thumbnail Halo,

Kekalahan atas Bayern Munich menunjukkan adanya masalah di tubuh Barcelona. Dan untuk mengembalikan kejayaan mereka, inilah saat yang tepat untuk bereaksi.


CATATAN   BEN HAYWARD     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Kegemilangan Bayern Munich membuat Barcelona harus berjuang menampilkan comeback bersejarah di Rabu (1/5) kemarin. Dan seorang pemain yang bisa menghadirkan harapan tersebut justru duduk termenung di bangku cadangan. Tak ada Lionel Messi.

Penyerang asal Argentina itu bermain selama 90 menit di Munich pada leg pertama ketika ia masih belum pulih dari cedera hamstring yang mendera di babak delapan besar leg pertama kontra Paris Saint-Germain, namun cameo-nya di laga imbang 2-2 di Athletic Bilbao menunjukkan bahwa ia siap untuk melakoni leg kedua. Namun tidak begitu adanya.

Dengan Messi berada di bangku cadangan, leg kedua secara esensi sudah berakhir bahkan sebelum laga dimulai. Jelang kic-off, fans Barca menampilkan mosaik luar biasa di Camp Nou dengan mempertontonkan tulisan 'Orgull' yang berarti kebanggaan. Bisa dibilang mereka memiliki peluang tipis, karena tanpa Leo, tak akan pernah ada cara untuk mengalahkan Bayern dan melaju ke final di Wembley.

Manajemen cedera Messi juga terbilang buruk. Ia dipaksa untuk bermain ketika jauh dari kata fit di Munich. Andalan Argentina itu tampak seperti bayangan pucat dari pemain yang sudah mengoleksi empat Ballon d'Or secara beruntun, dan partisipasinya pekan lalu terbilang kurang, kurang intensitas dan bertarung ketika mereka butuh untuk menyerang dan menekan di seluruh lapangan. Mereka seperti bermain dengan 10 orang.




Terlepas rekor gol yang ia cetak selama dua musim terakhir, ia justru tampil tidak berdaya di penghujung kalender musim, dan cederanya kali ini membuatnya meredup. Meski ia ingin bermain di tiap laga dan mencetak gol berlimpah untuk klub Catalunya, dia bukan mesin - dan Barcelona perlu berhati-hati untuk memastikan sang pemain berharga mereka tidak kehilangan daya dobrak di masa depan. Istirahat dan penyembuhan yang terganggu oleh kebutuhan tim membuat Barca meliriknya, pertama melawan PSG dan kemudian versus Bayern: klub dan pemain harus membayar harga yang sepadan.

Namun, ini bukan hanya Messi. Seluruh tim tampak datar dan lelah dalam dua pertandingan terpenting mereka musim ini. Mereka tidak mampu menekan secara terus-menerus di lapangan - salah satu faktor yang membuat mereka begitu sukses. Para pesepakbola luar biasa itu jelas terlalu banyak memainkan pertandingan dalam beberapa musim terakhir dan secara fisik mereka tidak mampu menyaingi Bayern di Munich. Pelatih Tito Vilanova hampir tidak mengistirahatkan susunan terbaik di musim 2012/13 dan penampilan terbaik Barca kini tidak ada yang tersisa.

Cedera di lini belakang juga menjadi penghalang Barca, dengan klub kehilangan Carles Puyol untuk jangka waktu lama, Javier Mascherano yang saat ini menepi [seperti Messi, yang mengalami cedera ketika membela Catalunya beberapa hari setelah bermain di ketinggian di Bolivia dalam sebuah laga internasional] dan Eric Abidal yang tampil untuk kali pertama setelah menjalani transplantasi hati.

DALAM ANGKA
Barcelona di musim 2012/13
1 Tim Tito bermain di empat kompetisi musim ini dan tampaknya hanya memenangi satu di antaranya
8 Para pemain yang dipakai di lini belakang: Abidal, Adriano, Bartra, Busquets, Mascherano, Pique, Puyol dan Song
8 Kekalahan total musim ini: tiga melawan Madrid; dua melawan Bayern; satu di Celtic, Real Sociedad dan AC Milan
11 Keunggulan poin Barca atas Madrid dengan empat laga tersisa di La Liga
13 Banyaknya laga tanpa sebuah clean sheets sebelum kemenangan 2-0 di kandang melawan Deportivo pada bulan Maret
Dan lini belakang kembali diobrak-abrik oleh Bayern di leg kedua. Arjen Robben diberi kebebasan ruang untuk menyerang lewat sisi kanan untuk gol pertama, Gerard Pique menjebol gawangnya sendiri ketika ia berusaha untuk membuang bola dan Thomas Muller yang melompat lebih tinggi ketimbang Marc Bartra dan Adriano untuk gol ketiga setelah Franck Ribery melewati Alex Song yang seolah-olah tidak ada di sana. Ini seperti seorang pria melawan anak laki-laki.

Song sendiri bukanlah sebuah solusi. Didatangkan sebagai pelapis untuk lini tengah dan belakang, pria asal Kamerun itu tidak mampu memberikan dampak di kedua posisi itu. Selagi ia menampilkan performa yang menjanjikan di lini tengah, dia jarang terlihat nyaman di lini belakang, dan di hari Rabu kemarin, Barca hanya bisa menatap kosong pada pria yang mereka anggap bisa menyelesaikan semua masalah, balik ke musim panas silam: Javi Martinez.

Pemain gelandang asal Basque tersebut tampil luar biasa di lini belakang untuk Athletic Bilbao musim lalu dan jelas ia bisa bermain di dua posisi tersebut. Ia juga sempat ingin pindah ke Barca, namun terhalang dengan tebusan mahal senilai €40 juta. Berapa harga yang dibutuhkan untuk mendaratkan seorang bek tengah kelas dunia sekarang? Barca menyebut mereka akan mendatangkan empat atau lima pemain di musim panas ini. Seorang pemain belakang adalah keharusan.

Dua laga melawan tim asuhan Jupp Heynckes juga menunjukkan kelemahan tim Catalunya di posisi full-back. Dani Alves dan Jordi Alba memang luar biasa dalam menyerang, namun keduanya dieksploitasi oleh Bayern dan kini mungkin adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan bek sayap yang disiplin. Ketika tim ini bermain dengan Eric Abidal di kiri dan Alves dalam posisi menyerang, pria Prancis itu mengubah posisinya menjadi tiga bek sejajar dan memberikan keseimbangan. Barca kini membutuhkan hal serupa.

"Beberapa keputusan harus diambil di musim panas ini," ujar Pique mengomentari penampilan timnya di leg kedua. Tampil sendirian menghadapi serangan lawan, bek asal Spanyol itu tak bisa membendungnya untuk kali ini, meski ia juga harus menilai kontribusinya sendiri. Kalah dalam hal kecepatan, Pique seolah kehilangan kehebatan di musim 2012/13, hal tersebut karena tidak ada sang pemimpin, Puyol. Dengan Alba dan Alves yang menghabiskan waktu di sisi lain lapangan, bagaimana pun, Pique lantas terisolasi di lini belakang, tanpa seorang partner di jantung sentral.

Target transfer lain yang harus dipertimbangkan untuk memberikan alternatif selain Messi, baik itu pemain sayap, seorang penyerang atau bahkan mungkin keduanya. Alexis Sanchez telah menunjukkan kemampuan dan atributnya melawan tim-tim yang lebih kecil musim ini, sedangkan David Villa terlihat seperti pemain yang sudah habis, Cesc Fabregas benar-benar ingin bermain di lini tengah dan Cristian Tello, satu-satunya pemain yang memicu serangan Barca dengan kecepatan dan gol musim ini, tidak bermain satu menit pun di kedua laga melawan Bayern. Sementara Pedro, terlihat seperti seorang penyerang kelas dunia musim ini - ketika ia mengenakan seragam Spanyol.



Dengan Messi, hasilnya kurang lebih akan sama. Sekarang kita harus mengakhiri La Liga dan membuat beberapa keputusan di musim panas

- Gerard Pique

Dan kemudian ada Tito. Dipuji oleh beberapa orang sebagai pelatih pintar, ia gagal mengaplikasikan rencana yang tepat tanpa Messi di leg kedua kontra PSG. Tanpa menghadirkan variasi saat melawat ke Bayern dan tak mampu bereaksi terhadap bencana yang berlangsung di depan matanya saat ia membuat pergantian pertama ketika tertinggal 3-0 - dengan pertandingan memasuki menit ke-83. Meski tanpa kesalahan, Guardiola selalu memiliki varian taktik untuk pertandingan terbesar. Tito tampaknya tidak.

Pemain Barca kesulitan tanpa kehadiran Vilanova selama pengobatan kanker di New York, namun ia kembali pada akhir Maret untuk melihat timnya kembali ke performa terbaik. Hal itu hanya belum terjadi dan pertanyaan pun muncul mengenai kecocokannya sebagai pelatih. Tito sendiri populer di kalangan pemain, namun memiliki kekurangan yakni jarang membimbing timnya. Masalah kesehatan yang mendera akan jadi perhatian jelang musim depan, karena Barca akan berharap untuk terhindar dari kisah serupa. Pada dasarnya, mereka tanpa pelatih papan atas selama beberapa bulan.

"Tito memenangkan semua perbandingan dengan Guardiola," kata juru bicara klub Toni Freixa dalam sebuah wawancara beberapa minggu lalu. Suatu hal yang tidak bisa dipercaya pada saat itu, pertanyaan seperti itu tampak lebih arogan, absurd dan terus terus terang palsu. Pep sendiri tidak pernah kalah dengan margin tiga gol dalam 247 pertandingan sebagai pelatih Barca, apalagi agregat 7-0 dalam dua pertandingan.

Pimpinan Catalunya Ferran Adria berkata kepada dpa dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa ia makan malam dengan Guardiola, dan ia menegaskan perbedaan utama Barca dan Bayern adalah motivasi. Dan Pep yang disinggung ini khawatir para pemainnya kehilangan rasa lapar di musim terakhirnya di Camp Nou. Kini mereka membutuhkannya kembali.

Transisi dari Tito seharusnya menghentikan Barca untuk mengingat Pep. Justru tidak demikian adanya. Guardiola kini menuju ke Bayern, tim terkuat untuk saat ini, sementara tim Catalunya terlihat akan membangun ulang dan memperbaiki lubang menganga yang telah muncul di musim ini, dengan seorang pelatih masih belum sembuh dari penyakit yang mengancam jiwanya, sebuah tim yang memiliki beberapa pesepakbola kelelahan dan jajaran direksi yang kikuk.

Pimpinan Barcelona Sandro Rosell terlihat mendiskreditkan musuh bebuyutannya Joan Laporta dan rezim sebelumnya, ketimbang memperpanjang masa kejayaan klub. Setelah pemilihan presiden pada 2010, Rosell melucuti legenda klub Johan Cruyff dari gelar presiden kehormatan dan ia lantas memulai hubungan tak harmonis dengan Guardiola. Hal ini takkan pernah terselesaikan.



Saya tidak tahu apa yang Pique maksudkan - Anda harus tanyakan padanya. Dalam kasus apa pun, keputusan dibuat pada akhir musim

- Sandro Rosell

Sementara tim yang Rosell pimpin sukses mengurangi beban gaji dengan kebijakan belanja cerdas, kebutuhan tim itu tidak cukup ditangani dengan baik di musim panas lalu, dan sang presiden yang berniat mendatangkan Neymar, terlihat lebih konsen di sektor pemasaran dan penjualan jersey ketimbang menambah daya dobrak Barca. Komentar Freixa baru-baru ini juga tak bisa menghindarkan kredibilitas dewan direksi.

"Papan skor tidak mencerminkan realitas, perbedaan antara kedua tim." Ujar Rosell usai Bayern mengeliminasi timnya. Lebih jauh ia mengklaim bahwa ia tidak tahu apa pun komentar Pique yang merujuk pada pengambilan keputusan di akhir musim, "Saya tidak tahu apa yang ia maksudkan, Anda harus bertanya padanya. Dalam kasus apa pun, keputusan dibuat di akhir musim ini dan yang satu ini masih belum selesai. Kita harus mendukung tim."

Waktunya akan segera datang. Perubahan besar sekarang diperlukan, sebagaimana penilaian diri sendiri dari dewan direksi, Tito dan para pemain. Sebagai seorang kolumnis asal Catalunya, "Penyegaran atau Mati!" Eranya berakhir, namun siklus tetap bisa berlanjut: kekalahan 7-0 secara agregat dari Bayern adalah celah kolosal dalam sebuah kerajaan yang tengah runtuh, atau hanya kekalahan telak dalam pemerintahaan yang mulia ini. Bagaimana hal itu akan terlihat di masa depan tergantung pada satu hal: bagaimana Barcelona bereaksi.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait