thumbnail Halo,

Marco Reus adalah junior Bastian Schweinsteiger di timnas Jerman. Kini, keduanya akan berduel di final Liga Champions. Siapa yang akan "mengajarkan" siapa di akhir laga nanti?


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Dua simbol Jerman bakal berkibar di Wembley pada 25 Mei mendatang. Borussia Dortmund dan Bayern Munich, walau sebangsa dan setanah air, akan saling "bunuh" untuk mengukuhkan status sebagai raja Eropa 2012/13.

Perang bintang antarkedua tim jelas paling dinanti. Dari lini per lini, sektor tengah adalah poros terpenting karena menjadi kohesi barisan belakang dan depan. Dortmund punya nama yang tengah naik daun, dia adalah Marco Reus, sementara Bayern memiliki figur nan sarat pengalaman di diri Bastian Schweinsteiger. Keduanya akan bertarung dan saling menjatuhkan, untuk menguasai panggung Wembley.  

Usia Reus terlihat lebih 'ingusan' bila mengomparasinya dengan Schweinsteiger. Tapi, dengan usianya yang lebih belia itu [23], Reus tampaknya telah menunjukkan segala syaratnya untuk menjadi gelandang terbaik dunia.

MARCO REUS vs. BASTIAN SCHWEINSTEIGER

31 Mei, 1989 TANGGAL LAHIR
1 Agustus, 1984
12 (988 menit) PENAMPILAN 11 (848 menit)
4 GOL
2
2 ASSIST 4
7,52 NILAI 7,73


Tampil sebanyak 12 kali alias tak pernah absen di semua laga UCL musim ini, kontribusi Reus tak bisa dibantah. Meski berperan sebagai pemain tengah, Koleksi empat golnya seolah mempertegas kedudukannya di peringkat kedua sebagai pencetak gol terbanyak Dortmund setelah Robert Lewandowski yang telah mengemas 10 gol. Artinya, kehadiran pemain bernomor punggung 11 ini begitu fundamental. Tengok saja gol-gol pentingnya di fase grup, serta yang tak akan lekang di ingatan publik Dortmund kala dia mencetak gol dramatis di laga perempat-final versus Malaga, dan umpan pentingnya di semi-final kontra Real Madrid, di mana masing-masing momen tersebut benar-benar memutar balikkan situasi laga, hingga sejauh ini sukses mengantar skuat BVB menapak partai puncak.

Dengan segala atribut mentereng serta potensi besar yang dimiliki pemain internasional Jerman ini di usia muda, maka tak heran tim-tim besar Eropa sempat meliriknya. Barcelona dan Manchester City menjadi peminat yang paling getol mendekatinya. Sebagaimana dicatat Whoscored, adapun nilai rata-rata penampilan Reus di UCL adalah 7,52.

Lain Reus, lain Schweinsteiger. Pemain senior Bayern ini terbilang sudah kenyang dengan hiruk-pikuk pentas tersohor Benua Biru. All-German final ini merupakan partai pamungkas UCL yang ketiga dalam empat musim terakhir bagi Schweinsteiger. Secara psikologis, mental sang gelandang di final sudah teruji sahih.   

Schweinsteiger juga menjadi pemain paling kontributif di antara penggawa lainnya. Dari 11 penampilannya, dia menjadi pilar yang paling sering mengirim umpan yang berhasil dikonversi menjadi gol. Total empat assist berhasil dikreasi pemain 28 tahun ini. Tak hanya itu, kehadiran Schweinsteiger juga seperti memberi nafas tambahan bagi detak jantung permainan skuat The Bavarian. Kolega Schweinsteiger, Javi Martinez, sampai-sampia menyebut partner-nya di lini tengah itu bak banteng. Maka pantas rasanya bila Whoscored memberikan penilaian 7,73 dari total rata-rata penampilannya.


"Mencapai final Liga Champions merupakan momen terbesar dalam karir saya sejauh ini. Musim pertama saya di Borussia Dortmund dengan keseluruhan turnamen Liga Champions sudah sangat menarik, dan pergi ke Wembley sudah jelas menjadi sorotan utama bagi saya"


- Marco Reus

Di timnas Jerman, Reus merupakan junior Schweinsteiger. Jika perang kedua bintang ini dikerucutkan, "adik dan kakak" ini barangkali akan bertarung mempertaruhkan nama sebuah gengsi, prestise dan kebanggaan. Bila Reus berhasil membawa Dortmund juara, maka istilah "yang muda yang bicara" akan membungkam segudang pengalaman yang dimiliki Schweinsteiger. Terlebih spesialnya, final Eropa ini adalah kancah termegah kali pertama yang dirasakan Reus. Namun bila sebaliknya, Schweinsteiger akan mengajarkan Reus bagaimana cara menjadi pemain bermental jawara sejati.  

“Mencapai final Liga Champions merupakan momen terbesar dalam karir saya sejauh ini, dan saya sudah tidak sabar untuk menjalani panggung terhebat sepakbola ini pada akhir pekan. Musim pertama saya di Borussia Dortmund dengan keseluruhan turnamen Liga Champions sudah sangat menarik, dan pergi ke Wembley sudah jelas menjadi sorotan utama bagi saya," ujar Reus.

Duel yang menarik untuk dinanti...


Dengan segala paparan di atas, Anda menjagokan siapa, sang junior Marco Reus atau si kakak senior Bastian Schweinsteiger? Siapa lebih hebat diantara mereka? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini. GOAL.com Indonesia ingin tahu..


Masih terbuka kesempatan untuk membeli t-shirt edisi khusus GOAL.com. Klik salah satu desain kaus di bawah ini untuk cara pemesanan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi goal.kreavi.com di nomor (021) 345 2975.

GET 'EM ALL GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DI DADAKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DALAM TUBUHKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

FLY HIGHER GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

THE WAR SPIRIT

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

INDONESIAN LEGENDS

IDR 99.000
Lihat T-Shirt
Hasil penjualan akan disumbangkan kepada SOS Children's Villages, sebuah organisasi nonprofit yang menampung anak-anak tanpa orang tua atau yang berpotensi kehilangan pengasuhan orang tua.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait