thumbnail Halo,

Barcelona harus menunggu kepastian gelar mereka, namun gol pria Argentina dan kompatriotnya dalam kemenangan derby memberikan dua tim tersebut harapan di Liga Champions pekan ini.


OPINI   BEN HAYWARD     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Mungkin ada alasan untuk percaya. Pada malam ketika perayaan La Liga mereka tertunda, Barcelona yang didukung dengan kembalinya Lionel Messi mampu tampil brilian di saat bermain imbang 2-2 melawan Athletic Bilbao, sementara Real Madrid bangkit dari ketinggalan dalam derby berkat intervensi pria Argentina lainnya: Angel Di Maria. Harapan dan optimisme untuk dua tim Spanyol ini kemudian beralih ke ajang Liga Champions pekan ini untuk membalikkan keadaan.

Dalam rangka untuk menjadi juara pada Sabtu kemarin, Barca harus mengalahkan Bilbao dalam pertandingan terakhir kedua tim di San Mames dan berharap Madrid tumbang di derby melawan Atletico untuk kali pertama sejak 1999. Tetapi pada akhirnya, tim Catalunya itu hanya mengklaim satu poin di Bilbao sebagaimana Ander Herrera menyamakan kedudukan. Sedangkan skuat asuhan Jose Mourinho terus melanjutkan dominasi ibukota dengan kemenangan 2-1 di Vicente Calderon. Akan tetapi, tim Catalunya tetap di ujung juara setidaknya untuk pekan depan. Tapi pertama-tama, ini semua tentang membalikkan keadaan di kancah Eropa.

DERBY SURAM LAINNYA BAGI ATLETI
Atletico selalu gagal mengalahkan rival sekotanya sejak 1999, namun ada optimisme nyata dalam laga tersebut.

Tim asuhan Diego Simeone tampil luar biasa di kandang pada musim ini, dan mereka melawan tim Madrid yang tidak diperkuat Cristiano Ronaldo, lantaran banyak pemain utama yang diistirahatkan jelang semi-final leg kedua Liga Champions di kandang melawan Borussia Dortmund.

Namun demikian, cerita lama kembali terulang sebagaimana Juanfran mencetak gol bunuh diri dan sebuah lesakkan Angel Di Maria memberikan kemenangan 2-1 dalam derby meski sempat teringgal oleh sundulan Radamel Falcao.

Jose Mourinho kini telah memenangkan delapan dari delapan derby sejak pindah pada musim panas 2010, namun Simeone tetap optimistis jelang pertemuan kedua tim di final Copa del Rey bulan depan: "Saya harap kami bisa memenangi salah satu hal terpenting dari semuanya," ujarnya.
Kabar terbaik bagi Barca adalah kembalinya Messi. Pemain asal Argentina itu benar-benar mengubah permainan setelah masuk sebagai pemain pengganti [saat timnya tertinggal 1-0] dan menyamakan kedudukan berkat gol magisnya meski beberapa pemain sempat menghadangnya sebelum mengarahkan bola ke sisi kiri pojok bawah. Sebelum Messi masuk, terlihat kurangnya daya magis dalam serangan Blaugrana. Buruknya pertahanan membuat tim asuhan Tito Vilanova tertinggal dan hampir tidak tampak pertanda baik untuk tampil epik saat jumpa Bayern, Kamis (2/5) dini hari WIB, terlebih tim Catalunya itu akan berusaha untuk membalikkan defisit 4-0 di Camp Nou pada semi-final leg kedua.

Namun dengan adanya Messi, selalu ada harapan. "Semakin baik bentuk permainan Leo, semakin besar kesempatan yang akan kita miliki di Rabu nanti," ujar asisten pelatih Jordi Roura kepada media usai pertandingan.

Roura bukan satu-satunya orang yang percaya tim Catalunya mampu melakukan comeback. "Kami akan mengubah keadaan, pasti," kata Thiago memprediksi. "Kami percaya diri. Kami akan bertanding untuk itu [membalikkan kedudukan]. Kami memilikii pemain-pemain dengan level tertinggi yang punya ambisi dan pengalaman yang diperlukan." Dan Jordi Alba menambahkan: "Kami harus percaya - kembalinya Messi adalah berita terbaik."

Sementara Madrid, mendapat suntikan moral setelah mampu comeback di Atletico dengan tim yang terdiri dari sebagian besar pemain pelais jelang ujian berat melawan Borussia Dortmund, dan akan berusaha untuk membalikkan defisit 4-1 dari semi-final leg pertama di Jerman.

Di Maria sebelumnya diberi izin untuk kembali ke Spanyol lebih awal atas kelahiran prematur putrinya minggu lalu dan tiba kembali ke Jerman tepat waktu untuk menghadapi Dortmund, meski hampir tidak tidur. Oleh karenanya, ia ditinggalkan di bangku cadangan sampai babak kedua dan Madrid tampak nyaman dalam formasi 4-1-4-1 yang tidak memberikan pola bermain melebar lantaran ketidakhadiran pria Argentina.

Dengan Cristiano Ronaldo yang absen di laga melawan Atletico karena cedera sebagaimana Madrid ingin menyimpan pemain-pemain terbaik sampai Rabu, Di Maria memberi inspirasi dalam kemenangan atas Atleti. Mantan winger Benfica itu melancarkan free-kick untuk dibelokkan menjadi gol bunuh diri Juanfran yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Kemudian, Di Maria sukses menjadi pahlawan dengan golnya ke gawang Thibaut Courtois. Dengan performa seperti itu, ia harusnya tampil sebagai starter di Bernabeu melawan BVB.

Ada pun, pria Argentina, yang mendedikasikan golnya kepada putrinya yang baru lahir, merasa optimistis jelang pertemuan Eropa kontra Dortmund: "Kami akan tampil dan memberikan segalanya pada Selasa -- Rabu dini hari -- nanti," ujarnya. "Kami takkan menyerah."

"Kami berjuang bersama-sama dan bekerja sama dengan kerendahan hati, kami bekerja sebagai tim dan kemenangan [melawan Atletico] memberi kami motivasi," tambah asisten Aitor Karanka. "Sekarang kami akan memikirkan Borussia Dortmund."

Madrid juga memasang sebuah video di laman resmi mereka pada Sabtu di mana pemain-pemain top tim tersebut, termasuk Ronaldo, Alonso dan Casillas, menyerukan fans untuk mendukung klub, dengan pesan yang berbunyi: "Anda adalah kekuatan kami." Dan legenda klub Emilio Butragueno yakin para fans akan merespon. "Mereka pintar, mereka akan berada di belakang tim. Nantinya laga itu adalah partai terpenting klub dalam 10 tahun terakhir," katanya.

Jadi, momentum untuk bangkit untuk Barca dan Madrid itu ada. Dan sebagian besar berkat Messi dan Di Maria, yang menghadirkan optimisme lantaran berhasil memulihkan kepercayaan pada hari Sabtu kemarin. Bayern dan BVB berhati-hatilah.


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Siapa raih dua tiket final Liga Champions di Wembley?

Terkait