thumbnail Halo,

Teknologi video digital mempermudah perkembangan freestyle football dunia.

Oleh Agung Harsya

Berbahagialah Cristiano Ronaldo, Ronaldinho, Zlatan Ibrahimovic, atau Robinho. Perkembangan teknologi video digital dunia membuat trik-trik mereka tidak hanya dikagumi para fans, tapi juga memberi inspirasi beberapa orang untuk menekuni "freestyle football".

Lihatlah seorang pengagum Cristiano Ronaldo memadukan klip-klip aksi pemain pujaannya dalam satu rekaman video:



Cristiano Ronaldo tidak hanya sedang bermain sepakbola, tapi memainkan sepakbola indah. Melalui trik-trik yang dilakukannya, CR9 seperti ingin mengekspresikan dirinya sendiri. Inilah filosofi di balik kelahiran freestyle football.

Berbeda dari sepakbola, lawan dalam freestyle football adalah dirimu sendiri. Para freestyler dituntut menguasai bola sepenuhnya sehingga bisa memainkan bola sesuai keinginan.

Freestyle football mulai berkembang luas berkat kampanye periklanan yang dilancarkan sebuah apparel awal 2000-an silam. Iklan yang menampilkan antara lain Edgar Davids itu mengundang decak kagum pemirsa berkat keterampilan sang pemain menguasai bola. Seiring meluasnya penggunaan YouTube di kalangan muda, freestyle football kian tumbuh.

Nama-nama freestyler dunia bermunculan. Ada Abbas Farid, freestyler keturunan Asia yang bermukim di Inggris. Saking terkenalnya, Abbas pernah diundang meramaikan presentasi Ronaldinho sebagai pemain baru AC Milan tahun lalu.



Ada pula Palle dan Nam the Man yang sempat berkunjung ke Indonesia tiga tahun silam untuk membintangi iklan sebuah produk rokok.






Tujuan dasar freestyle football adalah memainkan bola tanpa jatuh ke tanah selama mungkin. Ada tiga trik yang awam dikenal di dunia freestyler, yaitu: The Crossover, Around the World, dan Hope the World.

The Crossover adalah trik paling sederhana yang sering dilatih para freestyler pemula. Trik ini menimang bola dengan satu kaki lalu menggunakan kaki lainnya saat menerima jatuhnya bola.

Trik Around the World menimang bola, lalu ketika bola masih di udara kaki yang menimang secepat mungkin melingkarinya dan menerima kembali jatuhnya bola.

Hampir sama seperti Around the World, Hope the World memainkan bola dengan kedua kaki. Bola ditimang dari satu kaki ke kaki lain, ketika bola menuju kaki yang diinginkan freestyle, kaki tujuan dengan lincah melingkarinya sebelum memainkan lagi bola ke kaki semula.

Tertarik mencobanya?

Kami meminjam rekaman video seorang freestyler Indonesia bernama Ipank untuk menggambarkan pentingnya ketekunan berlatih untuk menguasai sebuah trik.



Terkait