thumbnail Halo,
SPESIAL: Terungkap, Bagaimana Arsenal, Liverpool, Manchester United & Tottenham Memperjuangkan Reformasi Keuangan

SPESIAL: Terungkap, Bagaimana Arsenal, Liverpool, Manchester United & Tottenham Memperjuangkan Reformasi Keuangan

Getty Images

“Gang of four” EPL ternyata berkeinginan untuk menghalangi belanja besar-besaran yang dilakukan Chelsea dan Manchester City.


EKSKLUSIF  WAYNE VEYSEY       PENYUSUN  SANDY MARIATNA

Di dalam lapangan, Arsenal sudah jelas merupakan musuh besar Tottenham di London Utara, sementara Liverpool adalah rival abadi Manchester United. Namun, empat klub tersebut sejenak melupakan persaingan di antara mereka, dan disinyalir sedang berupaya membendung pembelanjaan besar-besaran yang dilakukan Chelsea dan Manchester City. Hal ini terungkap melalui berkas-berkas yang dikumpulkan sekitar tiga bulan lalu.

Beberapa dokumen tersebut diberikan oleh para pemilik dan direksi keempat klub elit itu kepada GOAL.com. Saat ini, klub-klub Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri, dalam sebuah pertemuan Kamis (7/2), untuk melakukan pemungutan suara dalam membahas pengontrolan biaya klub.

Dokumen ini ditujukan kepada badan pemerintahan dan berisikan "anjuran bahwa Liga Primer harus mengadopsi regulasi UEFA Financial Fair Play (FFP)". Para pemilik klub kaya juga diminta tak boleh menanggung kerugian klub setelah pemberlakuan aturan ini, mengingat FFP adalah upaya presiden UEFA Michael Platini untuk menindak klub sarat utang.

Dokumen ini – yang ditandatangani keempat klub bersangkutan – dibuat untuk menekan 16 klub lainnya dalam pertemuan pemegang saham pada tanggal 15 November lalu, ketika isu regulasi keuangan ini sedang dibahas secara gencar.

Kemudian, dokumen ini dilanjutkan dengan pidato dari kepala eksekutif United David Gill yang menjelaskan secara rinci mengenai aturan FFP UEFA dan mengapa dia mendukung masa transisi yang mengizinkan adanya kerugian.

"Liga Primer akan menikmati pemasukan besar dari penjualan hak siar televisi dan memberikan kesempatan bagi semua klub untuk meraih keuntungan dalam masa transisi," ujar Gill dalam pertemuan dengan pemegang saham itu yang diikuti oleh perwakilan 20 klub, ketua FA David Bernstein, dan para pejabat senior Liga Primer.

Dalam pertemuan tersebut, 16 dari 20 klub meminta badan liga untuk mendesak regulasi break-even rule agar diterapkan musim depan. Fulham, Aston Villa, West Brom, dan Manchester City tak setuju karena memiliki alasan masing-masing. Mulai 2014 sampai 2017, total kerugian yang ditolerir UEFA akan turun sampai £26,3 juta. UEFA akan mengatasi ketat setiap klub dalam tiga tahun ini, karena setelah itu diharapkan setiap klub belajar menyeimbangkan neracanya dan mencapai impas (break-even).

Pada 18 Desember lalu, diselenggarakan pertemuan khusus para pemegang saham untuk mendiskusikan regulasi keuangan ini. Sehari sebelum pertemuan tersebut, Arsenal, Liverpool, United, dan Tottenham mempublikasikan dokumen lain yang  berisi bahwa Gill telah bersepakat kepada pemegang saham dan mengapa "Gang of Four" mendukung break-even rule.

Kini pada Kamis malam di London, 20 klub EPL akan melakukan pemungutan suara untuk bersepakat soal peraturan FFP itu. Pertemuan tersebut juga akan menimbang apakah aturan ini akan diperkenalkan pada musim 2013/14 atau tidak, yang bertepatan dengan dimulainya kesepakatan hak siar televisi baru sebesar £5,2 miliar.

Sebanyak 14 dari 20 pemilik suara menilai, reformasi keuangan ini perlu dilakukan. Dalam pertemuan terakhir, Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United, Newcastle United, Norwich City, QPR, Reading, Southampton, Stoke City, Sunderland, Swansea City, Tottenham, West Ham dan Wigan Athletic diindikasikan akan menyetujui aturan finansial baru ini yang nantinya bakal lebih ketat.

Peraturan UEFA menyebutkan, pemilik klub dapat menanggung kerugian hingga €45 juta (£38,9 juta) selama tiga musim pertama setelah pemberlakuan FFP.

Meski demikian, ada berbagai macam definisi tentang model keuangan Liga Primer dan bagaimana klub dianggap mengalami kerugian. Kesepakatan soal hal itu kemungkinan juga akan disetujui pada pertemuan Kamis ini.

Ketika Arsenal, Liverpool, United, dan Spurs telah setuju dengan model UEFA, klub-klub lain seperti Chelsea, Newcastle, dan QPR ingin agar para pemilik klub berhak untuk menyuntikkan dana tak terbatas, selama itu dalam bentuk modal dan bukan pinjaman.

Selain itu, terdapat sistem kontrol pengeluaran lain yang akan dibahas dalam agenda pada pertemuan tersebut, yakni upah dari hak siar baru – yang ditakutkan klub akan langsung masuk ke kantong pemain dan agennya.

Dari tiga proposal yang diajukan kepada pemegang saham pada bulan November lalu, salah satu yang paling populer bagi ke-20 klub itu adalah, setiap gaji akan dibatasi pada jumlah saat ini ditambah persentase kenaikan yang sudah dibatasi.

 

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait