thumbnail Halo,

Wesley Sneijder lebih suka menjadi juara Eropa bersama Galatasaray ketimbang memenangkan Ballon d'Or.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter

Kepada majalah resmi Galatasaray Wesley Sneijder membeberkan banyak kisah tentang pilihannya ke klub top Turki itu, persaingan Barcelona dan Real Madrid, serta kegagalan transfer ke Manchester United.

Sneijder bergabung ke Galatasaray pada bursa transfer musim dingin Januari lalu. Pengatur serangan 28 tahun itu kini telah mengukir total tujuh penampilan serta mengemas satu gol bersama Cimbom. Sneijder mengatakan, Galatasaray merupakan keputusan terbaik yang dapat diambil ketika Internazionale sudah tak lagi menginginkan dirinya.

"Galatasaray dulu dan saat ini adalah pilihan terbaik saya," ujarnya kepada Galatasaray Dergisi.

"Mereka salah satu klub terbesar Eropa. Kami bersaing merebut gelar juara di liga Turki, kami masih bertarung di Liga Champions. Ya, saya menerima sejumlah tawaran dari tim-tim lain, tapi saya menghubungi agen saya dan bilang saya ingin bergabung ke Galatasaray. Siapa tahu saya akan terus bertahan di sini sampai usia 40 tahun."

Salah satu klub yang paling menginginkan Sneijder kabarnya adalah United. Namun, transfer tak pernah terlaksana.

"Kami pernah bertemu dengan Sir Alex Ferguson, 2010 lalu. Mereka mengontak Inter setelah merebut treble, tapi uang yang diminta terlalu banyak. Saya juga betah saat itu dan memutuskan bertahan," sambung kapten timnas Belanda ini.

"United klub yang fantastis dan mereka terus menunjukkan minat setelahnya, tapi tak lagi bersemangat seperti dulu. Saya tak terlalu merisaukan penawaran transfer. Kalau saya betah tinggal di sebuah tempat, saya memang bahagia di sana."

Sneijder juga membeberkan penjualan dirinya ke Inter dan Arjen Robben ke Bayern Munich karena Madrid ingin membeli Cristiano Ronaldo dari United, empat tahun silam.

"Musim kedua di Madrid begitu sulit buat saya. Klub terlibat masalah finansial dan ingin mencari dana tunai dengan melepas sejumlah pemain berharga," ungkapnya.

"Mereka menginginkan Ronaldo dari United sehingga Robben dan saya harus hengkang. Bukan masalah besar. Inter menunjukkan minat dan dengan Jose Mourinho di sana, tidak sulit memberi keputusan."

Kemudian Sneijder membahas tentang persaingan abadi Madrid dengan Barcelona.

"Madrid sangat persuasif saat membujuk saya bergabung. Ada dua kemungkinan di Spanyol buat saya, Madrid atau Barcelona. Barca klub besar dan memenangi segalanya selama enam tahun terakhir, tapi saya selalu menyukai seragam putih Madrid. Saya sangat bergembira ketika ditawari bergabung dan tanpa pikir panjang mengiyakannya. Buat saya, Madrid punya sejarah yang lebih besar daripada Barcelona," tukasnya.

Terakhir, Sneijder mengungkapkan perasaan ketika diabaikan dalam nominasi penghargaan Ballon d'Or 2010.

"Saya memenangi banyak gelar tahun itu. Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Tentu rasanya senang bisa memperoleh pengakuan individual, tapi lebih penting memenangkan pertandingan sebagai sebuah tim," imbuhnya.

"Jadi kalau ditanya, saya lebih memilih menjadi juara Eropa bersama Galatasaray ketimbang memenangkan Ballon d'Or."

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait