thumbnail Halo,

Akankah skuad asuhan Pep Guardiola ini mampu bangkit dari kekalahan melawan Real Madrid? Inilah analis dari wartawan GOAL.com Robin Bairner.



Real Madrid telah memberikan sebuah sensasi baru kepada Pep Guardiola; mengalahkan rival abadinya Barcelona di Camp Nou!  Kekalahan itu setidaknya telah memecahkan rekor enam kemenangan yang selama ini digenggam oleh Guardiola setiap kali menjamu Madrid di depan para pemuja setianya.

Tapi kekalahan yang dialami oleh Barca kali ini tak hanya sebatas pertaruhan gengsi rivalitas dari kedua klub. Jauh lebih penting, kekalahan 2-1 dari Madrid telah membuat perjuangan Barca untuk mempertahankan gelar La Liga Spanyol kian sulit. Sebaliknya kemenangan ini melapangkan ambisi Jose Mourinho mempersembahkan gelar bagi Madrid.

Saat kekalahan tersaji, terlihat begitu jelas betapa tak ada satupun pertaruhan yang dilakukan Guardiola menuai hasil seperti keinginannya. Padahal sepekan sebelumnya, saat melawan Levante, sang pelatih sempat membuat keputusan yang cukup penting ketika menarik Xavi dan Andres Iniesta di babak kedua.

Xavi dan Iniesta kala itu digantikan oleh Isaac Cuenca dan Pedro. Kedua nama pengganti ini sempat dikabarkan bakal dipersiapkan untuk menghadapi laga melawan Madrid. Namun strategi apik itu ternyata tak selamanya berjalan mulus untuk merebut kemenangan.

Lalu sebelum daftar line-up secara resmi diumumkan, sempat muncul riak sensasi. Ini terlihat ketika Guardiola justru mengambil keputusan cukup berani. Keputusan itu memberikan kesempatan peran starter kepada Cristian Tello dan menyimpan Alexis Sanchez di bangku cadangan.

Taktik itu ternyata cukup beralasan. Pasalnya, winger asal Cile itu kemudian ditandemkan dengan Cesc Fabregas yang saat itu tampil kurang greget sebagai pemain pengganti.

Namun dengan perubahan formasi starter itu ternyata cukup memberi keuntungan bagi Madrid. Setidaknya, upaya Alvaro Arbeloa untuk meredam pergerakan Tello jauh lebih mudah. Hal ini membawa dampak membuat Madrid semakin fokus mematikan ruang gerak dari Lionel Messi.

Entah disadari atau tidak, penggantian Tello ini juga terasa begitu terlambat. Pemain tim nasional Spanyol U-20 itu baru ditarik keluar oleh Guardiola di sisa sembilan menit akhir waktu normal babak kedua.

Di satu sisi, Guardiola ternyata mampu membuat sebuah keputusan cukup penting juga. Ia menarik Xavi dan memasukkan Sanchez. Hanya dalam waktu hitungan detik, Sanchez ternyataberhasil menyumbangkan satu gol buat Barca.

Sayangnya, perubahan ini memang begitu terlambat dilakukan oleh Guardiola. Soalnya Cristiano Ronaldo berhasil membuat Barca merana di penghujung laga. Gol dari Ronaldo itulah yang kemudian menjadi penentu kemenangan Madrid sekaligus juga menjadi jalan untuk mengecilkan peluang Barca merebut empat kali gelar La Liga secara beruntun.



Apa yang sudah terjadi di laga domestik itu tentunya menyimpan pelajaran sangat berharga bagi Guardiola. Ia harus bisa menggembleng lagi skuadnya secara cepat sebelum melakoni laga penting melawan Chelsea di semi-final kedua Liga Champions dinihari nanti.

Meski Barca lebih difavoritkan untuk lolos ke final Liga Champions namun kekalahan dari Madrid tentunya bisa memberikan pengaruh untuk menjamu Chelsea di Camp Nou nanti.

Tak bisa dipungkiri lagi, jika Barcelona ingin bisa menuntaskan laga di Eropa ini dengan hasil maksimal maka Guardiola harus membuat strategi yang benar-benar terbaik buat tim.

Sanchez, jika bugar, tentunya harus bisa dimainkan sejak awal. Begitu juga dengan Cuenca. Lalu Pique yang sempat tersisih sepertinya cukup dibutuhkan kehadirannya untuk duel di udara dengan para pemain Chelsea yang diyakini akan banyak memanfaatkan bola-bola mati.

Sekali lagi laga dinihari nanti melawan Chelsea tentunya menjadi sangat penting buat perjalanan Barca dan Guardiola pada musim ini. Kemenangan yang bisa didapatkan tentu bisa membumbungkan kembali mental pemain Barca yang sempat terperosok pada Sabtu lalu.



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait