thumbnail Halo,

Final Piala Eropa 1967/68, 29 Mei 1968

Oleh Alexander Tangidy

Selayang Pandang

Era 1960an dalam sepakbola Eropa adalah satu masa yang didominasi oleh tim bergaya Latin. Sebut saja seperti Real Madrid, Inter Milan, dan juga Benfica dari Portugal.

Final Piala Eropa tahun 1968 ini menjadi final kedua yang berlangsung antara tim Latin Eropa melawan tim Inggris atau Britania Raya. Setahun sebelumnya Glasgow Celtic berhasil menjadi juara dengan menundukkan Inter Milan.

Sekarang giliran Manchester United yang akan menghadapi Benfica di Wembley Stadium.

Pertandingan final ini memiliki nilai sendiri yang penting bagi pelatih Red Devils saat itu, Matt Busby dan juga dua pemainnya, Bobby Charlton dan Bill Foulkes. Itu karena hanya mereka bertiga yang masih tersisa dari tim yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang di Muenchen, 6 Februari 1958 yang menghancurkan The Busby Babes asuhan Busby.

Busby adalah manajer yang mendesak badan sepakbola Inggris untuk memperbolehkan United mengikuti kompetisi Piala Eropa. Tentunya peristiwa yang terjadi di Muenchen itu memberikannya rasa bersalah yang amat sangat.

Benfica sendiri terkenal sebagai tim pertama yang mematahkan dominasi Real Madrid dengan menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut di 1961 dan 1962.

Di bawah asuhan pelatih Otto Gloria dan pemain seperti Eusebio, tim tahun 1968 itu dinobatkan oleh majalah France Football sebagai tim sepakbola terbaik di Eropa.

Jalannya Pertandingan

29 Mei 1968
Wembley Stadium, London - Inggris
Wasit: Concetto Lo Bello (Italia)
Penonton: 92.225

Manchester United 4 - 1 Benfica (ET)
Charlton (53', 99')
Graca (75')
Best (93')
Kidd (94')

Kedua tim sama-sama mempunyai seragam kandang berwarna merah. Untuk ajang final ini, keduanya akhirnya memilih menggunakan seragam tandang mereka. Benfica dengan seragam putih-putih, sementara United dengan seragam biru.

Pertandingan di babak pertama berjalan dengan sangat hati-hati di mana kedua tim masih saling mencoba mengenali gaya permainan masing-masing.

Hal yang paling mengesankan di babak itu adalah duel antara wing back John Aston melawan penjaganya Adolfo di sisi kiri lapangan, dan upaya Cruz untuk mematikan George Best dengan bermain keras dan melakukan tekel tanpa kompromi.

Analisa dan informasi yang diberikan para pelatih di babak kedua sepertinya memberikan hasil yang instan.

Delapan menit setelah babak kedua berlangsung, Charlton melompat paling tinggi untuk menanduk bola umpan tarik dari John Sadler ke gawang Henrique.

Unggul 1-0 membuat United kembali bermain dengan gaya menyerang mereka seperti biasanya. Best, Brian Kidd, dan Sadler masing-masing mempunyai kesempatan untuk memastikan kemenangan Setan Merah. Tetapi semuanya gagal mengubahnya menjadi gol.

Sang juara Portugal malah akhirnya menyamakan kedudukan sembilan menit menjelang pertandingan berakhir. Bola dari Torres gagal dibuang dengan sempurna oleh lini belakang United, dan Graca kemudian menendang bola tersebut masuk ke gawang Alex Stepney.

Gol itu membuat Benfica semakin bersemangat, dan mereka nyaris berhasil memenangkan pertandingan tersebut saat Eusebio yang hanya tinggal berhadapan dengan kiper Stepney hanya berhasil menendang bolanya tepat ke sarung tangan kiper.

Kabarnya Eusebio menendang bola tersebut sekuat mungkin yang membuat bola itu langsung kempes.

Babak perpanjangan waktu menjadi lebih hidup dengan para pemain United telah menemukan irama permainan mereka, sementara pemain Benfica tidak didukung dengan kemampuan fisik yang memadai.

Ini membuat Best dapat dengan mudah melewati penjaganya untuk melesakkan bola ke gawang Benfica dan mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Satu menit kemudian, di menit ke-94, Kidd yang merayakan ulang tahunnya yang ke-19 pada hari itu, memberikan satu hadiah yang terlupakan bagi dirinya dengan mencetak satu gol dari tepisan kiper Henrique yang jatuh tepat ke arahnya.

Gol Kidd ini membuat para aura ketegangan yang melingkupi Wembley seakan memudar dan para suporter United kemudian dengan kompak saling menyanyikan lagu-lagu mereka yang membuat komentator BBC Kenneth Wolstenholme menyebutnya sebagai sebuah "konser yang luar biasa".

Hingga saat ini, hampir semua pemain sudah kelelahan kecuali Best. Stepney mengatakan kalau hanya Best satu-satunya pemain yang masih terus bergerak mencari posisi dan berlari untuk mengacaukan posisi lawan.

"Kami semua sudah capai sekali, tetapi George masih tetap bersemangat."

Pertandingan itu masih mempunyai tempat untuk satu gol lagi yang dicetak oleh Charlton lewat tendangan langsung menggunakan kaki kanan dari jarak 9 meter, setelah mendapatkan umpan dari Kidd.

Saat peluit akhir ditiupkan, semua pemain United langsung berlari ke arah bangku cadangan untuk merayakan momen itu bersama manajer mereka.

Bobby Charlton dalam otobiografinya mengenang kalau ia meminta para suporter untuk tidak mengerumuni Busby dan meminta mereka untuk mendorongnya kesana kemari.

Charlton juga kemudian meminta Busby untuk memimpin tim naik ke tribun Wembley untuk menerima pialanya. Sang manajer tentunya menolak dan menyuruh kapten Charlton untuk tetap menjadi orang pertama yang menerima piala.

"Momen saat Bobby menerima piala itu benar-benar membebaskan diri saya. Peristiwa itu membebaskan semua rasa bersalah yang terus menghantui saya karena kami adalah tim pertama yang bermain di kompetisi Eropa. Prestasi ini adalah justifikasi saya," kenang Busby.

Suatu penghargaan yang tepat bagi tim yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk membangun kembali tim mereka dari kehancuran yang tidak terbayangkan.

Susunan Tim
Manchester United

Pelatih: Matt Busby

Stepney
Dunne - Sadler - Foulkes - Brennan
Stiles - Charlton - Crerand
Aston - Kidd - Best

Simoes - Eusebio - Torres
Jose Augusto - Coluna - Graca
Cruz - Jacinto - Humberto - Adolfo
Henrique

Susunan Tim
Benfica

Pelatih: Otto Gloria

Terkait