thumbnail Halo,

Performa Fiorentina membuktikan Juventus tidak sekuat yang dibicarakan banyak orang.


GOAL.com Indonesia   CATATAN
KRIS VOAKES
ALIH BAHASA
MUHAMMAD RUFFY

Rekor tak terkalahkan Juventus mungkin masih bertahan saat bertandang ke Florence Rabu [26/9] akan tetapi I Bianconeri tampaknya harus menjalani tes terberatnya dalam 16 bulan sebagai tim yang terkalahkan di Serie A. Apa yang ditunjukkan Fiorentina pada partai di Artemio Franchi Rabu kemarin tampaknya bisa dijadikan contoh bagi tim-tim Serie A lain untuk membendung Juventus, bahkan mengalahkan skuat Antonio Conte tersebut.

Sembilan hari sebelumnya, Juventus juga kesulitan saat menghadapi Genoa saat di satu jam pertama mereka tertinggal 1-0 akibat kegagalan membendung ancaman Ciro Immobile dan Marco Borriello.

Kelemahan mereka dipertegas saat Juve harus menghadapi skuat Vincenzo Montella. Bahkan saat itu tidak ada reli-reli di babak kedua, atau perasaan lega usai 90 menit dilalui. Juventus memang tetap tak terkalahkan dan tetap mempertahankan posisi puncak Serie A setelah lima laga, akan tetapi setelah empat laga yang dilalui dengan kemenangan meyakinkan, partai melawan Fiorentina menunjukkan kelemahan Juve.

Bukan barisan penyerang yang menjadi kelemahan Juve malam itu, yang musim lalu sering membuat skuat Si Nyonya Tua meraih satu poin saat seharusnya mendapat tiga poin. Kelemahan Juve malam itu terletak pada lini tengah mereka. Kuartet Emanuele Giaccherini, Claudio Marchisio, Andrea Pirlo, dan Arturo Vidal, tidak tampil pada form biasanya. Masuknya Fabio Quagliarella dan Sebastian Giovinco tidak memperkuat lini ini, sebaliknya justru membuat barisan penyerang Juve terlihat semakin tak berguna.

FAKTA PERTANDINGAN | Fiorentina 0-0 Juve

Tendangan

Tepat Sasaran
PenguasaanBola
Sepak Pojok
Kartu Kuning
FIORENTINA
12
2
  52%
2
3
JUVENTUS
7
3
  48%
2
1

La Viola memang bermain gemilang malam itu. Romulo, David Pizarro, dan Borja Valero menjadi paduan yang baik setelah ketiganya membuat lini tengah Juve seolah dibuat tak bisa bernapas dengan tekanan mereka sepanjang pertandingan. Skuat Montella bahkan sebenarnya bisa memenangkan pertandingan seandainya barisan penyerangnya sedikit lebih tenang dalam menyelesaikan peluang mencetak gol ke gawang Gianluigi Buffon.

Kelemahan utama Juve malam itu tampaknya tidak adanya seorang playmaker. Sedangkan Fiorentina menunjukkan kualitasnya melalui dua pemain mudanya Adam Ljajic dan Stevan Jovetic. Jovetic bahkan nyaris mencetak gol seandainya usahanya dari sisi kanan tidak melambung.

Penampilan lini tengah Juventus malam itu barangkali merupakan yang terburuk selama ditangani Conte. Pirlo yang tak berkutik akibat penjagaan ketat para pemain Fiorentina membuatnya harus diganti oleh Paul Pogba di 15 menit terakhir. Namun bahkan Vidal yang biasanya apik bermain sangat buruk malam itu.

 


Pemain timnas Chile tersebut telah menderita cedera engkel sejak partai Liga Champions melawan Chelsea pekan lalu. Vidal telah bermain lebih dari 200 menit selama enam hari terakhir. Jika penjagaan terhadap Pirlo dilakukan terus-menerus oleh tim manapun di Serie A maka Juventus agaknya harus siap mencari alternatif yang mesti dibiasakan bermain di skuat inti, salah satunya pada diri Pogba

Sementara itu di posisi lini tengah yang lain, Marchisio dipastikan akan kembali turun saat melawan AS Roma nanti. Akan tetapi Conte tampaknya harus mulai mempertimbangkan untuk memasang Kwadwo Asamoah, alih-alih Giaccherini yang berkarakter menyerang. Kemampuan bertahan pemain asal Ghana tersebut tampaknya akan lebih dibutuhkan saat melawan Roma nanti.

Sebelum pertandingan, Carrera mengklaim telah memiliki telepati antara dirinya dengan Conte. Hal tersebut sebelumnya memang membuat Juve sebelumnya seolah bisa melalui periode tanpa pelatih utama tersebut dengan mulus. Akan tetapi saat melawan Fiorentina tampaknya telepati tersebut tak terjadi.

Sementara itu Montella tampaknya berhasil sumringah saat pertandingan tersebut berakhir. Kekalahan telak Fiorentina 5-0 musim lalu di Firenze tampaknya bakal terkubur dalam-dalam. Montella bahkan mungkin akan merasa seharusnya mereka mendapatkan tiga poin. Meskipun demikian performa tersebut tampaknya cukup membuat Fiorentina menjadi tim yang disegani musim ini.

Fiorentina juga membuktikan bahwa Juventus bisa dikalahkan. Kini tinggal diperlukan tim yang bisa melakukan kinerja lini tengah seperti yang dilakukan Fiorentina digabung dengan serangan-serangan yang mirip dilakukan Genoa untuk mengalahkan Juventus, sebelum Si Nyonya Tua mendekati rekor Milan yang tak terkalahkan dalam 58 pertandingan.

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait