thumbnail Halo,

AC Milan meraih hasil buruk di San Siro di awal musim ini.

GOAL.com Indonesia   ANALISIS
HAPPY SUSANTO

AC Milan hanya bermain imbang tanpa gol lawan klub Belgia Anderlecht di pertandingan perdana Grup C Liga Champions di San Siro, Rabu (19/9) dinihari WIB.

Penampilan itu menambah deretan kekecewaan yang dirasakan fans Rossoneri. Dari tiga pertandingan awal Serie A Italia musim ini, klub asuhan Massimiliano Allegri itu hanya mampu meraih tiga poin, hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan. Mereka sempat dikalahkan Sampdoria 1-0 dan Atalanta dengan skor yang sama.

Padahal, sebelum kick-off laga kontra Anderlecht, sempat ditayangkan di layar besar beberapa memori terakhir penampilan hebat AC Milan di Eropa. Misalnya, kemenangan besar 4-0 atas Arsenal dan keberhasilan merengkuh gelar di Old Trafford dengan mengalahkan Juventus dan klub-klub besar lainnya.

Namun, apa yang terjadi sepanjang 90 menit di atas lapangan justru bertolak belakang.

Laga imbang tanpa gol lawan Anderlecht itu kian menunjukkan kritik yang sedang dihadapi AC Milan. Penampilan sepanjang 45 menit mengecewakan. Masuknya Stephan El Shaarawy pada menit ke-60, menggantikan Kevin-Prince Boateng, sempat memberi secercah harapan. Namun, sejumlah peluang yang didapat belum bisa membawa tim meraih kemenangan.

Penjualan atau hengkangnya sejumlah bintang pada bursa transfer musim panas lalu rupanya memberi pengaruh cukup signifikan. Tidak ada lagi Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Clarence Seedorf, dan sebagainya. Para pahlawan sudah berguguran. Namun, pemain-pemain yang ada saat ini tampaknya tidak bisa menginspirasi kesuksesan di masa lalu.

Kris Voakes dari GOAL.com Italia memaparkan sejumlah alasan kalau musim ini bisa disebut sebagai era terburuk sejak kedatangan Silvio Berlusconi pada 1986.

Setelah Fabio Capello meninggalkan Real Madrid, mereka justru meneruskan raihan empat gelar dalam lima musim dengan finis di peringkat ke-11 dan hanya di peringkat kesepuluh saat Don kembali lagi untuk musim berikutnya. Mereka kemudian ditangani Alberto Zaccheroni, Fatih Terim, dan Carlo Ancelotti dengan finis tidak lebih dari peringkat ketiga dalam masa empat tahun. Tapi, kondisi itu justru memuncak saat mereka mampu juara di Eropa pada 2003.

Setelah itu kondisinya sangat berbeda. Milan sekarang ini mengingatkan kita pada era kepelatihan Leonardo pada musim 2009/10. Saat itu, tim kurang disiplin taktik dan kemampuan teknis. Mereka pernah kalah 4-0 dari FC Internazionale dan Manchester United. Saat itu fans merasa kurang senang dengan gaya permainan tim. Pelatih asal Brasil itu mungkin tidak memiliki petunjuk apa yang bisa dilakukannya di bangku cadangan. Tapi, ia mengirim Ronaldinho, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, David Beckham, dan Alexandre Pato dengan modus operandi untuk menyenangkan para penonton. Boleh dibilang, masa kepelatihan Leonardo tidak sukses.

Di bawah kepelatihan Allegri, masih ada beberapa masalah. Mereka sekarang tidak menang, tidak menghibur, dan sepertinya tidak bagus. Boateng, yang sekarang dianggap sebagai pemain berbakat di starting XI, justru belum menunjukkan kekuatan seperti saat ia menjadi bintang yang mengejutkan di musim lalu. Gelandang asal Ghana ini direkrut dari Genoa pada 2010. Ia sekarang terlihat kurang fit atau bahkan termasuk ide bermain. Memang ia bukan satu-satunya pemain yang layak disorot, tapi perbedaan antara musim lalu dan sekarang sangat mencolok.

Yang lebih buruk lagi, Milan belum memiliki arah jelas untuk mengakhiri masalah yang ada. Tidak seperti di akhir 1990-an atau awal 2000-an. Petinggi klub terpaksa menjual Ibra dan Silva dengan alasan finansial. Mereka dituntut perlu melakukan sesuatu yang berarti pada Januari nanti. Posisi Allegri pun bisa terancam dalam beberapa pekan ke depan kalau tidak ada perbaikan berarti.



Fans tidak ingin mau tinggal diam melihat klub kesayangan mereka terpuruk. Namun, mereka tetap bangga dengan apa yang sudah diraih klub. Allegri menyatakan usai pertandingan kontra Anderlecht, Rossoneri sedang menapaki langkah kecil di arah yang benar. Tapi, ucapan itu sama saja dengan menghina fans kalau masalah tidak segera dibenahi.

Menurut pandangan banyak pengamat sepakbola, Milan ada di posisi ketiga yang difavoritkan untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Tapi, faktanya mereka baru meraih tiga poin di Serie A dan pemain yang terakhir mencetak gol di San Siro adalah mantan striker, Filippo Inzaghi.

Inikah tim terburuk di era kepemimpinan Berlusconi?

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait