thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Iran

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Iran

ok

Tim Asia Barat pertama yang masuk dalam hitung mundur ini adalah Iran, yang masih berjuang di semua kompetisi pada musim ini, kendati ada rasa optimistis fans di awal tahun.


CATATAN   BENHAM JAFARZADEH     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN

Walau federasi sepakbola Iran (FFIRI) terpilih sebagai yang terbaik di penghargaan AFC 2012, kesuksesan organisasi ini tidak merefleksikan performa mereka di atas lapangan.

Performa tim nasional di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia yang tak sesuai harapan, dan hasil mengecewakan klub-klub di kompetisi Asia, menjadi tahun yang tak terlupakan bagi penggemar sepakbola Iran.

TIM NASIONAL

Torehan tidak bagus tim nasional di tahun tak terlupakan ini mendatangkan kritikan pedas kepada pelatih Carlos Queiroz.

Hasil paling memalukan tidak diragukan lagi merujuk kepada kekalahan pertama kalinya dari Lebanon dan Uzbekistan, yang membuat peluang Iran lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil menjadi sempit. Iran hanya menempati peringkat tiga dari lima laga yang telah dijalani, mengoleksi nilai sama dengan Korea Selatan, yang unggul selisih gol, dan menyisakan satu pertandingan lebih banyak.

Kekecewaan tahun ini makin lengkap ketika Iran hanya menjadi runner-up Grup B di Piala Asia Barat, sehingga gagal ke putaran final, kendati tanpa kekalahan di tiga laga.

Di level junior, kekalahan 4-1 dari Korea Selatan membuat tim U-19 Iran tersingkir di perempat-final Piala Asia U-19, yang berujung kegagalan mereka tampil di Piala Dunia U-20.

LIGA DAN PIALA DOMESTIK

Musim ke-12 liga profesional Iran merupakan salah satu yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Sepahan, Teaktur Sazi, dan Esteghlal menjadi kandidat juara, dan Sepahan akhirnya yang tampil sebagai kampiun untuk tiga kali berturut-turut.

Di Piala Khorammshahr, Esteghlal mengalahkan Shahin Bushehr melalui adu penalti untuk memastikan diri menjadi juara. Kendati menempati posisi runner-up, Bushehr harus terdegradasi ke Divisi Dua.

Namun kiprah klub Iran di Liga Champions Asia menyedihkan, setelah mereka tersingkir sebelum mencapai semi-final. Zob Ahan menjadi tim pertama ketika Esteghlal mengalahkan mereka di play-off. Tapi langkah Esteghlal bersama Persepolis hanya mencapai 16 Besar. Sementara Sepahan terjengkang di perempat-final.

KIPRAH PEMAIN DI MANCANEGARA

Hanya tiga pemain Iran yang bertahan di Eropa setelah Javad Nekonam kembali ke bermain di kompetisi domestik. Namun cuma dua yang memperlihatkan performa signifikan. Cedera berkepanjangan Masoud Shojaei membuat dirinya tak masuk line-up Osasuna.

Kondisi berbeda diperlihatkan Ashkan Dejagah yang hijrah ke Liga Primer Inggris pada musim panas, dan menjalani awal musim yang baik bersama Fulham. Ia sudah tampil di delapan laga.

Patut disorot adalah striker Reza Ghoochannejhad, yang menjalani musim brilian bersama klub Divisi Dua Belgia Sint-Truiden. Ia telah melesakkan enam gol dari sepuluh laga. Ia akan bergabung dengan Eiji Kawashima di Standard Liege pada Januari nanti.

PEMAIN TERBAIK | Ashkan Dejagah (Wolfsburg, Fulham & Tim nasional)

Winger kelahiran Jerman ini tidak perlu diragukan lagi menjadi pemain terbaik Iran pada 2012. Setelah penantian kontroversial cukup lama, ia akhirnya menjalani debut bersama tim Melli pada Februari, dan mencetak dua gol melawan Qatar. Performanya di Bundesliga Jerman Wolfsburg yang mengesankan berlanjut dengan transfer ke Fulham pada musim panas.

Komitmen dan kerja kerasnya untuk Iran membuat ia cepat menjadi idola fans. Dari lima laga bersama tim nasional, Dejagah menjadi pemain terbaik di atas lapangan.

MOMEN TAHUN INI | Gol Nekonam Selamatkan Tim Melli

Dalam satu tahun ini, tak terlalu banyak momen signifikan. Gol Javad Nekonam melawan Korea Selatan tidak mudah dilupakan. Pertandingan 16 Oktober menjadi laga penting bagi Iran untuk membuka asa lolos ke Piala Dunia, mengingat kekalahan akan membuat mereka tersingkir lebih awal untuk kali pertam sejak 2006.

Di pertandingan itu, Korea Selatan yang berstatus tim tamu mempunyai sejumlah peluang emas, sebelum kapten Iran itu mencetak gol di menit ke-75. Kemenangan membuat harapan mereka tetap hidup, walau membutuhkan penampilan yang tangguh di tiga laga tersisa agar bisa ke Brasil.

HARAPAN 2013
Jika ada hal yang bisa disebut bagus tentang Iran sepanjang 2012, sepertinya tak terlalu banyak. Momen domestik maupun internasional sangat minim, walau banyak potensi. 12 tahun setelah mendirikan liga profesional, banyak klub belum memenuhi standar profesionalimse dibandingkan di negara Asia lainnya.

Kendati terlalu banyak tuntutan untuk melakukan perubahan dengan cepat, pengakuan AFC terhadap FFIRI mengindikasikan mereka punya potensi untuk mengembangkan sepakbola di negeri itu. Jika tim Melli lolos ke putaran final Piala Dunia 2014, itu akan menjadi hal paling hebat bagi olahraga di negara ini.

 


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait