thumbnail Halo,
adidas Ace 17.1 Primeknit FG

Gaya Hidup

Ini Pengalaman Menggunakan adidas Ace 17.1 Primeknit Blue Blast

adidas Ace 17.1 Primeknit FG

Agung Harsya

Goal Indonesia mereview sepatu terbaru adidas Ace 17.1 Primeknit Blue Blast.

Sepatu terbaru adidas sudah diluncurkan awal 2017 dan Goal berkesempatan menjajal Ace 17.1 Primeknit Blue Blast .

Sepatu ini menjadi seri pertama yang diluncurkan adidas untuk 2017. Seperti yang sudah diketahui, adidas menyederhanakan penggolongan tipe sepatu ( silo ) menjadi Ace, X, dan Messi sejak dua tahun yang lalu. Dalam periode setahun, setiap silo dirilis berdasarkan tier . Misalnya, adidas X yang memiliki lima tier sepanjang 2016.

Ace 17.1 Primeknit Blue Blast merupakan tier pertama yang dirilis adidas tahun ini. Silo ini dikhususkan adidas bagi pemain yang memiliki gaya bermain fokus pada kontrol, stabilitas, dan sentuhan dengan bola. Model terbaru sepatu ini menggunakan lapisan sol luar Sprintframe, yang juga pernah dipakai F50, untuk menunjang kestabilan pemain di atas lapangan.

Karena sekali saja tidak cukup, dua kali Goal Indonesia mencoba sepatu ini. Bukan tanpa alasan. Biasanya kesempatan pertama membutuhkan penyesuaian karena kaki kita memerlukan waktu mengenal "kemampuan" sepatu baru. 

Pertama kali memakai sepatu membutuhkan waktu, dan mungkin juga tenaga, untuk mengepas kaki ke dalam sepatu. Seperti generasi terdahulu, rancangan upper Ace Primeknit 17.1 membuat pemakainya seolah sedang mengenakan kaus kaki. Tali sepatu dirancang untuk memudahkan pemakai, jadi tidak perlu membuang waktu karena kaki sudah terasa melekat dengan sepatu saat menggunakannya. Itu terjadi karena sepatu ini menggunakan teknologi Primeknit di bagian depan dan kompresi Techfoot di bagian sisanya.

Kelebihan Ace Primeknit 17.1  mulai terasa pada uji coba kedua. Pada kesempatan berbeda, kaki mulai terbiasa mengenakannya. Kontrol bola sangat mudah dilakukan. Berkat permukaan sepatu bagian depan yang diberi lapisan khusus bernama Non-Stop Grip (NSG), saat menerima operan, bola seperti langsung melekat di kaki. Kita juga dapat mengarahkan bola sesuai dengan sudut kontrol yang diinginkan.

adidas mengatakan, teknologi NSG itu memudahkan pemain untuk mengendalikan bola dalam cuaca apapun. Kebetulan dua kali uji coba sepatu dilakukan pada permukaan rumput yang tadinya kering kemudian basah karena hujan ringan. Saya menilai, fitur kontrol inilah yang menjadi keunggulan Ace Primeknit 17.1 yang sangat mendukung pemain bertipe pengatur serangan.

Pemain dapat memberikan operan dengan baik menggunakan Ace Primeknit 17.1 . Bahkan, sepatu ini sangat memudahkan jika kita ingin bermain cepat dengan satu sentuhan. Tanpa harus menghentikan bola, kita dapat memberikan operan secara akurat.

Fitur lain yang dimiliki Ace Primeknit 17.1 adalah sistem traksi yang memudahkan pemakai saat berlari dan mengubah sudut lari. Jangan khawatir untuk bermain umpan kombinasi dengan sepatu ini. Setelah mengoper, kita langsung dapat mengambil ancang-ancang untuk berlari dan menerima operan pantulan.

Jangan pula khawatir jika ingin melakukan trik saat menggiring bola. Kamu dapat menghentikan bola, memindahkannya ke kaki lain, melakukan step over, rabona, nutmeg... apapun yang kamu inginkan, tanpa takut terpeleset.

adidas Ace 17.1 Primeknit Blue Blast tersedia dengan dua pilihan studs , sesuai dengan jenis permukaan lapangan tempat Anda bermain, yaitu firm ground (FG) dan artificial ground (AG). Sepatu ini digunakan oleh para bintang adidas seperti Mesut Ozil, Ivan Rakitic, dan Paul Pogba.

Untuk informasi lebih jauh, silakan kunjungi adidas.com/football atau klik facebook.com/adidasfootball serta ikuti @adidasfootball di Twitter untuk berbagi pengalaman Anda.