningkat secara bertahap untuk memenuhi standar TPL agar berkembang. Secara keseluruhan, kami meyakini 2013 akan menjadi tahun mengesankan bagi Thailand!



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait