thumbnail Halo,
CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Vietnam

CATATAN "GOAL.com 13 For 13" - Review 2012 & Harapan 2013: Vietnam

Teerapatra Rundhasevi

Kendati kompetisi domestik berlangsung menarik, 2012 berakhir dengan eksodusnya sejumlah pemilik klub, serta buruknya penampilan timnas di AFF Suzuki Cup.


CATATAN   ERICK BUI     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
PENDAHULUAN

2012 merupakan tahun menarik, dan dalam beberapa hal memberikan buah pahit bagi Vietnam, mulai dari kemenangan dramatis SHB Da Nang di V-League hingga kiprah singkat Phan Thanh Hung dengan tim nasional, serta performa buruk Vietnam di AFF Suzuki Cup 2012.

Secara khusus, dua bulan terakhir tahun ini telah memberikan kami sekilas banyak janji adanya untuk kompetisi domestik dan tim nasional.

TIM NASIONAL

Secara keseluruhan, 2012 menjadi tahun tak terlupakan bagi tim nasional Vietnam. Setelah pelatih asal Jerman Falko Goetz gagal di SEA Games terakhir, federsi sepakbola Vietnam menggantinya dengan pelatih Ha Noi T&T Phan Thanh Hung, yang menjadi pelatih lokal pertama sejak 17 tahun terakhir.

Tapi itu menjadi perjalanan singkat pelatih berusia 52 tahun ini, menyusul hasil yang diraih Vietnam di AFF Suzuki Cup 2012, yakni tersingkir di fase grup tanpa mencatat satu pun kemenangan. Diiringi keraguan mengenai kekompakan tim di kamar ganti, Phan Thanh Hung mundur dari jabatannya pada Desember, dan VFF menjanjikan perombakan penuh. Jika federasi serius mengimplementasikan perubahan ini, sejumlah pemain langganan tim nasional tidak akan bisa masuk lagi.

Di sisi lain, tim nasional wanita medapatkan momen berharga ketika mereka mengangkat trofi Piala AFF untuk kali kedua. Kendati tidak mendapat sorotan seperti tim nasional putra, mereka membuktikan lebih mampu menghadirkan kebanggaan bagi Vietnam.

LIGA DAN PIALA DOMESTIK

V-League 2012 memperlihatkan perubahan signifikan dalam hal pengelolaan sistem, Setelah VFF sepakat berperan di balik layar, kompetisi domestik musim ini dikelola VPF, sebuah perusahaan yang dibangun oleh klub-klub itu sendiri.

Di saat kompetisi domestik dihadapi berbagai masalah yang cukup familiar, terjadi persaingan tiga klub untuk menjadi juara musim ini, dan ditentukan hingga pekan terakhir. SHB Da Nang akhirnya tampil sebagai juara, sementara Sai Gon Xuan Thanh menikmati kejayaan di Piala Vietnam. Namun pengunduran besar-besaran sejumlah klub dari liga mencuri pemberitaan media massa di Vietnam.

Kesulitan keuangan sudah memasuki masa kritis bagi liga domestik. Namun sejumlah perubahan besar pada musim depan diharapkan bisa menumbuhkan harapan dampak positif di persepakbolaan Vietnam.

PPEMAIN TERBAIK 2012 | Kesley Alves (Sai Gon Xuan Thanh)

Setelah sepanjang tahun tanpa ada nama yang menonjol, striker naturalisasi Kesley Alves tampil menjadi pemain paling impresif kali ini. Mengakhiri musim dengan torehan 15 gol, pemain kelahiran Brasil itu itu membantu tim promosi Sai Gon Xuan Thanh memenangi Piala Vietnam, serta menuntaskan musim ini dengan menempati peringkat ketiga.

Disebut-sebut sebagai striker terbaik di V-League, Kesley menjadi nama yang paling diinginkan setiap tim di Vietnam. Pada Mei, dia menyabet penghargaan Bola Perunggu, menyusul kiprahnya di kompetisi yang sulit disaingi pemain mana pun. Sayangnya, Kesley tidak masuk tim nasional, kendati gaya permainannya bisa mempunyai potensi untuk mengatasi kemandulan Vietnam di barisan depan.

MOMEN TAHUN INI | Kegagalan di AFF Suzuki Cup 2012

Hasil buruk yang diraih tim nasional dengan tersingkir di fase grup AFF Suzuki Cup 2012 tanpa meraih kemenangan, dan hanya mendapatkan satu angka dari tiga pertandingan, era menyedihkan sepakbola Vietnam pun tercatat. Setelah eksekusi penalti Kyi Lin membuat Myanmar mencuri satu poin di laga pembuka, hasil buruk berlanjut dengan kekalahan 1-0 dari Filipina, dan dibekap Thailand 3-1, membuat Vietnam tersingkir lebih awal. Striker Le Cong Vinh gagal mencetak gol di dua penampilannya, dan terpaksa menonton laga melawan Thailand dari bangku cadangan.

Ini merupakan hasil terburuk yang diraih juara 2008 itu sejak turnamen kali pertama digelar pada 1996. Ditambah dengan permasalahan finansial di V-League, menandakan titik terendah bagi cabang olahraga yang paling digemari di negara ini.

HARAPAN 2013
Tahun baru selalu diiringi dengan harapan baru. Fans Red Warrios berharap tim mereka memperlihatkan performa bagus di kualifikasi Piala Asia 2015. Vietnam berada satu grup dengan Uzbekistan, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong.

Sementara itu, reformasi di V-League akan menggulirkan kompetisi dengan 12 klub peserta, termasuk tim promosi Dong Nai FC. Di saat perjalanan liga untuk menyamai kompetisi di sejumlah negara di region ini masih panjang, dan terlepas dari masalah finansial, program berkesinambungan tetap dipertahan untuk menjadi tanda sepakbola merupakan olahraga populer di Vietnam.

 


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait