advertisement
Arshavin Masih Belum Kerasan Di London
Meski menjadi tempat mencari nafkah yang menyenangkan, Andrey Arshavin merasa London terlalu "sunyi".
Oleh Agung Harsya
Sudah hampir setahun bergabung dengan Arsenal, tapi Andrey Arshavin belum bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup di London.
Sejak didatangkan dari Zenit St. Petersburg Januari lalu, Arshavin menjadi pujaan baru fans Arsenal. Tapi, ternyata hidup Arshavin tak terkungkung tembok Emirates belaka.
"Sulit bagiku beradaptasi di sini," keluhnya kepada The Mirror.
"Tapi akan makin baik. Bagus ketika keluarga berada dekat dengan Anda, karena Anda bisa bercengkerama dengan anak istri setiap hari, tapi ada masalah tersendiri karena Anda harus mengurus mekrea."
"Hidupku jadi lebih mudah dan berkembang sejak mereka hadir."
Arshavin bertekad tak mau membiarkan masalah ini mengganggu penampilannya di atas lapangan.
"Aku menyukai sepakbola di sini dan Liga Primer," sambungnya.
"London tempat yang indah, tapi bagiku sangat sunyi. Orang terkejut ketika aku mengatakannya, tapi ritme kehidupan di sini sangat lamban. Semuanya berbeda di sini."
"Ketika bertemu orang di jalanan, semuanya berjalan serbacepat, tapi ketika harus tinggal, semuanya berkebalikan."
"Aku senang bekerja di sini dan aku tak punya masalah karena tak ada yang mengenalku. Baguslah, aku bisa santai."
Hasil, jadwal, dan klasemen lengkap Liga Primer Inggris!
Sudah hampir setahun bergabung dengan Arsenal, tapi Andrey Arshavin belum bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup di London.
Sejak didatangkan dari Zenit St. Petersburg Januari lalu, Arshavin menjadi pujaan baru fans Arsenal. Tapi, ternyata hidup Arshavin tak terkungkung tembok Emirates belaka.
"Sulit bagiku beradaptasi di sini," keluhnya kepada The Mirror.
"Tapi akan makin baik. Bagus ketika keluarga berada dekat dengan Anda, karena Anda bisa bercengkerama dengan anak istri setiap hari, tapi ada masalah tersendiri karena Anda harus mengurus mekrea."
"Hidupku jadi lebih mudah dan berkembang sejak mereka hadir."
Arshavin bertekad tak mau membiarkan masalah ini mengganggu penampilannya di atas lapangan.
"Aku menyukai sepakbola di sini dan Liga Primer," sambungnya.
"London tempat yang indah, tapi bagiku sangat sunyi. Orang terkejut ketika aku mengatakannya, tapi ritme kehidupan di sini sangat lamban. Semuanya berbeda di sini."
"Ketika bertemu orang di jalanan, semuanya berjalan serbacepat, tapi ketika harus tinggal, semuanya berkebalikan."
"Aku senang bekerja di sini dan aku tak punya masalah karena tak ada yang mengenalku. Baguslah, aku bisa santai."
Hasil, jadwal, dan klasemen lengkap Liga Primer Inggris!
Terima kasih atas tanggapan Anda! Komentar tidak akan langsung tampil karena harus disaring moderator terlebih dulu.
Mohon tulis nama Anda!
Mohon tulis lokasi Anda!
Mohon tulis komentar Anda!
6 Tanggapan Anda
Iklan
Jelajahi GOAL.com
/* empty because this one does not have controls */?>
-
KARTUN: Bukalah Hatimu, Roberto Mancini?
Carlos Tevez siap kembali ke Manchester City dengan harapan Roberto Mancini bersedia membukakan hati untuknya lagi.
-
FOKUS: Keuangan & Distribusi Keuntungan Liga Champions
Selain membidik status sebagai penguasa Eropa, mustahil dibantah bahwa daya tarik lain dari kancah Liga Champions bagi para partisipan adalah hadiah uangnya yang amat menggiurkan.
-
DEBAT: Prediksi GOAL.com - Siapa Yang Bisa Menyaingi Barcelona & Real Madrid Di Liga Champions Musim Ini?
Tim editor GOAL.com dan pengamat sepakbola dunia memberikan pandangan mereka mengenai kandidat juara Liga Champions musim ini.
-
DEBAT: Lima Alasan Juventus Akan Juara Serie A & Coppa Italia 2011/12
Berikut adalah lima alasan yang membuat Juventus layak dijadikan favorit peraih gelar juara Serie A & Coppa Italia 2011/12.
-
KARTUN: Juara Piala Afrika 2012 & Dedikasi Skuad Zambia 1993
Zambia menjadi juara Piala Afrika 2012 dan mendedikasikan gelar mereka untuk kawan-kawan mereka di surga.
Iklan
Iklan