thumbnail Halo,

Dengan trio pemain muda yang berada di klub mapan dunia, les Blues boleh kembali optimistis bahwa mereka bisa mendapatkan lagi kejayaan lama yang seolah hilang.


OPINI   ROBIN BAIRNER     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA  

Setelah beberapa tahun mengalami kemunduran, akhirnya muncul satu harapan baru bagi Prancis untuk bisa memulihkan dirinya sebagai salah satu kekuatan sepakbola dunia. Les Blues boleh saja gagal di Euro 2012, akan tetapi serombongan pemain muda potensial di beberapa klub hebat dunia memunculkan harapan segar jelang menjadi tuan rumah Euro 2016.

Tim nasional Prancis sendiri telah melewatkan dekade ini dari satu bencana ke bencana lainnya. Terlepas mencapai final Piala Dunia 2006, Prancis cenderung tampil kurang mengesankan di turnamen besar, bahkan sempat menyerah di tangan Spanyol pada gelaran Euro 2012.

Jika waktu dimajukan delapan bulan dari kegagalan Euro 2012, masa depan les Blues tiba-tiba berubah cerah. Beberapa pemain muda potensial di Eropa mereka tengah menjalin jalannya untuk menembus tim nasional senior, di mana sebagian dari mereka dihasilkan oleh sistem akademi domestik yang kompetitif sebelum diasah oleh tim elit luar negeri.

LIMA PEMAIN MASA DEPAN
 LUCAS DIGNE | LILLE

Bek kiri ini sepertinya bakal menjadi salah satu yang terbaik di posisinya.
 M'BAYE NIANG | AC MILAN
Bakal menjadi salah satu kekuatan yang paling mematikan di Serie A untuk satu dekade ke depan.
 PAUL POGBA | JUVENTUS

Membuat semua orang terkesan sejak pindah ke Turin dari Man Utd di musim panas.
 ADRIEN RABIOT | PSG

Seorang gelandang berbakat yang mampu melengkapi pemain impor di Paris.
 RAPHAEL VARANE | REAL MADRID

Telah menunjukkan kematangan selama 18 bulannya di Spanyol. Disamakan dengan Fernando Hierro.

Tidak ada klub lain yang lebih kompetitif ketimbang Real Madrid, dengan bek sentral Raphael Varane yang diatur untuk menikmati hubungan panjang dengan los Blancos setelah tampil mengesankan di ajang Clasico seminggu lalu. Dibeli dari akademi muda Lens, pemain berusia 19 tahun itu menjadi man of the match di laga besar pertamanya bersama klub terbesar di dunia, bahkan mencetak gol guna menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

“Dia masih berusia 19 tahun dan cukup ‘wah’ untuk kemudian tampil melawan Barcelona tanpa membuat suatu kesalahan seperti yang ia pertunjukkan,” ujar legenda Madrid Emilio Butragueno, yang mengabaikan fakta bahwa Varane tidak hanya menikmati pertandingan tanpa celah tersebut, tapi juga membersihkan kesalahan yang dibuat oleh pemain yang jauh lebih berpengalaman macam Ricardo Carvalho.

Cepat, kuat, dan bagus dalam membaca permainan, dia bisa membuat debut internasional pertamanya melawan Jerman pada Rabu (6/2) ini. Namun demikian, bersama Mapou Yanga-Mbiwa dan Mamadou Sakho yang masih berada di tahapan awal karir mereka, Prancis terlihat bagus untuk stok di posisi bek sentral dalam beberapa tahun ke depan.

Di sektor gelandang, ada pemain berusia 19 tahun lainnya yang menarik perhatian, kali ini ia ada di tim Juventus. Paul Pogba tumbuh bersama akademi Le Havre sebelum dijual ke Manchester United. Tidak senang lantaran gagal mendapat tempat utama di Old Trafford, sang gelandang lantas membuka jalannya ke Serie A pada musim panas.

Beberapa kritik menyebut Pogba arogan karena hengkang dari pimpinan Liga Primer, namun keputusannya terbilang tepat karena ia tampil reguler bersama Si Nyonya Tua, meski ia hanya menjadi pemain alternatif pertama untuk trio lini tengah seperti Arturo Vidal, Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio, dengan tetap menampilkan standar tertinggi.

Selama musim ini, ia telah digambarkan sebagai ‘pemain muda terbaik di dunia’. Pogba, yang kelahiran Paris, tampak memiliki dunia di kakinya bersama raksasa Turin, dengan mempunyai kemampuan untuk mendikte permainan di usia yang masih belia.

Pemain muda Prancis lainnya yang tengah mengukir namanya di Italia adalah M’Baye Niang, yang menjadi pencetak gol termuda nomor dua bagi AC Milan dalam sejarah ketika ia mendepak Reggina di ajang Coppa Italia, Desember silam.

“Niang lebih baik dari Balotelli,” demikian presiden Silvio Berlusconi berkata kepada Radio Mars, sebelum akhirnya mendatangkan striker Manchester City itu pada bursa transfer Januari.

Bahkan sebelum kedatangan Super Mario ke San Siro, Niang sempat disamakan dengan pemuda Italia itu, lantaran gaya antiknya yang hampir serupa. Niang bahkan mengaku kepada RMC bahwa ia menjadi ‘sedikit gila’ ketika merapat ke Milan. Adapun, untuk saat ini, ia tengah menjalani hukuman larangan bermain untuk tim nasional setelah melanggar jam malam saat membela skuat U-21 pada musim gugur kemarin.

Namun, pemuda berusia 18 tahun itu terlihat tenang dan menuai manfaatnya di lapangan. Turun bersama Balotelli di pekan kemarin saat melawan Udinese, ia memberi kontribusi nyata dan kini siap membangun jalannya menjadi salah satu duet lini depan terbaik di Serie A.

Selain itu, ada pemain muda hebat lainnya yang menarik perhatian. Moussa Sissoko di usia 23 tahun, sedikit lebih tua memang, tapi bersama Newcastle ia menunjukkan potensi yang mengerikan, sementara bek kiri Lille Lucas Digne adalah remaja yang ditakdirkan untuk masa depan.

Di sisi lain, ambisi Lyon dalam meraih gelar Ligue 1 untuk saat ini dipimpin oleh pemain muda yang telah menunjukkan bahwa mereka punya skill, tekad, kepercayaan dan kerjasama untuk menyamai dollar-nya Paris Saint-Germain, dengan mengandalkan Samuel Umititi (19), Alexandre Lacazette (21) dan Clement Grenier (22) bersamaan dengan penggawa lainnya yang tampil mengesankan.

Sementara itu, PSG juga punya prospek cerah yang tengah menggeliat, yang terbaik di antaranya adalah pemuda berusia 17 tahun Adrien Rabiot, yang dipinjamkan ke Toulouse guna mendapatkan kesempatan bermain.

Jadi, masa depan bagi Prancis terlihat cerah. Dan dengan Varane, Pogba serta Niang, yang mungkin merupakan trio pemain muda terbaik di antara negara lainnya, masa depan les Blues tampaknya berada di tangan yang aman.

 

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait