thumbnail Halo,

Pelatih Zenit menanggapi permintaan fans yang tidak menginginkan adanya pemain kulit hitam maupun pemain gay dalam tim


OLEH   DEFANIE ARIANTI
Arsitek Zenit St Petersburg Luciano Spalletti berupaya memisahkan klub dari kelompok suporter garis keras yang secara terang-terangan menolak pemain berkulit hitam dan gay bergabung dengan klub.

Baru-baru ini, kelompok fans yang menamakan diri mereka Landscrona itu mempublikasikan sebuah manifesto yang menyatakan penolakan mereka terhadap rencana klub mendatangkan pemain berkulit hitam maupun gay.

Kendati tidak terang-terangan merujuk pada manifesto tersebut, Spalletti menegaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi nilai toleransi dalam klubnya.

"Bagi saya toleransi adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menerima segala perbedaan. Lebih lanjut, menjadi seorang yang toleran berarti anda melawan segala bentuk kebodohan," cetus Spalletti seperti dilansir Independent.

"Secara pribadi saya bisa meyakinkan anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk membantu pihak-pihak yang ingin menjelaskan masalah toleransi, serta kebutuhan untuk menghormati budaya-budaya serta tradisi lain."

"Tim ini telah mendatangkan pemain dari negara maupun kelompok etnis berbeda yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Upaya mereka akan mendatangkan hasil nyata."



Ikuti GOAL.com Indonesia di
twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait