thumbnail Halo,

Tanpa gol di dua pertandingan adalah statistik yang kurang nyaman bagi tim sekelas The Gunners. Apakah tiadanya Robin Van Persie menjadi alasan ketidakmampuan Arsenal mencetak gol?

GOAL.com Indonesia   OLEH
Sandy Mariatna

Hasil 0-0 melawan Stoke City pada lanjutan Liga Primer Inggris (EPL), Minggu (26/8) adalah bukti nyata bahwa penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama Arsenal.

Menguasai jalannya pertandingan, Thomas Vermaelen dkk gagal memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. Skor kacamata tersebut melanjutkan hasil serupa pekan lalu saat menjamu Sunderland.

STATISTIK ARSENAL MUSIM 2012/13
JUMLAH PERTANDINGAN:
TEMBAKAN KE GAWANG:
TEMBAKAN ON TARGET:
GOL:
2
30
10
0
PERTANDINGAN BERIKUT ARSENAL (EPL)
2/9
15/9
23/9
29/9
vs Liverpool (t)
vs Southampton (k)
vs Manchester City (t)
vs Chelsea (k)

Umpan-umpan dan serangan yang dibangun para pemain anyar seperti Santi Cazorla, Lukas Podolski, maupun Olivier Giroud dibantu oleh gelandang Mikel Arteta dan Abou DIaby tetap tidak mampu menembus pertahanan kokoh Stoke City yang digalang duo bek Ryan Shawcross dan Robert Huth.

Meski banyak peluang-peluang yang tercipta, Tim Meriam London gagal mempersembahkan gol pertama mereka di musim ini. Tercatat 16 kali Arsenal melakukan tembakan ke arah gawang, 6 di antaranya on target.

Peluang dari set piece juga tidak dimaksimalkan. Arsenal mendapat banyak kesempatan melalui tendangan sudut dan juga tendangan bebas. Sayang, tak ada satu gol pun yang tercipta.

Sekedar catatan, musim lalu Arsenal berhasil mencetak 74 gol di EPL. Itu artinya, The North Londoners berhasil mencetak rataan 1,95 gol di setiap pertandingan. Catatan yang cukup baik.

Namun perhatikan fakta berikut: 30 gol dari Arsenal musim lalu dicetak oleh seorang Robin Van Persie. Itu artinya 40 persen gol tercipta oleh mantan kapten Arsenal tersebut yang justru kini memilih hengkang ke klub rival, Manchester United.

Hampir dua gol tercipta di setiap pertandingan menunjukkan di musim 2011/12 tersebut tim anak asuh Arsene Wenger ini sangat baik dalam hal menyerang.  

Gagalnya para pemain The Gunners mencetak gol dalam dua pertandingan awal tersebut sontak memunculkan satu pertanyaan: sudahkah Arsenal move-on dari sosok Robin van Persie?

Banyak yang mengatakan, ketergantungan akan Van Persie menjadi penyakit yang masih belum dapat ditemukan obat penawarnya. Tak pelak, penyerang Belanda tersebut bak “dewa penyelamat” bagi Arsenal. Ia kapten, inspirator tim, sekaligus mesin gol bagi The Gunners.

The Gunners pada waktu itu terseok-seok di awal musim, sempat bercokol di zona degradasi, dan sempat pula dibantai 2-8 oleh United. Perlahan tapi pasti, Arsenal akhirnya bangkit perlahan dan berhasil finis di posisi ketiga musim lalu.

"Saya tak ingin meratapi kepergian Robin van Persie karena memang ia memang talenta luar biasa, tapi saya masih belum khawatir kami belum mencetak gol, karena kami akan mendapatkannya dengan pemain-pemain yang kami miliki."

- Arsene Wenger

Memang ini masih awal musim 2012/13, tetapi bukankah awal yang baik adalah syarat mutlak untuk penyelesaian yang baik. Dua poin dalam dua pertandingan plus nihil gol menjadi pekerjaan rumah bagi Arsene Wenger dan juga para pemainnya.

Pekan depan (2/9), The Gunners akan kembali bertandang. Kali ini, Liverpool dan Anfield menjadi perpaduan yang pas untuk menguji seberapa mampu para pemain Arsenal dapat menuntaskan penyelesaian akhir yang masih menjadi titik lemah.

Publik Emirates berharap, Arsenal segera menemukan cara untuk mengonversikan peluang menjadi gol. Jika tidak, puasa gelar selama tujuh tahun mungkin akan terus berlanjut.

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

 

Terkait