thumbnail Halo,

Sejauh ini, Bianconeri cerdas belanja. Satu tambahan vital lagi, Juventus akan berpotensi menjuarai Eropa.

Sepanjang Februari dan Maret, Juventus -- kali pertama pada musim 2011/2012 -- mengalami ujian berat sesungguhnya. Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli istirahat akibat problem jangka pendek, dan La Vacchia Signora harus mengkonversi Arturo Vidal menjadi pemain belakang darurat. Orang pun bertanya-tanya apakah sedemikian serius kekuarang Bianconeri di lini belakang dalam upaya mereka meraih gelar Serie A?

Juventus melewati ujian itu dengan enam kali draw dari tujuh laga. Namun Juventus memenangkan sepuluh dari 11 laga berikut ketika skuad mereka lengkap. Mereka merampas puncak klasemen, dan meraih gelar yang telah berada di sebelah tangan AC Milan.

Langkah berikut adalah memenangkan kejuaraan Eropa. Antonio Conte, dan seluruh hirarki klub, tampaknya telah berada di jalur yang benar dalam upaya memperkuat klub untuk membuat Bianconeri layak menjuarai Liga Champions 2012/2013.

Musim lalu, mereka memiliki Simone Padoin, Marco Borriello, dan striker gaek Alessandro Del Piero sebagai alternatif pertama ketika satu atau dua pemain inti terkena cedera atau larangan berlaga. Musim depan, mereka memiliki banyak pemain berkualitas dan kuat di bangku cadangan.

Pembelian Kwadwo Asamoah dan Mauricio Isla dari Udinese merupakan langkah maju bagi klub. Isla memperlihatkan form fantastik dan fleksibilitasnya di sisi kanan atau di lapangan tengah selama bersama Udinese. Asamoah adalah salah satu pemain paling mengesankan selama beberapa tahun terakhir di Serie A.

Asamoah, pemain asal Ghana, menjadi mesin penggerak Udinese saat Zebrete lolos ke play-off Liga Champions dalam dua musim berturutan. Francesco Guidolin sadar bukan Gokhan Inler yang menjadi pemain kunci Udinese musim 2010/2011, tapi Asamoah. Performa luar biasa Asamoah membantu Udinese finish di urutan ketiga. Daya tahan, sikapnya yang dingin saat melepas tembakan, dan ketepatan waktu saat menerima umpan di jantung pertahanan lawan, membuat Udinese menjadi tim sulit dikalahkan.

Asamoah layak berada di starting XI Juventus sejak pekan pertama musim depan, kecuali jika dia membutuhkan waktu adaptasi. Tidak ada alasan Asamoah tidak bisa bersaing dengan yang lain, kendati Claudio Marchisio -- yang bermain 36 kali bersama Andrea Pirlo -- dan Arturo Vidal masih diunggulkan untuk menjadi starter.

OPSI-OPSI POTENSIAL JUVENTUS 2012-13


Penjaga Gawang

Gianluigi Buffon
(atau Marco Storari)

RIGHT-BACK
CENTRE-BACK
CENTRE-BACK
LEFT-BACK

Stephan Lichtsteiner
(Martin Caceres)
(Mauricio Isla)

Andrea Barzagli
(Lucio)
(Martin Caceres)

Giorgio Chiellini
(Leonardo Bonucci)


Paolo De Ceglie
(Federico Balzaretti?)
(Giorgio Chiellini)


CENTRE MIDFIELD
CENTRE MIDFIELD
CENTRE MIDFIELD

Arturo Vidal
(Simone Padoin)


Andrea Pirlo
(Luca Marrone)


Kwadwo Asamoah
(Claudio Marchisio)
(Emanuele Giaccherini)


RIGHT FORWARD
CENTRE FORWARD
LEFT FORWARD

Mauricio Isla
(Simone Pepe)

??
(Alessandro Matri)

Sebastian Giovinco
(Mirko Vucinic)

Kenyataannya adalah salah satu dari Asamoah dan Marchisio akan duduk di bangku cadangan di beberapa bagian musim, jika kita melihat skuad Conte secara keseluruhan secara lebih seksama. Kedatangan Lucio dari Internazionale dan pengubahan status Martin Caceres dari pemain pinjaman menjadi permanen, membuat lini belakang lebih berkualitas.

Lupakan kedatangan kembali Sebastian Giovinco dari Parma. Juventus relatif telah menangani sejumlah isu. Mungkin, yang masih harus diperhatikan adalah punta prima -- leading man dalam skema permainan menyerang.

Musim lalu, Juventus kesulitan mencetak gol di saat-saat penting, kendati barisan gelandangnya menciptakan banyak peluang. Sejauh ini, Juventus masih mencari striker yang mampu mengkonversi sebanyak mungkin umpan menjadi gol.

Mereka memiliki Alessandro Matri, Mirko Vucinuc, Fabio Quagliarella, Borriello, dan Vicenzo Iaquinta, tapi semuanya tidak memenuhi harapan. Mereka banyak membuang peluang, dan membuat fans sering jengkel. Jika ingin memiliki harapan menjuarai Liga Champions, Juventus harus mencari striker berkelas dunia.

Striker yang mampu mencetak gol dapat membuat perubahan. Juventus membutuhkan pencetak gol, yang kerap menjadi pahlawan. Jika memiliki striker yang mampu memproduksi 20 samai 30 gol dalam satu musim, Juventus akan lebih diperhitungkan. Jika tidak, mereka bisa dikatakan gagal.

Edinson Cavani dan Neymar kerap dikaitkan dengan Juventus. Sedangkan Mario Balotelli dan Robin van Persie mungkin telah dilupakan. Siapa pun datang, Cavani atau Neymar, akan memberikan tambahan kekuatan bagi Bianconeri.

Jadi, jika Juventus mampu memberikan satu tambahan kualitas di skuat-nya, ada alasan bagi siapa pun untuk percaya bahwa Juventus akan menjadi menimbulkan gelombang besar di Liga Champions.

Terkait