thumbnail Halo,

Dengan Pirlo dan sihirnya, terdapat alasan bagi para fans Juventus untuk berani bermimpi timnya menjuarai Liga Champions.

Yang pertama adalah Ezequiel Lavezzi, kemudian disusul Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva. Beberapa saat lagi tampaknya Julio Cesar dan Maicon juga akan meninggalkan Serie A. Jangan dilupakan juga Alessandro Del Piero, Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, dan Filippo Inzaghi.

Untuk sebuah alasan, Serie A dari tahun ke tahun semakin tidak atraktif. Ditambah lagi terjadinya skandal Calcioscommesse yang jelas-jelas tidak akan menolong. Dari sudut pandang teknis, Serie A juga semakin jelek karena perlahan-lahan liga tersebut kehilangan para jawara yang telah menorehkan sejarahnya di sepakbola Italia.

Beberapa dari mereka pergi karena usia yang kian menua, namun yang disayangkan adalah beberapa dari mereka yang masih berstatus superstar tidak bisa digantikan di klubnya. Sementara itu sisanya tertarik bergabung dengan klub-klub Arab dan Rusia yang tidak peduli dengan krisis finansial global maupun Financial Fair Play.

Barangkali satu-satunya bintang yang masih betah bertahan di Serie A hanyalah Andrea Pirlo. Ia adalah satu-satunya pemain Serie A yang berhasil berada di deretan 30 pemain teratas pilihan Goal.com 50 sepanjang musim 2011/12. Goal.com 50 adalah daftar pemain terbaik selama setahun pilihan para jurnalis Goal.com di seluruh dunia.

Pirlo berada di urutan kelima, di bawah Cristiano Ronaldo, Iker Casillas, Lionel Messi, dan Andreas Iniesta. Untuk menemukan protagonis lain dari sepakbola Italia, maka anda harus turun lagi ke posisi ke-37 dimana terdapat Arturo Vidal dan Gianluigi Buffon yang berada tak jauh di bawahnya
PIRLO MUSIM 2011/12


Kompetisi
Serie A

Coppa Italia

Euro 2012

Kualifikasi Euro

Pertandingan Persahabatan antar negara
Pertandingan
37

4

6

4

5
Gol
3

0

1

0

0

Tak diragukan lagi, setelah dua fenomena dalam sepakbola dunia dan dua pemain Spanyol yang memenangkan Euro 2012, Pirlo adalah pemain terbaik musim lalu karena merupakan pemain paling berpengaruh, baik bagi klubnya maupun timnas Italia.

Apa yang tidak dimiliki Juventus di bawah pelatih Luigi Del Neri adalah seorang 'pemimpin pendiam' di lini tengah. Kedatangan Pirlo musim panas tahun lalu menjawab kebutuhan tersebut. Setelah menjalani musim yang tak berarti bersama AC Milan, dimana ia lebih banyak salah pengertian dengan pelatih Massimiliano Allegri, Pirlo menemukan sentuhannya kembali di Juventus, yang mana pernah membawanya berjaya di tahun-tahun puncaknya.

Musim lalu, ia membuat assist terbanyak dari gol-gol Juventus (11) serta mencetak tiga gol. Akan tetapi yang terpenting bagi Juventus adalah kepercayaan diri serta kepemimpinan yang ditularkan Pirlo kepada skuat yang tidak terbiasa memenangkan pertandingan.

Benar memang Juventus diuntungkan karena tidak mengikuti kompetisi Eropa, akan tetapi siapapun yang meragukan kemampuan Pirlo harus melihat penampilannya untuk Italia di Euro 2012. Terlepas dari kekalahan atas Spanyol di final, apa yang ditunjukkannya di kejuaraan empat tahunan tersebut telah membuat para fans sepakbola di seluruh penjuru Eropa berdecak kagum.

Pada musim 2012/13 nanti, Pirlo akan mendapatkan panggungnya kembali di Liga Champions Eropa. Ada sesuatu yang membuat pemain berusia 33 tahun itu cocok dengan kompetisi tersebut, apalagi ia memang sudah terbiasa memenangkannya, yaitu saat berkostum Milan pada musim 2002/03 dan musim 2006/07.

Perburuan titel Liga Champions ketiga untuk Juventus dimulai saat ini. Memang menyaingi klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid dan juara musim lalu Chelsea ibarat mendaki Everest, akan tetapi dengan Pirlo dan sihirnya, terdapat alasan bagi para fans Juventus untuk berani bermimpi.

 

SIAPA TERATAS DALAM DAFTAR
50 PEMAIN TERBAIK 2012
VERSI GOAL.COM?

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.


Terkait