thumbnail Halo,


Dalam sepakbola, suskes di dalam dan di luar lapangan bukan sekedar tentang pemain berbakat dan taktik yang hebat, tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk merencanakannya. Berdasarkan hal itu, GOAL.com mempersembahkan evaluasi statistik dan struktural dari lima klub terbaik di wilayah Asia Tenggara, serta alasan mengapa tim-tim ini lebih unggul dibandingkan tim lainnya.

Kali ini kami akan membahas salah satu klub tanah air, Semen Padang.


SEJARAH KLUB

Semen Padang hingga kini menjadi satu-satunya klub profesional di provinsi Sumatera Barat. Mereka berlokasi di Padang, ibukota provinsi, yang juga merupakan kota terpadat di pesisir barat Sumatera.

Kepemilikan klub dikuasai PT Semen Padang, perusahaan semen tertua di Indonesia. Klub berdiri pada 30 November 1980 untuk diproyeksikan mengikuti kompetisi semi-profesional Galatama. Setelah berkiprah di Divisi Satu, tiket promosi akhirnya berhasil diraih dua tahun setelah berdiri. Semen Padang turut menjadi bagian ketika PSSI memutuskan menggabung dua format liga nasional ke dalam satu wadah pada 1994. Di era Liga Indonesia, Semen Padang terdegradasi pada 2007 untuk kemudian promosi kembali tiga tahun berselang.

Di musim pertamanya setelah promosi, Semen Padang mampu finis di peringkat keempat klasemen akhir Superliga Indonesia (ISL). Ketika dualisme kompetisi melanda, Semen Padang memilih berafiliasi ke Liga Primer Indonesia (IPL) dan sukses menjadi juara pada musim pertamanya.

STADION

STADION HAJI AGUS SALIM
Stadion ini dibangun pemerintah kota pada pertengahan 1980-an untuk menggantikan stadion Imam Bonjol yang menua. Stadion diberi nama sesuai pahlawan pergerakan nasional, Haji Agus Salim. Selain Semen Padang, PSP Padang juga menggunakannya. Renovasi pernah dilakukan PT Semen Padang pada 2009 setelah bencana gempa bumi yang melanda Padang dan sekitarnya.



PEMBINAAN PEMAIN MUDA


Seperti halnya sejumlah klub Indonesia lain, Semen Padang belum memiliki sistem pembinaan pemain muda yang terstruktur dengan baik. Meski demikian, Semen Padang pernah mencapai final ISL U-21 sebelum dikalahkan Persela Lamongan. Salah satu bintangnya saat itu adalah Yosua Pahabol. Skema pengembangan skuat inti lebih banyak menerapkan perekrutan pemain dari luar Padang, seperti misalnya Ferdinand Sinaga musim lalu dan kini Titus Bonai. Namun, mereka juga terkenal mampu melahirkan bintang baru dalam sepakbola nasiona, misalnya seperti gelandang energik Vendry Mofu.

PEMAIN KUNCI

Vendry Mofu
Titus Bonai
Edward Wilson
Vendry merupakan gelandang dinamis yang diperkenalkan Nil Maizar, baik di level klub maupun timnas. Pemain 23 tahun ini terkenal tangguh dan punya keunggulan tendangan jarak jauh. Dengan usia yang masih muda, Vendry berpotensi berkembang lebih pesat. Tibo sudah dikenal publik ASEAN setelah gagal pindah ke BEC Tero Sasana tahun lalu. Dikenal memiliki teknik tinggi dan punya akselarasi, Tibo merupakan ancaman bagi pertahanan tim mana pun. Pengganti potensial Elie Aiboy bagi Semen Padang. Striker komplet dengan kaki kiri mematikan. Sudah mengumpulkan delapan gol di Piala AFC musim ini, termasuk gol individual menawan ke gawang East Bengal di laga terakhir fase grup. Semua lawan harus berhati-hati jika Edward tampil di taraf terbaiknya.

MANAJEMEN

JAFRI SASTRA - PELATIH
Jafri Sastra ditunjuk Semen Padang menggantikan Nil Maizar yang naik pangkat menjadi pelatih timnas Indonesia tahun lalu. Dengan gemilang Jafri mampu mempertahankan gaya permainan Semen Padang seperti di era kepelatihan Nil, yakni bermain menyerang dan atraktif.



KESIMPULAN GOAL.COM

Semen Padang merupakan satu-satunya harapan Indonesia di Piala AFC menyusul penampilan buruk Persibo Bojonegoro. Bukan sebuah kejutan jika Semen Padang mampu melaju jauh di turnamen ini karena mereka memiliki skuat yang kompetitif dan tak banyak berubah sejak musim lalu sehingga para pemain sudah saling mengenal. Apalagi mereka ditunjang dengan manajemen klub yang stabil. Tidak mengherankan apabila Semen Padang mampu menyamai pencapaian Persipura Jayapura dan Arema di Piala AFC dua musim terakhir.

Stadion TOTAL
Fasilitas 3
Sistem akademi
Afiliasi klub
Pemain kunci
Manajemen



Terkait