thumbnail Halo,

Memiliki status manajer interim, mendapat cemoohan dari fans sendiri, dan gagal membuat Torres bersinar. Itu sajakah masalah dari Benitez?


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Penunjukkan Rafa Benitez sebagai manajer Chelsea pada bulan November tahun lalu jelas mengejutkan banyak pihak. Bagaiamana tidak? Benitez pernah berkelakar tidak akan pernah melatih Chelsea ketika masih bertugas di Liverpool, rival The Blues. Ia pun menjilat ludahnya sendiri ketika mau menggantikan Roberto Di Matteo untuk mengambil tugas penuh risiko itu dengan embel-embel interim manager alias manajer sementara.

Fans Chelsea yang sejak awal tak suka dengan Benitez, seringkali melakukan cemoohan kepadanya. Mungkin cemoohan itu akan semakin kencang setelah Benitez baru saja menyemprot suporter The Blues dan juga Roman Abramovich usai mengalahkan Middlesbrough di Piala FA, tengah pekan ini.

Sontak banyak pihak yang menganggap reaksi pria asal Spanyol itu berlebihan atau bahkan keterlaluan. Di kompetisi domestik, Chelsea era Benitez masih tersendat-sendat. Sementara itu, Fernando Torres yang diharapkan dapat kembali bersinar karena dianggap telah bertemu 'sang ayah' pun hasilnya tak terlalu bagus. Sedemikian salahkah Benitez? Kolom Statistik Berbicara akan membahas Benitez lewat data dan fakta.

STATISTIK CHELSEA EPL 2012/13 | Roberto Di Matteo vs Rafa Benitez
DI MATTEO
PEMBANDING BENITEZ
12 Jumlah Laga 15
 58,3% Rasio Menang  46,7%
 25% Rasio Imbang  26,7%
 16,7% Rasio Kalah  26,7%
2 Rata-Rata
Gol Memasukkan
2,07
1,08
Rata-Rata
Gol Kemasukan
1,13
2 Poin per Laga 1,67

Untuk menuduh apakah Benitez gagal menjadi manajer interim Chelsea, hal yang paling mudah adalah membandingkannya dengan sang pendahulu: Roberto Di Matteo. Dari statistik yang dirilis dari Whoscored, terungkap bahwa secara umum Di Matteo mampu unggul atas Benitez.

Benitez hanya menang produktivitas mencetak gol di mana Frank Lampard dkk mampu mencetak 2,07 gol per pertandingan Liga Primer Inggris musim ini. Ini tentu tak lepas dari kemenangan spektakuler 8-0 atas Aston Villa pada Desember lalu.

Jika ditilik lebih jauh lagi, ada manajer Chelsea lain di era Abramovich yang berstatus sebagai 'manajer sementara' yakni Guus Hiddink (2009) - yang pada waktu itu bertugas menggantikan Luis Felipe Scolari. Lagi-lagi, Benitez kalah statistik dari pria Belanda itu. Hiddink yang bertugas selama 105 hari, mampu menorehkan rasio kemenangan 84,6 persen.


Saya rasa, tim ini memiliki pemain hebat, sangat potensial. Hal itu semakin jelas sejak saya datang kemari. Kenyataannya adalah, kami sedang dalam transisi. Prioritas kami adalah finis di empat besar atau tiga besar. Setelah itu, kami akan mendapatkan dua trofi atau lebih.

- Rafa Benitez

Ada pula anggapan bahwa kedatangan Benitez ke Stamford Bridge mampu mengatasi kemandulan sang striker mahal Fernando Torres. Namun, harapan membawa kembali kolaborasi Liverpool itu tak menunjukkan hasil positif. Sekitar bulan Desember, Torres memang tampil luar biasa setelah mampu mencetak enam gol dari 228 menit (dua gol masing-masing lawan Nordsjaelland & Sunderland dan satu gol masing-masing lawan Leeds United dan Aston Villa).

Setelah itu, Torres kembali tampil tak menggigit. Ia hanya mencetak 1 gol dari 1041 menit penampilannya di semua kompetisi (satu gol lawan Brentford). Pemain anyar Demba Ba juga tak mampu menjadi predator mematikan. Bomber Senegal itu hanya mencetak 3 gol dari 589 menit penampilan terakhirnya.

Tak ayal, laju Chelsea pun tersendat-sendat di kompetisi domestik. Chelsea disingkirkan Swansea City di Piala Liga (The Swans lalu menjuarai kompetisi itu). Di Piala FA, mereka masih berpeluang juara, namun mereka harus menghadapi Manchester United di perempat-final. Di EPL, konsistensi Chelsea jelas dipertanyakan. Akhir pekan kemarin, mereka takluk 2-0 dari Manchester City sehingga posisi di mereka di zona Liga Champions terancam.

Masih ada 11 laga tersisa di EPL sebelum Benitez mengakhiri petualangannya di Chelsea, sesuai dengan kontraknya. Benitez juga masih punya kans di Piala FA dan Liga Europa. Cerita indah mungkin terjadi jika Benitez meraih hasil yang mampu memuaskan Abramovic di tiga ajang tersebut. Namun pertanyaannya adalah, tak ada yang tahu seberapa besar tingkat kepuasan sang taipan Rusia itu.  


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:

Terkait