thumbnail Halo,

FOKUS: Redaksi GOAL.com Bahas Kontroversi Kartu Merah Nani

Redaksi GOAL.com tidak ketinggalan turut memberikan pendapat soal episode kontroversial ini.


OLEH    GUNAWAN WIDYANTARA     Ikuti di twitter

Kartu merah yang diberikan wasit Cuneyt Cakir kepada Nani mengundang banyak komentar, dengan alasannya masing-masing semua orang punya pendirian bahkan bantuan tayangan ulang sekalipun, perbedaan ini tak kunjung mereda.

Namun inilah sepakbola, insiden abu-abu seperti yang terjadi di Old Trafford menjadi bumbu pemanis atau kegetiran penikmat olaharaga yang paling digemari sejagat raya ini. Redaksi GOAL.com tidak ketinggalan turut memberikan pendapat soal episode kontroversial tersebut.

Opini Redaksi GOAL.com
EDISI OPINI
KEPUTUSAN CAKIR
Wisut Damri
GOAL.com Thailand

Harusnya kartu kuning. Nani tidak berniat menyakiti siapapun, dia hanya ingin menggapai bola. Mudak saja, tidak ada pelanggaran, hanya sebuah insiden.

Salah
Carlo Garganese
GOAL.com Internasional

Aturan pertandingan menegaskan tujuan bukan faktor utama namun seorang wasit harus menggunakan akal sehat untuk disebut adil. Bola melewati kepala Nani dan matanya mengikuti arah si kulit bundar. Apa yang dilakukan Nani natural dan benturan tidak bisa dihindari. Setiap orang yang pernah terlibat dalam pertandingan bahkan di level liga di akhir pekan bisa menjelaskan ha ini. Karena alasan itu pula saya menilai wasit tidak menggunakan akal sehatnya. Andai seorang wasit kaku dalam menerapkan aturan di setiap insiden, setiap pertandingan bakal diwarnai lima kartu merah dan sepuluh penalti.

Salah
Erhun Geyisi
GOAL.com Turki

Saya pikir wasit tidak perlu memikirkan fakta seorang pemain beraksi dengan niat tertentu atau tidak apalagi hal tersebut keluar dari aturan. Nani melihat Arbeloa sebelum kontak terjadi, seharusnya dia memperhatikan ini. Saya bahkan tidak yakin dia melakukannya tidak sengaja, tetapi bukan di sini letak masalahnya. Nani melakukan perbuatan yang membahayakan lawan. Dia terlalu berani mengambil risiko dan harus membayar mahal.

Benar
Jean-Charles Danrée
GOAL.com Prancis

Pelanggaran Nani seharusnya mendapat kartu kuning. Tidak ada niat berbahaya dalam aksi seharusnya menjadi kriteria teratas dalam keputusan wasit. Kita jelas melihat bintang Portugal itu menatap bola. Kartu merah terlalu keras.

Salah
Renato Maisani
GOAL.com Italia

Kartu merah terlalu berlebihan. Nani melakukan pelanggaran adalah sebuah fakta namun tujuannya adalah memburu bola. Antisipasi Arbeloa terbilang cerdik namun Nani tidak melihat pergerakannya. Kartu kuning lebih pantas.

Salah
Matt Scott
GOAL.com Britania Raya

Menurut saya keputusan yang buruk. Mata Nani jelas mengikuti bola dan kontak dengan Arbeloa terjadi tanpa disengaja. Dengan tekel yang jauh dari niat berbahaya, saya pikir kartu merah tidak pantas dikeluarkan, kuning lebih akurat.

Salah
Miguel Churruca
GOAL.com Spanyol

Saya rasa dikeluarkannya kartu merah terhadap sebuah aksi yang tidak disengaja berlebihan. Tujuan Nani jelas yaitu mengendalikan bola tetapi  tidak melihat datangnya Arbeloa. Berbahaya? Betul, tetapi keputusan paling adil seharusnya kartu kuning. Pertandingan menjadi berubah dan andai Nani tidak diusir, siapa tahu hasil pertandingan bakal...

Salah
Kent Mensah
GOAL.com Ghana

Aksi Nani jelas tidak disengaja tetapi dia pantas mendapat kartu merah. Kaki yang terlalu tinggi berpotensi mematahkan tulang rusuk Arbeloa. Keputusan sulit di sebuah pertandingan besar bagi wasit, tetapi dia bekerja berdasar aturan.

Benar
Eric Noveanto
GOAL.com Indonesia

Merujuk pada aturan UEFA soal kartu merah, keputusan wasit sudah tepat. Nani memang memburu bola namun aksinya jelas berbahaya dan berpotensi mencederai lawan. Sangat sulit menilai wasit melakukan kesalahan karena dia tidak punya kesempatan melihat tayangan ulang. Setidaknya dia berdiskusi terlebih dahulu dengan asisten sebelum mengambil keputusan. Saya menilai wasit tahu persis dengan keputusan yang dikeluarkannya.

Benar
Kaustav Bera
GOAL.com India

Sepatu Nani terangkat tinggi dan bisa dianggap aksi berbahaya, meski demikian kejelian wasit justru dituntut lebih tinggi di situasi seperti itu. Sebuah komputer bekerja sesuai program yang telah disusun, tetapi wasit harus lebih bijak apalagi mata Nani tertuju pada bola. Pergerakan Arbeloa tidak masuk dalam sudut pandangnya.

Salah


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait