thumbnail Halo,

Melepas kepergian ikon tim di akhir musim 2013/14, Goal Indonesia kini hadirkan deretan para legenda dalam susunan tim terbaik!


GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Musim 2013/14 yang begitu luar biasa sudah berakhir. Begitu banyak momen tersaji dalam perjalannya, dari tawa hingga tangis. Tidak melulu soal keberhasilan atau kegagalan sebuah tim, tapi perhatian khusus pada level individu jadi elemen penting tak terpisahkan.

Pada titik inilah emosi suporter sejati sebuah klub sepakbola bisa tersentil. Adalah hal yang mustahil jika mereka tak memilik satu idola yang selalu dipuja dan jadi panutan. Umumnya sang idola adalah pemain klub pujaan yang berada di sana dalam waktu lama. Dan ketika rasa cinta sudah tumbuh hingga memuncak tanpa pernah terkikis, para suporter tidak pernah siap untuk melepas kepergian sang idola, pun di akhir musim 2013/14 ini.

Tak percaya? Coba Anda tanyakan hal itu pada para Interisti yang melepas kepergian legenda terbesar mereka, Javier Adelmar Zanetti. Atau pada fans sungguhan Manchester United, saat harap-harap cemas menanti keputusan pensiun Ryan Giggs, setelah ditinggal Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Lebih luas kita tentu miris melihat musim terkhir Victor Valdes dan Carles Puyol di Barcelona, akibat masalah cedera. Terakhir, para suporter Chelsea kembali dibuat tak berdaya dengan keputusan manajemen tim kembali melepas salah satu ikonnya, Frank Lampard.

Masih banyak deretan legenda yang harus mengakhiri masa keemasannya di klub yang membuatnya rela berkorban dan menafikkan uang, sebagai godaan hijrah hingga berbalik jadi pengkhianat.

Untuk mengapresiasinya, Goal Indonesia kini menghadirkan susunan tim dengan diisi 18 ikon klub yang mengakhiri masa baktinya di akhir musim 2013/14. Simak!




  Kiper - Victor Valdes
535 laga (Barcelona)

Kini Victor Valdes boleh disebut sebagai kiper terbesar Barcelona, bahkan melebihi pamor Andoni Zubizarreta. Jadi penjaga gawang utama untuk 11 musim lamanya, pemain yang kini berusia 32 tahun itu sukses jadi bagian The Drem Team Blaugrana, dengan raihan gelar di semua kompetisi level klub. Peraih lima gelar El Zamora tersebut memutuskan untuk hengkang dari Camp Nou di akhir musim ini, karena ingin mencari tantangan baru. Ironis, musimnya disudahi dengan cedera parah, di pertengahan musim.

  Bek - Carles Puyol
593 laga/18 gol (Barcelona)

Keputusan Carles Puyol untuk pensiun di akhir musim 2013/14 karena usia dan cedera yang terus menggerogotinya, disesali banyak pihak. Pada masa keemasannya dialah bek terhebat seantero Spanyol dan salah satu yang terbaik di dunia. Lewat kepemimpinannya sebagai kapten tim, ia jadi elemen krusial kesuksesan Barcelona dalam rentang 2005 hingga 2013.
 
  Bek - Rio Ferdinand
455 laga/8 gol (Manchester United)

Keputusan Manchester United untuk tidak memperpanjang kontrak Rio Ferdinand, sungguh mengejutkan banyak pihak. Pasalanya bek berusia 35 tahun itu belum sama sekali habis. Pengalamannya masih amat dibutuhkan deretan bek muda United untuk musim depan. Keputusan sudah dibuat, para pendukung United harus melepasnya tanpa momen perpisahan. Meski begitu fakta tak bisa berbohong, Ferdinand pantas disebut sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah The Red Devils.


  Bek - Nemanja Vidic
300 laga/21 gol (Manchester United)

Ketika datang dari Spartak Moskwa pada musim 2006/07, tak ada yang berani memberi ekspektasi besar terhadap seorang Nemanja Vidic. Namun pria Serbia itu mampu membuktikan kualitasnya. Performanya melesat tajam hingga sukses mencapai puncak lewat gelar Liga Champions 2008. Publik Old Trafford makin cinta tatkala Sir Alex Ferguson menunjukknya sebagai kapten tim, menggantikan Gary Neville. Mengalami penurunan performa meski tak signifikan, Vidic kemudian memutuskan untuk hijrah ke FC Internazionale di akhir musim ini.

  Bek - Ashley Cole
338 laga/7 gol (Chelsea)

Dalam dekade terakhir nyaris tak ada yang bisa menggeser pos bek kiri Timnas Inggris dari genggaman Ashley Cole. Pun halnya di Chelsea sejak bergabung di musim panas 2006. Ia jadi elemen penting raihan gelar domestik maupun Eropa The Blues. Faktor usia yang membuat performanya menurun, pada akhirnya membuat manajemen The Roman Emperor tak memperpanjang kontraknya di akhir musim ini.

  Gelandang - Javier Zanetti
858 laga/21 gol (FC Internazionale)

Javier Adelmar Zanetti telah menjelma menjadi legenda terbesar FC Internazionae. Sang kapten kesebelasan merupakan pemain yang paling sering tampil sepanjang sejarah Inter, lewat koleksi 858 caps. Tak hanya sekedar tampil, ia juga sudah sukses mempersembahkan berbagai gelar bagi La Beneamata, termasuk raihan treble winners pada 2010. Cedera parah yang menerpanya musim lalu memaksa Il Trattore gantung sepatu musim ini. Sangat disayangkan, karena fisiknya masih baik kendati sudah berusia 40 tahun!


  Gelandang - Frank Lampard
648 laga/211 gol

Tidak bisa dipungkiri, ketika kita menyebut Chelsea maka sosok Frank Lampard akan muncul sebagai simbol kebesaran. Bagaimana tidak, sejak bergabung di musim 2001/02, posisinya sebagai penghuni reguler di lini tengah sama sekali tak tergoyahkan. Namanya bahkan semakin menjulang pasca Roman Abramovich mengakuisisi Si Biru pada 2003. Selalu tampil dengan rerata 48 partai di setiap musimnya, segudang gelar ia hadirkan. Meski harus angkat kaki musim ini karena faktor usia, torehannya sebagai top skor sepanjang masa The Blues jadi tinta emas perpisahan.

  Gelandang - Park Ji Sung
119 laga/19 gol (PSV Eindhoven)

Tidak ada pemain Asia yang lebih sukses di Eropa dari Park Ji Sung. Sosoknya memang lebih dikenal kala membela Manchester United. Namun Park adalah pujaan sejati suporter PSV Eindhoven. Di klub itulah pria 32 tahun tersebut memulai dan mengakhiri kariernya di Eropa. Lebih dalam, karena mantan kapten Timnas Korea Selatan itu memilih Rood-witten sebagai tempatnya untuk gantung sepatu. Dua gelar Eredivisie Belanda dan sebuah torfi KNVB-Baker sukses ia persembahkan pada kesempatan pertamanya.


  Gelandang - Ryan Giggs
963 laga/168 gol (Manchester United)

Selain kebesaran Sir Alex Ferguson, mungkin hanya Ryan Giggs yang bisa menyaingi level kelegendaannya di Manchester United dan Liga Primer Inggris. Sosok Giggs sungguh kharismatik berkat sepak terjangnya yang luar biasa. Ia adalah simbol kebesaran The Red Devils di tanah Inggris dan Eropa dalam dua dekade terakhir. Sempat jadi asisten manajer merangkap pemain di musim ini, The Welsh Wizard akhirnya memutuskan pensiun setelah melalui 963 partai untuk United!

  Gelandang - Aaron Hunt
282 laga/51 gol (Werder Bremen)

Di antara sepuluh pemain lain yang terlibat dalam starting XI, nama Aaron Hunt mungkin jadi sosok yang paling tak populer. Namun jangan berani Anda nyatakan hal itu di hadapan pendukung Werder Bremen, karena di sanalah ia menjelma jadi seorang pangeran pujaan. Namanya mulai mencuat di musim debutnya pada 2004/05. Sayang, prestasi Bremen terus menurun selepasnya hingga namanya pun ikut tenggelam. Meski begitu kualitas permainan pemain 28 tahun ini tetap terjaga dan konsisten jadi idola. Pasca menorehkan 282 partai lewat torehan 51 gol, Hunt memilih untuk tak memperpanjang kontraknya dan mencari tantangan baru. VfL Wolfsburg jadi pilihannya untuk berpetualang di musim depan.

  Penyerang - Diego Milito
171 laga/75 gol (FC Internazionale)

Diboyong dari Genoa pada musim 2009/10, tak ada ekpektasi berlebihan yang disematkan dalam diri Diego Milito. Namun segalanya berubah kala ia menjelma jadi superstar raihan treble winners La Beneamata pada 2010 lalu. Performanya terus konsisten hingga cedera menggerogotinya di awal musim 2012/13. Semenjak itu performanya terus menurun hingga memutuskan untuk keluar dari Inter di akhir musim ini. Meski begitu dengan segala catatan manisnya, Il Principe tetap jadi pangeran di hati para Interisti.

  Pelatih – Francesco Guidolin
185 laga (Udinese)

Jika saja Arsenal gagal juara Piala FA 2013/14, mungkin posisi ini bakal ditempati Arsene Wenger. Namun kenyataanya tidak, dan Francesco Guidolin jadi pilihan terbaik selanjutnya. Tak ada gelar memang yang dihadirkan Guidolin selama empat musim masa kepemimpinannya di Le Zebrette. Namun sosoknya langsung dicintai publik Kota Udine, karena secara konsisten sukses membawa Il Friulli yang tanpa bintang, selalu bertengger di empat besar Serie A Italia, pada tiga musim awal kepemimpinannya. Penurunan performa musim ini membuat Guidolin sedikit fustrasi hingga beralih jabatan sebagai penasihat teknis.

CADANGAN
Ter Stegen Samuel Van Buyten Cambiasso Lambert  Lewandoski Ameobi
 
Di bench pemain, hadir ikon muda milik Borussia Monchengladbach, Marc-Andre Ter Stegen.  Sang kiper yang musim depan berkiprah di Barcelona sudah membela Gladbach selama 18 tahun, sejak level junior! Selanjutnya terdapat dua bek veteran yang tak diperpanjang kontraknya, yakni Walter Samuel (FC Internazionale) dan Daniel Van Buyten (Bayern Munich). Esteban Cambiasso juga bernasib sama dengan rekannya, Samuel.

Sementara Southampton harus kehilangan pahlawannya sejak era League One, Rickie Lambert, karena hijrah ke Liverpool. Robert Lewandowski yang jadi simbol kebesaran Borussia Dortmund dalam empat musim terakhir, juga akan berganti kostum musim depan dengan jersey FC Hollywood. Terakhir, Shola Ameobi harus menyudahi perjalanan 17 tahun bersama Newcastle United.


Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID


Terkait