thumbnail Halo,

Kolom Statistik Berbicara akan membahas catatan yang telah diraih oleh Di Matteo. Tak boleh abaikan pula torehan rekor yang sedang diciptakan El Shaarawy, El Pistolero, dan Mou.


OLEH  SANDY MARIATNA        Ikuti Sandy Mariatna di twitter        
Siapa sangka Roberto Di Matteo langsung dipecat ketika Chelsea kalah 3-0 atas tuan rumah Juventus, Rabu (21/11) dini hari WIB. Sepertinya Roman Abramovich telah menunjukkan pengaruhnya di Stamford Bridge.

Habis Manis Sepah Dibuang

Dua trofi (Liga Champions dan Piala FA) dalam 262 hari, Roberto Di Matteo langsung dipecat. Ia adalah manajer ketujuh yang kontrak kerjanya diputus dalam ‘masa pemerintahan’ Abramovich yang dimulai pada Juni 2003 silam.

Sebenarnya, Guus Hiddink bisa membuat daftar pelatih yang dipecat menjadi delapan, tetapi pada akhir musim 2008/2009 ia keluar dari Chelsea, sesuai kontraknya yang hanya menjadi pelatih sementara karena masih melatih timnas Rusia. Ini sekaligus menghindarkan kemungkinan pemecatan dirinya di kemudian hari.

PELATIH CHELSEA PADA REZIM ROMAN | STATISTIK EPL
PELATIH DURASI
REKOR
(M-M-S-K)
GOL
(GM-GK)
RATAAN
KEMENANGAN
STATUS
Roberto Di Matteo
(2012)
262 hari 23-12-6-5 42-27 52,2 persen  Dipecat
Andre Villas-Boas
(2011-2012)
256 hari 27-13-7-7 47-32 48,2 Dipecat
Carlo Ancelotti
(2009-2011)
1 tahun
326 hari
76-48-13-15 172-65 63,2 Dipecat
Guus Hiddink
(2009)
105 hari 13-11-1-1 24-9 84,6 Pelatih sementara
Felipe Scolari
(2008-2009)
223 hari 25-14-7-4 44-15 56 Dipecat
Avram Grant
(2007-2008)
247 hari 32-22-8-2 58-20 68,8 Dipecat
José Mourinho
(2004-2007)
3 tahun
110 hari
120-85-25-10 215-67 70,8 Dipecat
Claudio Ranieri
(2000-2004)
3 tahun
255 hari
146-76-37-33 262-142 52,1 Dipecat

Selama melatih The Blues pada tahun 2012 ini, Roberto Di Matteo baru mencicipi 23 pertandingan Liga Primer Inggris dengan torehan 12 kali kemenangan, enam kali imbang, dan lima kali kalah.

Rataan kemenangan di EPL sebanyak 52,2 persen dirasa bukan angka yang aman bagi klub sekelas Chelsea. Mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa para petinggi Chelsea lebih memilih untuk mencari pengganti baru. Yang jelas, ia meninggalkan tim muda yang sedang berkembang dan penuh potensi di dalamnya. Arrivederci, Roberto!

 

Bisa Apa Milan Tanpa Il Faraone?

AC Milan bisa saja berada di posisi buncit Serie A Italia jika tak ada gol-gol dari seorang Stephan El Shaarawy. Top skor sementara Serie A menjadi miliknya dengan raihan 10 gol. Peran blasteran Mesir-Italia ini sangat bagi Rossoneri di awal musim 2012/13.

Bayangkan saja, tujuh dari 15 poin Milan yang didapatkan di musim ini bersumber dari dirinya. Empat angka disumbangkan Il Faraone ketika mencetak gol kemenangan saat melawan Cagliari (26/9) dan Genoa (27/10). Sementara tiga poin sisa ia amankan setelah imbang melawan Parma (29/9), Palermo (30/10), dan Napoli (17/11) baru-baru ini ketika ia mencetak dwi gol.

Tanpa gol-gol yang dicetak pemuda 20 tahun ini, Milan bisa saja terperosok ke posisi 20 dengan poin 8 (15-7), sebab Genoa yang sekarang berada di juru kunci memiliki poin 9. 


"Gol-gol saya memang penting, tetapi seluruh tim juga ikut kontribusi. Statistik ini membuat saya senang, namun yang paling penting kami harus terus meningkatkan penampilan."


- El Shaarawy

 

Dibenci Tapi Dicinta

"Jika Anda melihat golnya musim ini, dia sudah menikmati sistem permainan, dan kebebasan menjadi seorang striker lepas."
 
- Brendan Rodgers -

Banyak orang sebal dengan tingkah polah yang dilakukan oleh striker Uruguay ini. Mulai dengan kelakuan diving-nya hingga kasus rasialismenya dengan pemain lain. Namun, simak apa saja yang telah dilakukan Luis Suarez di musim ini bersama Liverpool berikut ini.

El Pistolero adalah top skor sementara EPL musim 2012/13 dengan torehan 10 gol plus dua assist. Total, ia sudah mencetak 13 gol di segala kompetisi di musim ini. Artinya, ia mencetak separuh gol The Reds. Sejauh ini pasukan Brendan Rodgers berhasil mencetak 26 gol di EPL, Liga Europa, dan Piala Liga.

Berdasarkan catatan yang dilansir Opta, Suarez mampu membuat 35 kali peluang dari permainan terbuka dan memiliki sentuhan paling banyak di kotak penalti (131 kali) di EPL musim ini. Konversi golnya di musim ini mencapai 17 persen, naik dibandingkan musim lalu yang hanya berkisar 9,7 persen.

 

Mou’s 100 UCL Caps

Lawatan ke Etihad Stadium pada Kamis (22/11) dini hari WIB, akan menandai 100 kalinya Jose Mourinho memimpin anak asuhnya di Liga Champions. Dengan century caps itu, ia menjadi pelatih termuda yang mencapai torehan spesial itu.

The Special One adalah orang kelima yang mampu melewati angka 100 di bawah Carlo Ancelotti, Arsene Wenger, Ottmar Hitzfeld, dan Sir Alex Ferguson.

Bersama Real Madrid, FC Internazionale, Chelsea, dan Porto, pelatih berusia 49 tahun ini telah mencatatkan 99 kali penampilan dengan rekor 54 kali menang, 25 seri, dan 20 kali kalah dengan mencetak 166 gol dan kemasukan 85.

Dua kali pula ia telah berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar itu ketika melatih Porto di musim 2003/2004 dan juga bersama Nerazzurri pada musim 2009/2010. 

 

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait