thumbnail Halo,

Sejumlah nama-nama legenda Chelsea masuk dalam bursa calon pelatih anyar klub. Menurut Anda siapa paling layak menduduki kursi panas kerajaan Roman Abramovich?


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Bisa diperkirakan masa depan Rafa Benitez di Chelsea memang tidak akan bertahan lama. Selain karena dia dikontrak hanya berdurasi jangka pendek, mantan pembesut Liverpool itu juga tidak pernah mendapat respek dari fans dan kedua kubu tak jarang adu mulut. Rabu (27/2) lalu, pria Spanyol itu secara terbuka melancarkan kritikannya pada para loyalis klub. Menurutnya, dirinya saat ini cuma membutuhkan dukungan penuh.

Sang juru taktik interim ini juga menyerukan jika para pemainnya butuh sokongan moril demi menggapai hasil maksimal sebelum Benitez bersiap diri mengepak koper meninggalkan kursi panas Stamford Bridge begitu kampanye edisi 2012/13 tamat.

Dengan segala kondisi yang sedang dihadapi Rafa di kerajaan Roman, boleh jadi kontrak eks pelatih FC Internazionale itu tidak akan diperpanjang, atau mungkin juga sebaliknya, bila ditilik dari prestasi apa yang dihadirkannya di pengujung musim kelak. Tapi Bagaimanapun itu, GOAL.com Indonesia sudah punya sejumlah nama-nama suksesor yang berpotensi menggeser posisi Benitez.


BENITEZ BERTAHAN

Posisi Rafa di Chelsea masih serba kabur dan tidak menentu. Bisa saja dia didepak, atau malah sebaliknya.

The Blues telah mencapai babak 16 besar Liga Europa dan merangsek ke perempat-final Piala FA menghadapi Manchester United menyusul kemenangan atas Middlesbrough.

Namun, fakta di atas bukan berarti dapat menghapus reputasi minor sang pelatih di mata fans. Sejak hari pertama kedatangannya, para suporter The Blues tetap pada pendiriannya: membenci Rafa. Kalau pun dua gelar di atas pada akhirnya berhasil digondol, fans sepertinya bakal tetap antipati. Positifnya, setidaknya dia bisa menambah catatan titel ke dalam daftar riwarat hidupnya.

Tentu, si bos besar, Roman Abramovich, menyadari, disharmoni antara Rafa dengan fans akan memainkan peranan penting apakah eks pelatih Liverpool itu akan bertahan atau keluar.


MICHAEL LAUDRUP
Pria Denmark ini benar-benar sedang menikmati musim pertamanya di Swansea City. Itu dirasakannya setelah dia berhasil membawa klub meraih gelar Capital One Cup usai membekap Bradford 5-0 di final. Raihan itu juga merupakan gelar major Swansea yang pertama kali dalam sejarah. Di ajang Liga Primer Inggris, Laudrup juga dianggap sukses menempatkan klub di posisi ideal.

Catatan-catatan itu sontak membuat namanya meroket. Kini dia pun dihubung-hubungkan dengan sejumlah klub besar yang ingin merebus bakat manajerial si pria Denmark, termasuk Chelsea.

Bagaimanapun, Laudrup sepertinya masih kerasan bermukim di Wales selatan untuk periode kariernya sekarang ini. Adalah yang bersangkutan sendiri yang membeberkan rencana-rencana dia di masa yang akan datang pada pekan ini. Artinya, The Blues harus berjuang mati-matian bila ingin mengeluarkan Laudrup dari pintu Swansea.


GIANFRANCO ZOLA

Mantan bintang Chelsea yang merambah dunia kepelatihan dan kerap dikait-kaitkan dengan kursi panas The Blues adalah Gianfranco Zola.

Masa dua tahunnya di West Ham United sejak 2010 silam memang terbilang tidak memuaskan, namun kapabilitas pria Italia ini kembali diperhitungkan ketika dia melatih Watford.

Legenda Chelsea berumur 46 ini telah ditunujuk The Hornets kala musiim panas lalu dan mampu memimpin klub menempati posisi promosi otomatis di Championship musim ini.

Fans The Blues mana yang bakal menolak kedatangan sang legenda yang ketika eranya dia begitu diagung-agungkan dan dinilai sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki klub.


FABIO CAPELLO

Reputasi Capello sedikit ternodai tatkala dia menukangi timnas Inggris, namun bila melihat rekam jejak dia untuk urusan klub, tampaknya tak usah diragukan lagi. Bahkan, pria Italia ini masih dipandang sebagai salah satu pelatih yang memiliki CV paling mengesankan di level klub.

Meski saat ini pria 66 tahun tersebut masih terikat kontrak dengan timnas Rusia, Capello baru-baru ini tidak menampik peluang membesut tim di Inggris. Lebih dari itu, Capello mengklaim dirinya berstatus "tersedia" dan akan senang menerima job dari klub di negeri Ratu Elisabeth.

Roman tentu tidak akan gegabah dalam menentukan pilihannya. Apalagi kalau pelatih itu belum terbukti kualitasnya sama sekali. Roberto Di Matteo mungkin beruntung sempat diberi kepercayaan hingga berhasil mengantar Chelsea merebut tahta Liga Champions sebelum ujungnya dipecat.


MANUEL PELLEGRINI

Meskipun Malaga saat ini sedang menghadapi gejolak di luar lapangan, klub tetap berusaha menjaga ekspektasi mereka musim ini di bawah komando Manuel Pellegrini.

Penjualan nama-nama kunci di musim panas seperti Santi Cazorla agaknya mengindikasikan jika finansial sang owner, Sheikh Abdullah Al Thani, tengah mengalami krisis hebat. Tapi apapun kondisi itu, nama Pellegrini tetap disanjung publik Malaga.

Di ajang La Liga Malaga mengamankan posisi keempat, batas zona akhir tiket menuju Liga Champions musim depan. Di pentas nomor satu Eropa itu, Malaga mampu melenggang ke babak 16 besar sebagai pemimpin di babak grup mengangkangi AC Milan.

Atas dasar inilah yang menjadi alasan Abramovich siap memberi Pellegrini kesempatan di Stamford Bridge untuk unjuk gigi, meski kepindahan pria Cili itu ke Inggris diyakini akan menemui jalan terjal.


GUS POYET

Gus Poyet tidak sepopuler nama-nama di atas, namun masa baktinya selama empat tahun menjadi pemain Chelsea bisa menjadi alasan kenapa dia harus menyetir mantan klub kesayangannya tersebut.

Sejak gantung sepatu, pria 45 tahun ini juga telah menikmati kariernya di dunia manajerial, dan saat ini dia telah memasuki musim keempatnya menahkodai klub Championship, Brighton dan Hove Albion.

Penampilan The Seagulls di bawah komando Poyet juga telah banyak menuai decak kagum dan mendapat pengakuan di ranah Championship. Di liga nomor dua di negeri Ratu Elisabeth itu, klub telah dibawaya menempati posisi play-off untuk promosi ke kasta teratas.

Berpotensi memenangkan tiket promosi ke Liga Primer Inggris, lalu mendadak 'naik kelas' melatih sang jawara Eropa, apa mungkin Poyet akan menolak sebuah kesempata major ini?


DAVID MOYES

Dengan kontrak yang akan kadaluarsa akhir musim ini, David Moyes disebut-sebut akan membuat sebuah langkah besar dengan meninggalkan Everton, yang saat ini sedang di ambang menggapai posisi empat besar.

Bersama pria Skotlandia itu, The Toffes sanggup dibawa melalui periode satu dasawarsa dengan kondisi finansial yang sehat dan kompetitif. Dan sekarang, sudah saatnya bagi Moyes merasakan trofi kompetitif.

Chelsea mungkin akan berjudi bila menarik Moyes ke Stamford Bridge, mengingat rekor-rekor dia kala berhadapan dengan pertandinga besar tidak mentereng, belum lagi fakta kalau sang pelatih minim prestasi selama kurun waktu dia menjabat sebagai mentor Everton.

Namun bila merujuk dari pengalamannya di tanah Inggris, kapasitas Moyes tak perlu dipertanyakan lagi. Memberi dia kans melatih Chelsea bisa menjadi satu lompatan masif bagi yang bersangkutan.


JOSE MOURINHO

Sudah menjadi rahasia umum apabila si pria Kharismatik asal Portugal ini amat sangat diinginkan untuk kembali menduduki kursi panas Chelsea.

Belum ada satu pun suksesor yang mampu menandingi rekor dua gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA dan dua gelar Piala Liga sejak Mourinho masih berjaya di London. Hal ini juga yang lantas membuat pria 50 tahun itu begitu dipuja dan selalu mendapat tempat spesial di hati seluruh loyalis The Blues.

Namun, Mourinho saat ini adalah pelatih raksasa Spanyol, Real Madrid. Meski harapan memenangkan gelar La Liga hampir dipastikan pupus musim ini, Mourinho masih bertekad mempersembahkan gelar ke-10 Eropa bagi Los Blancos.

Mourinho memang sangat dekat dengan Cheslea. Bahkan mantan pembesut tersukses FC Internazionale itu beberapa kali diklaim memiliki rumah di London, yang berdekatan dengan pusat pelatihan The Blues.

Terkait