thumbnail Halo,

Barcelona menerima kekalahan atas Madrid dini hari tadi, dan terlihat tidak punya motivasi. Dengan tanpa Pep Guardiola dan kini tanpa Tito Vilanova, situasinya jadi tidak ideal.


OPINI    ADHE MAKAYASA     Ikuti Adhe Makayasa di twitter

Kadang muncul pendapat bahwa Barcelona tidak memerlukan seorang pelatih. Ada benarnya, karena permainan tim Catalunya lebih mengandalkan kerjasama umpan di atas lapangan. Seperti diketahui, pada suatu waktu, masing-masing pemain seakan tahu di mana rekan satu timnya akan berada, di mana memainkan bola dan apa yang bakal dilakukan setelahnya – ini seperti telepati tiki-taka. Kedengaran bagus dalam teori, namun kekalahan atas Real Madrid, Rabu (27/2) dini hari tadi membuktikan bahwa argumen tersebut sama sekali tidak valid.

Barca terlihat tidak memiliki motivasi di Camp Nou: tim Catalunya ini memegang kendali, namun jarang melesakkan tendangan ke arah gawang selama 90 menit. Bintang-bintang mereka pun gagal bersinar, Lionel Messi yang sering terlihat gesit, justru kehilangan naluri membunuhnya. Sungguh penampilan yang sangat mengecewakan, dan mungkin merupakan penampilan terburuk mereka dalam ingatan.

Sebelum ini, Barcelona memiliki malam buruk lainnya, salah satunya ketika dibekuk AC Milan 2-0 di San Siro. Di pertandingan tersebut, Barca sejatinya tampil superior dibanding tim Milan saat itu, namun hasil akhir merupakan pengecualian.

Adapun, sejak ditinggal Pep Guardiola di akhir musim kemarin, hal tersebut sejatinya memuluskan jalan asistennya Tito Vilanova untuk menjadi orang paling berkuasa di Camp Nou. Akan tetapi, nama terakhir saat ini justru sedang menjalani pengobatan kanker, yang paling tidak akan membuatnya absen hingga akhir Maret.

UJIAN BERAT MENANTI JORDI ROURA
Lawan
Kompetisi Tanggal
Real Madrid (a) La Liga 02/03
AC Milan (h) Liga Champions 13/03
Untuk saat ini, proyek yang dijalankan mungkin terhambat. Dengan 'pelatih' satu dan 'pelatih' dua berada di New York, maka  tanggungjawab sepenuhnya diemban orang ketiga, Jordi Roura, untuk mengisi, dan menjadi bos interim, yang justru tidak mampu menginspirasi atau memicu daya ledak di Camp Nou, Rabu dini hari tadi.

Saat dilatih Guardiola, Barcelona kerap memiliki rencana taktis, seperti tahun lalu saat memberi ruang pada Dani Alves dengan pola 3-4-3 ketika jumpa Milan di pertemuan musim 2011/12. Selain itu, Pep juga menggunakan video untuk memberikan motivasi, dan tak lupa untuk menjaga komunikasi. Dia pernah mengalami situasi sebagai seorang pesepakbola, dan hal itu ia jadikan sebagai pondasi saat menjadi pelatih.

Secara taktikal, Tito juga memberi banyak bantuan pada Guardiola di pertandingan-pertandingan besar. Barcelona rindu motivasi Pep, namun saat ini, mereka bahkan tidak memiliki pelatih yang bekerja secara full-time. Pelatih saat ini, Vilanova, menjalin komunikasi dari New York, di mana ia tidak bisa kembali ke Barcelona karena wajib menjalani istirahat, serta mengingat jauhnya perjalanan pulang. Namun sekali lagi ditegaskan, ia tidak ada di samping skuatnya saat menjalani pertandingan penting, seperti kala jumpa tim asuhan Jose Mourinho di semi-final leg kedua Copa del Rey.

Barca tampak loyo, seperti muncul niatan hanya ingin bermain imbang, di mana hal itu justru menjerumuskan mereka dalam kekalahan. Sekarang, harapan mereka memenangi gelar harus diperkuat lagi, mengingat mereka tidak mempunyai seorang pemimpin sejati di sela-sela waktu.

Di ajang Primera Liga, Barcelona boleh bangga karena mereka memimpin jauh di atas Atletico Madrid dan Real Madrid, ditambah rival-rivanlnya yang kualitasnya berada jauh di bawah, yang berarti mereka tidak mungkin untuk dikejar.

Kini, Barcelona membiarkan Roura berdiri seorang diri, dan Tito tetap sebagai bos bayangan. Hal itu belum akan berubah, karena pihak klub akan tetap memberi waktu sebebas mungkin bagi Tito untuk kembali ke peran aslinya -- terlepas ada potensi untuk dikejutkan tim lawan, seperti kekalahan 3-1 di kandang sendiri atas seteru abadi.

Pengobatan Tito saat ini adalah yang utama, namun pemain-pemain Barcelona pasti mengakui bakal kesulitan karena tidak memiliki pemimpin. Dengan Roura sekarang, mereka berarti menunjuk ‘pelatih’ ketiga dalam rentang waktu kurang dari sembilan bulan, di mana hal itu jauh dari kata ideal.

Ditilk dari segi kualitas armada, tim Catalunya harusnya mampu mengalahkan semua rival-rivalnya. Namun saat melawan tim top, mereka kerap kesulitan karena kehilangan input taktis dan motivasi dari sosok seperti Guardiola dan Vilanova.

Memang, sang mantan, Guardiola, diragukan bakal kembali di masa depan, namun mereka tetap bisa berharap pada Tito untuk segera mendapatkan kesembuhannya, yang sedikit banyak bakal membantu kubu Camp Nou memenangi dua gelar ketimbang satu di akhir musim nanti.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait