thumbnail Halo,
GOALADIES XII: Ketika Eka Damayanti Mengunjungi Old Trafford...

Gaya Hidup

GOALADIES XII: Ketika Eka Damayanti Mengunjungi Old Trafford...

Eka Damayanti

Bertandang ke Theatre of Dreams merupakan pengalaman yang tak bisa dilupakan model Eka Damayanti.

Berkunjung langsung ke Old Trafford merupakan impian bagi setiap pendukung Manchester United. November 2011, Eka Damayanti, model asal Jakarta kelahiran 24 April ini berangkat ke Inggris untuk tampil dalam London Fashion Week 2011. Sebagai pengisi waktu luang,  Eka memutuskan untuk travelling ke kota Manchester dengan tujuan utama kandang Manchester United itu. Eka tak berkeberatan untuk membagi pengalamannya mengunjungi "Theatre of Dreams" itu kepada pembaca GOAL.com Indonesia.

Salah satu cara mengunjungi Manchester dari London adalah dengan menggunakan kereta. Perjalanan dari stasiun London Euston ke Manchester Piccadilly dengan Virgin Trains ditempuh hanya dalam dua jam sepuluh menit dengan biaya £32 atau kira-kira Rp450 ribu. Aku memutuskan menginap di hotel Premier Inn Old Trafford yang letaknya persis di seberang Old Trafford supaya bisa memperoleh tiket tur stadion paling awal, yaitu pukul 09:40 karena makin siang peserta tur akan makin banyak. Apalagi kalau ada rombongan turis yang datang dengan bus berisi kakek-nenek dan balita yang enggak ngerti sepakbola, berbarengan dengan mereka pasti rasanya enggak nyaman.

Esok paginya, aku cukup menempuh satu menit berjalan kaki dari Premier Inn ke Old Trafford yang punya nama keren “The Theatre of Dreams”. Aku langsung menuju ke gate khusus penjualan tiket. Setelah membayar £16 (kira-kira Rp240 ribu), peserta tur diarahkan ke Trophy Room. Di sini dipajang bermacam-macam trofi yang pernah diraih Manchester United, mulai dari Liga Primer Inggris, Piala FA, Charity atau Community Shield, dan yang paling bergengsi adalah trofi Liga Champions. Juga dipajang penghargaan Golden Boot yang diperoleh para pencetak gol terbanyak di liga Inggris dari United. Mengingat prestasi United yang bejibun, lemari tersebut sudah hampir penuh dan dindingnya pun dihiasi dengan foto-foto para pemain United saat melakukan selebrasi juara.

Selanjutnya, peserta tur dibimbing oleh guide bernama Dave yang berjaket ofisial MU untuk masuk ke dalam stadion. Sebelum menuju lapangan, peserta diminta berbaris di lorong pemain dan dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan formasi saat pemain akan memasuki lapangan. Peserta tur diajak untuk merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya. Rasanya setiap langkah kaki diayunkan menuju lapangan, adrenalin jadi terpacu dan suasana magis stadion kian terasa. Puncaknya saat memasuki lapangan, benar-benar terasa besar dan megahnya Old Trafford yang berkapasitas 76.000 penonton ini. Lapangan hijau terawat dengan rapi dan mulus bagai permadani, kursi penonton, tribun, dan fasilitas pendukung terlihat sangat bersih terawat. Mungkin ini hasil renovasi stadion besar-besaran yang dilakukan pada 2006 lalu. Dave kemudian memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berfoto sepuasnya dengan latar belakang Stretford End dan Sir Alex Ferguson Stand.


Stadion terbesar kedua di Inggris setelah Wembley ini memberikan pemandangan yang menakjubkan dari setiap sisinya. Puas berfoto di lapangan dengan bermacam pose, aku sempat pula berkenalan dengan seorang pria asal Italia peserta tur. Rupanya bule ganteng itu pendukung berat Juventus. Hmmm, kenapa pendukung Si Nyonya Tua itu bisa nyasar ke Old Trafford ya? Sebelum meninggalkan lapangan, peserta dipersilakan merasakan duduk di dug out, yaitu tribun khusus pemain yang beralaskan kursi empuk Recaro warna merah khas United.

Tujuan selanjutnya: ruang ganti pemain. Yup, ini yang paling ditunggu karena peserta bisa berfoto dengan latar belakang kostum pemain. Semua kostum pemain United dipajang di sini, termasuk loker untuk menyimpan barang-barang pribadi selama pertandingan. Ada juga kolam spa, kursi pijat pemain, stretcher, dan peralatan penunjang kebugaran lainnya. Pokoknya lengkap deh. Ada juga papan tulis berukuran besar yang dipajang di dinding tempat Sir Alex memberikan instruksi. Sedangkan papan tulis untuk visitor team berukuran lebih kecil dan dipasang di samping pintu masuk. Menurut guide, tujuannya supaya pemain tim lawan sulit menangkap instruksi pelatih. Ada-ada saja.


Selanjutnya peserta diajak keluar menuju lorong di samping stadion. Di sini terdapat Munich Memorial Clock dan berbagai plakat untuk mengenang tewasnya delapan pemain muda United pada tragedi kecelakaan pesawat terbang di Munich 6 Februari 1958. Pemberhentian berikutnya adalah ruang konferensi pers. Di sini peserta tur diperbolehkan berfoto di kursi tempat Sir Alex memberikan konferensi pers kepada jurnalis usai pertandingan.

Terakhir, Reds Megastore. Yup, sebagaimana lazimnya seorang wanita, kesempatan ini aku gunakan untuk memborong beberapa suvenir resmi United, seperti magnet kulkas, gantungan kunci, dan gelas yang bercetakan tanda tangan semua pemain United. Keseluruhan tur memakan waktu sekitar 75 menit. Bagi pendukung United, tentu saja kunjungan ini bakal menjadi pengalaman yang tak terlupakan.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait