Iklan
CATATAN Primera Liga Spanyol: Tujuh Faktor Supremasi Barcelona Musim 2008/09
Di antara banyak hal, ada tujuh faktor yang mewakili supremasi Barcelona di Primera Liga Spanyol musim ini.
19 Mei 2009 02:17:47
Barcelona-Recreativo Huelva (MARCA)
Hal-Hal Terkait
Tim
Pemain
Di antara banyak insiden yang mewarnai Primera Liga Spanyol musim 2008/09, GOAL.com menyoroti tujuh faktor penting yang merepresentasikan supremasi Barcelona:
7. Trio Lionel Messi-Thierry Henry-Samuel Eto'o
Trio penyerang ini "bertanggung jawab" terhadap terciptanya 71 dari 104 gol yang diciptakan Barcelona pada Primera Liga Spanyol musim ini. Artinya, kira-kira dua dari tiga gol yang diciptakan Barcelona musim ini adalah kontribusi trisula Messi-Henry-Eto'o! Trio pemain ini adalah ancaman bagi lini pertahanan tim manapun, sedangkan bagi penonton, sumber hiburan utama. Kecuali jika berhadapan melawan tim seperti Chelsea pada semi-final Liga Champions...

6. Kemenangan 6-1 Atas Sporting Gijon
Dua hasil negatif pada dua laga pertama Barcelona awal musim ini mengapungkan pertanyaan, tepatkah keputusan direksi mengangkat pelatih hijau seperti Pep Guardiola?
Setelah dikalahkan tim promosi Numancia 1-0 pada laga debutnya, Guardiola hanya mampu membawa tim bermain imbang 1-1 melawan Racing Santander di Camp Nou. Tapi, kebangkitan dan kepercayaan diri Barça dimulai ketika menumpas Sporting Gijon 6-1 pada laga ketiga. Setelahnya, laju Azulgrana tak lagi tertahan.
5. El Clasico 100 Persen!
Pada laga yang selalu menjadi perhatian utama pecinta sepakbola dunia, El Clasico, Barcelona mencatat dua kali kemenangan atas Real Madrid. Kali terakhir Barça memetik rekor 100 persen pada El Clasico adalah musim 1997/98. Pada pertemuan pertama di Camp Nou, sekaligus partai debut Juande Ramos di Madrid, Barcelona sempat kewalahan. Eksekusi penalti Eto'o sempat dimentahkan Iker Casillas. Tapi, pada akhirnya dua gol kemenangan dapat tercipta tujuh menit saja menjelang akhir pertandingan.

Pada pertandingan kedua, saat selisih dengan Madrid tinggal empat poin saja, Barcelona tertinggal lebih dahulu lewat gol Gonzalo Higuain. Tapi, Barça meledak dan membungkam Santiago Bernabeu dengan kemenangan besar 6-2. Rekor mencetak gol Azulgrana di kandang Los Merengues pun terpatahkan. Terpenting, selisih poin kembali melebar dan Madrid tak mampu menang dalam dua partai sesudahnya. Barça pun juara.
4. Rekor 22 Pertandingan Tak Terkalahkan
Setelah dikalahkan Numancia pada laga perdana, Barça melalui 22 pertandingan tanpa mengalami kekalahan -- 19 diwarnai dengan kemenangan, sisanya imbang. Batu sandungan mulai terasa pertengahan Februari ketika Barça bermain imbang melawan Real Betis 2-2 setelah tertinggal dua gol lebih dahulu. Pada dua laga berikutnya, Barça malah kalah. Setelah takluk 4-3 pada pertandingan mendebarkan lawan Atletico Madrid, Azulgrana dibekuk Espanyol pada derby Katalunya. Namun, setelah itu Barça mampu menjaga jarak dan tetap memimpin hingga akhirnya dipastikan keluar sebagai juara pada pekan ke-36.
3. Poros Xavi-Andres Iniesta
Oke, apakah penampilan duet Xavi-Andres Iniesta terpengaruh dari kegemilangan timnas Spanyol saat Euro 2008 atau sebaliknya? Dua pemain jebolan akademi La Masia ini tampil gemilang sepanjang musim untuk Azulgrana. Xavi menjadi tonggak awal serangan tim. Iniesta, setelah kembali bermain usai cedera akhir tahun lalu, berulang kali menjadi pemecah kebuntuan sepanjang paruh kedua musim.

Ingat empat assist Xavi pada laga El Clasico yang menghancurkan Madrid di Santiago Bernabeu? Ingat juga giringan dan umpan satu-dua Iniesta yang sulit dibendung bek-bek lawan? Seperti pula aksi heroiknya dengan mempersembahkan gol "kemenangan" ke gawang Chelsea pada semi-final Liga Champions. Sudah cukup bukti untuk menobatkan keduanya sebagai para pemain terbaik Barça musim ini.

2. Menyerang Hingga Akhir
Sebanyak 22 gol Barça diciptakan pada rentang 15 menit terakhir pertandingan. Beberapa kemenangan penting diraih Barça dengan mencetak gol pada saat genting. Kemenangan 2-0 atas Madrid di Camp Nou, November lalu, misalnya. Jika sedang unggul pun, Barça juga tidak melepas kendali serangan hingga akhir pertandingan.
1. Pep Guardiola
"Sepakbola adalah soal pemainnya. Kami para pelatih menggaris bawahi aturan, gagasan, dan membuat mereka mengikutinya. Sisanya tergantung mereka...," ujar sang pelatih merendah. Tapi kami tak mempercayainya, coach! Hanya Guardiola yang berani menendang bintang macam Ronaldinho dan Deco dari tim. Hanya Guardiola yang sukses menyegarkan permainan atraktif tim. Hanya kedekatan Guardiola dengan setiap pemain yang mampu menjaga keutuhan dan semangat tim. Kunci utama kesuksesan Barcelona musim ini adalah Guardiola...

Terima kasih atas tanggapan Anda!
Mohon tulis nama Anda!
Mohon tulis lokasi Anda!
Mohon tulis komentar Anda!
EDITORIAL
- CATATAN Serie A Italia: Sneijder Nyawa Inter
- GOAL.com Bekerjasama Dengan Castrol Football
- FACT OF THE DAY (10 Februari 2010)
- Ancelotti: Italia Baru Bisa Juara 2030
- KOLOM Peter Withe: Indonesia Pantas Gelar Piala Dunia, Tapi...
- SPESIAL: Sepuluh Skandal Perselingkuhan Di Sepakbola Paling Mencuri Perhatian
- Jadwal Televisi 9-11 Februari
- PREVIEW Superliga Indonesia 2009/10 Pekan Ke-18 (9-10 Februari 2010)
- HEAD TO HEAD: Arsenal vs Liverpool
- FACT OF THE DAY (8 Februari 2010)
Iklan
Terlaris Dibaca
- Drogba Dipuji, Drogba Dibenci
- SPESIAL: Sepuluh Skandal Perselingkuhan Di Sepakbola Paling Mencuri Perhatian
- Persib Sebut Kebanjiran Pemain Pelamar
- Tekuk Fiorentina, Roma Geser Milan
- Ronaldinho Diizinkan Dugem, Asal...
- Tekuk Cagliari, Inter Perlebar Jarak
- Mourinho Puji Kehebatan Pandev
- KOLOM Peter Withe: Indonesia Pantas Gelar Piala Dunia, Tapi...
- Jadwal Televisi 9-11 Februari
- Fabregas Ingin Kembali Ke Barcelona
- Nani, 'Ronaldo' Baru United
Iklan
Terlaris Dibahas
- HEAD TO HEAD: Arsenal vs Liverpool
55 - SPESIAL: Sepuluh Skandal Perselingkuhan Di Sepakbola Paling Mencuri Perhatian
39 - KOLOM Peter Withe: Indonesia Pantas Gelar Piala Dunia, Tapi...
39 - Terbaik/Terburuk: Fiorentina 0-1 AS Roma
30 - Terbaik/Terburuk: Chelsea 2-0 Arsenal
27 - Ancelotti: Italia Baru Bisa Juara 2030
19
Iklan