thumbnail Halo,

Sebulan lagi perhelatan Euro 2012 digelar dan GOAL.com mengulas bagaimana perjalanan Ukraina, Swedia, Prancis & Inggris menuju putaran final.

Bagaimana menggambarkan mereka yang bercokol di Grup D fase grup Piala Eropa 2012? Ada salah satu dari tuan rumah, satu tim yang solid dan dua tim lain yang di turnamen sebelumnya meraih hasil menyesakkan.

Ukraina tentunya akan mengantungi keunggulan sebagai tim tuan rumah. Padahal di atas kertas, mereka menjadi tim non-unggulan karena tak bermain di kompetisi besar untuk dua tahun.

Sementara Swedia bisa dikatakan tim kuat dan stabil. Lolos dari kualifikasi dengan status runner-up terbaik dan memiliki striker kelas dunia bernama Zlatan Ibrahimovic.

Ada pun Prancis sudah menjalani proses membangun di tangan Laurent Blanc. Hasilnya cukup menjanjikan, yang menjadikan Prancis sebagai salah satu favorit juara.

Sedangkan Inggris bak sebuah perahu yang tanpa arah. Mereka baru saja memiliki pelatih, juga kehilangan pemain pentingnya, seperti Wayne Rooney di dua laga awal. Tiga tim lain bisa sangat mungkin menjegal Inggris.

Dengan kompetisi Piala Eropa 2012 segera bergulir, GOAL.com mereview ulang langkah keempat tim bisa lolos dari fase grup dan berada di Grup D di putaran final musim panas mendatang.

UKRAINA

Ukraina secara otomatis lolos ke putaran final Piala Eropa karena berstatus sebagai tuan rumah bersama Polandia. Ukraina kini hanya mengusung tidak membuat malu di depan pendukung sendiri dengan rekor tak membanggakan sejauh ini.

Terakhir kali Ukraina tampil di turnamen besar Eropa adalah pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Sejak itu, skuat asuhan Oleg Blokhin tak tampil perkasa. Musim panas nanti, Ukraina harus menunjukkan kemampuan mereka sebagai tim Eropa Timur.

Untuk menguji kekuatan mereka, Ukraina menggelar serangkaian laga ujicoba. Seperti melawan Belanda di Donetsk pada Agustus 2010, di mana hasil akhir partai ujicoba itu berkesudahan 1-1. Hasil yang sama juga dipetik Ukraina saat menghadapi Polandia di Lodz, tapi bisa menang 2-1 atas Cili di kandang sendiri.

Hasil imbang 2-2 menjadi raihan berikutnya Ukraina di agenda ujicoba mereka di bulan Oktober, sebelum kemudian menyerah kalah 2-0 dari Brasil di Inggris. Di akhir 2010, Ukraina kembali meraih hasil imbang saat melawan Swiss di Jenewa dengan skor 2-2.

Di tahun 2011, Ukraina bisa mencatat kemenangan 2-0 atas Uzbekistan, lewat go Anatoliy Thmoschuk dan Andriy Voronin. Tapi setelahnya, Ukraina mencatat empat kekalahan beruntun saat menghadapi tim kuat seperti Prancis, Swedia, Uruguay dan Republik Ceko.

Setelahnya, Ukraina mencatat hasil tak terkalahkan di lima laga terakhir. Melawan Bulgaria dan Estonia, Ukraina bahkan bisa menang, juga saat menghadapi Austria dan Israel. Hanya melawan Jerman yang akhirnya berakhir dengan hasil imbang.

Oleh Blokhin pun tak boleh membayangkan terlalu muluk mengenai kemungkinan skuatnya melangkah ke babak berikutnya. Tapi dengan berlaga di kandang sendiri, kans itu masih ada.

SWEDIA

Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2010, Swedia punya modal semangat besar untuk bisa tampil di Piala Eropa 2012.

Di babak kualifikasi grup, Swedia berada di grup yang cukup berat. Mereka harus bermain melawan Belanda, Hungaria, Finlandia, Molova dan San Marino do Grup E. Namun Swedia yang akhirnya bisa lolos meski hanya berstatus sebagai runner up terbaik.

Lawan pertama yang dihadapi Swedia adalah Hungaria di Solna. Dua gol dari Pontus Wernbloom yang akhirnya memastikan kemenangan 2-0 Swedia di laga itu. Empat hari kemudian, giliran San Marino yang dipermak dengan skor 6-0 di Malmo, dengan Ibrahimovic mencetak dua gol di laga itu.

Tapi melawan Belanda pada Oktober 2010 di Amsterdam Arena, Swedia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-1. Klaas-Jan Huntelaar dan Ibrahim Afellay masing-masing mencetak dua gol di laga itu.

Swedia bangkit di bulan Maret dengan Moldova ditekuk dengan skor 2-1. Dalam laga balasan, Moldova kembali dipermak Swedia dengan skor 4-1. Finlandia juga ditekuk dengan skor 5-0 dengan Ibrahimovic mencetak tiga gol di Solna.


Namun melawan Hungaria di Budapest, Swedia kalah dengan skor 2-1. Beruntung lawan yang dihadapi kemudian adalah tim lemah, San Marino. Momentum bangkit pun dimaksimalkan dengan baik dengan menang 5-0 di laga away. Finlandia juga ditekuk 2-1 di bulan Oktober 2011.

Swedia bisa membalas kekalahan di Amsterdam Arena dengan menundukkan Belanda 3-2. Tapi hasil tersebut tak banyak memberikan pengaruh karena Belanda sudah lolos ke babak berikutnya.

Meski begitu, Swedia juga patut bersyukur karena dengan kemenangan tersebut mereka menjadi tim yang masuk kategor runner up terbaik dan berhak lolos otomatis ke putaran final.

PRANCIS

Ketika Laurent Blanc ditunjuk sebagai pelatih, menggantikan Raymond Domenech, tim nasional Prancis dalam kondisi berantakan. Konflik di internal tim sangat parah yang membutuhkan tindakan cepat dan strategis untuk mengatasinya.

Blanc terbukti mampu melakukan pembenahan. Bila dilihat dari performa tim saat ini, Blanc bahkan bisa dikatakan sukses besar. Ia sudah mengembalikan nama besar tim nasional Prancis di kancah sepakbola Eropa.

Memang saat menjalani tugas pertamanya di kursi pelatih Prancis, Blanc gagal memberikan kemenangan. Melawan Belarusia di Stade De France, Prancis kalah 1-0. Tapi setelahnya Prancis di tangan Blanc menjadi tim berbeda.

Bosnia menjadi tim pertama yang menjadi korban. Dalam laga di Sarajevo, Prancis mencuri kemenangan 2-0. Menjamu Rumania di Paris pada Oktober 2010, Prancis juga menang dengan skor yang sama. Tiga hari kemudian, Luksemburg yang ditekuk dengan skor 2-0 di Metz.

Kemenangan demi kemenangan yang terus dibukukan Prancis mengantar Frankc Ribery dkk bisa nangkring di puncak klasemen Grup D dengan keunggulan empat angka.

Tapi melawan belarusia di Minsk, Prancis gagal melakukan pembalasan. Kedua tim menuntaskan laga dengan skor imbang 1-1.

Pada September 2011, Prancis kembali ke performa positif mereka dengan menang 2-1 di kandang Albania, meski kemudian hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Rumania di Bucharest.

Pada pertandingan selanjutnya melawan Albania di Paris, Florent Malouda, Loic Remy dan Anthony Reveillere mencetak satu gol untuk membawa Prancis menang 3-0.

Alhasil, dengan tambahan tiga angka, plus satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia, Prancis dipastikan lolos ke Polandia dan Ukraina sebagai juara grup.

INGGRIS

Gagal di Piala Dunia 2010, Inggris berharap bisa membayarnya dengan bermain dan meraih hasil yang jauh lebih baik di Piala Eropa 2012. Kans untuk itu sangat terbuka karena Inggris bermain bagus dan menjanjikan selama sesi kualifikasi.

Berada di Grup G bersama Montenegro, Swiss, Wales dan Bulgaria, skuat asuhan Fabio Capello itu tak menemui kesulitan berarti menembus babak berikutnya.

Melawan Bulgaria di Wembley pada September 2010, Inggris menang dengan skor 4-0 berkat hattrick Jermain Defoe. Empat hari kemudian, giliran Swiss yang ditekuk dengan skor 3-1 sebelum kemudian ditahan imbang 0-0 Montenegro di London. Untungnya Inggris tetap berkuasa di puncak klasemen.

Pada Maret 2011, Wales menantang Inggris dan dalam laga di Millenium Cardiff, Steven Gerrard dkk menang 2-0. Tapi saat menjamu Swiss di bulan Juni 2011, laga dituntaskan dengan skor 2-2.

Tim tamu bahkan bisa memimpin dua gol lebih dulu sebelum disamakan leh penalti Frank Lampard dan tendangan Ashley Young, untuk membawa Inggris memastikan diri meraih satu tempat di Piala Eropa 2012.

Di dua laga sisa kualifikasi, melawan Bulgaria di Sofia dan Wales di Wembley, Inggris mencatat kemenangan dengan menjaga gawang mereka clean sheet.

Melawan Montenegro, laga dituntaskan dengan skor 2-2. Namun ada satu insiden yang merugikan Inggris, di mana Rooney mendapat kartu merah langsung karena menendang Andrija Delibasic secara sengaja. Itu berarti Rooney harus absen di tiga laga kualifikasi, sebelum kemudian dikurangi menjadi dua laga karena banding Inggris diterima.

Dengan adanya pergantian pelatih juga, dari Capello ke Roy Hodgson, Inggris kini dihadapkan pada kondisi yang tak ideal untuk bisa mewujudkan target maksimal mereka di musim panas mendatang.

Terkait