thumbnail Halo,

Kebangkitan luar biasa yang dialami kedua pemain, menjanjikan tambahan kualitas jelang duel seru Manchester City kontra Arsenal, Sabtu (14/12) petang.


GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Duel panas Liga Primer Inggris 2013/14 kembali tersaji di pekan ke 16. Pelakunya adalah Manchester City yang bakal bentrok dengan sang pemuncak klasemen, Arsenal, Sabtu (14/12) petang). Etihad Stadium bakal jadi saksi bisu dahsyatnya duel maut ini.

Menilik perjalanan kedua tim sejak awal musim ini, sajian laga penuh kualitas bakal jadi jaminannya. Taburan punggawa kelas atas yang menghiasi skuat kedua kubu jadi salah satu bukti. Namun, kali ini kita tak akan membahas para punggawa tenar macam Kun Aguero, Yaya Toure, Mesut Ozil, atau Per Mertesacker. Nama-nama bintang yang memang jadi harapan besar kedua tim untuk jadi protagonis utama musim ini.

Lebih dari itu, kami bakal mengupas dua pemain yang tak pernah terbayang tampil melebihi ekspektasi. Dua pemain yang diragukan untuk masuk dalam starting XI kedua tim untuk musim ini. Dua pemain yang bahkan nyaris hengkang karena tampil mengecewakan musim lalu. Ya, mereka adalah Samir Nasri dari pihak Manchester City dan Aaron Ramsey dari kubu Arsenal.

Tak banyak yang menyangka jika kedua pemain mampu menemukan sentuhannya pada musim ini. Manajer dari masing-masing tim bahkan terkejut dengan kegemilangan yang mereka tunjukkan. Sebagai fakta singkat, jika Nasri selalu tampil sensasional di laga krusial The Citizens, maka Ramsey mampu muncul sebagai top skor sementara The Gunners.

                                      Samir Nasri |  Selalu sensasional di laga krusial

Bergabung dengan City pada Agustus 2011 lewat banderol gede sebesar £25 juta, Nasri tak tampil mengecewakan. Meski perannya tidak krusial, ia turut ambil bagian dalam gelar Liga Primer Inggris 2011/12 bagi klub milik Sheikh Mansour tersebut. Total lima gol dan sembilan assist dari 31 laga di BPL, mampu ia persembahkan.

Performa baik di musim perdana tak mampu ia lanjutkan di musim keduanya bersama City. The New Zidane malah mengalami penurunan performa secara drastis. Tempatnya di sebelas awal mulai tergeser karena tampil angin-anginan. Hal itu juga berefek pada tempatnya di Timnas Prancis.

Manajer City kala itu, Roberto Mancini, lebih mempercayakan posisi winger kiri dalam formasi 4-2-3-1 yang jadi milik Nasri pada James Milner. Sialnya, Milner mampu tampil brilian di posisi tersebut. Ancaman untuk dilego pada akhir musim 2012/13, gencar berhembus untuknya. Beruntung hal itu urung terjadi.

Mantan bintang Tim Meriam London itu kemudian bangkit pada musim ini. Nasri seakan ingin membuktikan kualitasnya lewat performa brilian. Manuel Pellegrini juga menaruh kepercayaan besar terhadapnya sejak awal musim, satu gol bahkan langsung ia torehkan di pekan perdana BPL musim ini.

Hal itu terus berlanjut di laga-laga berikutnya. Posisinya semakin mapan sebagai trisula di belakang striker. Publik tentu tak akan lupa dengan penampilan sensasionalnya kala City melakon partai derby kontra Manchester United. Selain mencetak sebuah gol dan assist, ia dinobatkan sebagai man of the match dalam duel klasik tersebut.

                                        Aaron Ramsey | Jadi pemain tertajam Arsenal

Beralih ke Ramsey, sosok 22 tahun yang kini jadi top skor Arsenal di BPL, lewat raihan delapan gol. Proses panjang untuk mapan di skuat Arsene Wenger seperti sekarang, tak dilaluinya dengan mudah. Bergabung ke Emirates Stadium sejak Juni 2008, Ramsey yang kala itu masih berusia 18 tahun mampu mencuri perhatian Arsene Wenger.

Perlahan namun pasti, Ramsey mulai tampil reguler di musim keduanya bersama The Gunners, yakni pada 2009/2010. Kala proses kematangan berjalan sesuai harapan, petaka kemudian terjadi pada 27 Februari 2010. Kaki pemain berjuluk Rambo ini patah cukup parah akibat 'hajaran' Ryan Showcross, kala Arsenal betandang ke marka Stoke City.

Ia pun harus absen lama untuk memulihkan cederanya. Sekembalinya dari pemulihan cedera, Ramsey gagal menampilkan permainan terbaiknya. Wenger tak patah arang dengan bakat hebat sang bocah, ia pun meminjamkan Ramsey ke Cardiff City dan Nottingham Forest untuk mengembalikan potensinya. Keputusan tepat, karena gelandang Timnas Wales itu kemudian kembali ke Arsenal dalam bentuk terbaik.

Ramsey berkembang menjadi gelandang tengah yang brilian sejak musim 2011/2012. Ia kembali tampil reguler hingga musim berikutnya. Sayang, Ramsey masih belum bisa mempersembahkan gelar bagi tim asal London tersebut. Keraguan publik akan tempat Ramsey di Arsenal kemudian merebak seiring kedatangan Mesut Ozil pada awal musim ini. Mantan gelandang Real Madrid yang direkrut untuk menghadirkan gelar juara.

Ajaib, karena Ramsey mampu menyesuaikan diri dengan kehadiran Si Burung Hantu. Wenger mengubah posisinya sebagai winger kanan dalam trisula formasi 4-2-3-1. Meski bertugas menyisir sisi kanan, Ramsey diinstruksikan agar lebih membuat tusukan dari sisi tengah. Mobilitasnya dengan Jack Wilshere atau Cazorla di sisi seberang juga berlangsung sempurna. Ia pun tampil tajam, torehan delapan gol dari 15 penampilan di BPL jadi bukti sahih.

                       SAMIR NASRI          Vs.       AARON RAMSEY

26 Juni 1987 (26 tahun) TANGGAL LAHIR
26 Desember 1990 (23 tahun)
175 cm, 75 kg POSTUR TUBUH 182 cm, 70 kg
15 (963) MAIN DI BPL(MENIT) 15 (1248)
 4 GOL
3 ASSIST 5
740 OPERAN 1075
90,5% AKURASI OPERAN 85,6%
32 UMPAN KUNCI  22

Bicara staistik, agak kurang sinkron jika kita membandingkan Ramsey dua atau tiga musim lalu dengan Nasr sekarangi. Hal itu terjadi karena pemain yang disebut pertama lebih sering bermain sebagai gelandang tengah, sementara Nasri sudah mapan dengan posisinya sebagai winger. Kini perbandingan dirasa tepat karena Ramsey musim ini tampil dengan posisi barunya sebagai winger, meski rotasi kerap dilakukan hingga membuatnya kembali ke posisi asli.

Dimulai dari torehan gol, Ramsey unggul dua kali lipat dibanding Nasri. Delapan berbanding empat, hal itu terjadi karena Arsenal memiliki sosok fantasista dalam diri Ozil. Segalanya berlangsung mudah bagi Ramsey karena Ozil begitu memanjakannya lewat sodoran-sodoran manis. Satu pembeda yang tak dimiliki City dalam skuatnya saat ini. Di sisi lain, Pellegrini juga lebih menginstruksikan Nasri untuk bermain lebih melebar, membuka ruang, dan melepaskan assist bagi rekan setimnya.

Soal assist, lagi-lagi Ramsey lebih unggul. Penyakit inkonsisten milik Nasri memang masih belum sembuh benar. Dua dari tiga asisst yang diukir Nasri bahkan terjadi saat City mengalami kekalahan. Sementara lima assist yang ditorehkan Ramsey, kesemuanya menghasilkan lima kemenangan bagi Arsenal!

Membedah torehan passing, Ramsey yang kerap berotasi menjadi gelandang tengah jelas lebih unggul ketimbang Nasri yang selalu beroprasi di pinggir lapangan. Namun patut diperhatikan, akurasi operan Nasri bisa dikatakan unggul jauh atas Ramsey. 90,5 persen berbanding 85,6 persen. Bukan sebuah kebetulan, karena Nasri memang kerap jadi pengawal serangan The Citizens dalam banyak laga.

Ia mampu berbagi peran dengan David Silva, sang pemegang tanggung jawab terbesar dalam kasus ini. Hal itu juga terlihat dari paparan umpan kunci mantan pemain Olympique Marseille ini, yang mencapai 32 buah. Unggul jauh atas Ramsey yang 'hanya' membukukan 22 umpan kunci.

Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua pemain memiliki peran yang sama penting bagi kedua tim yang akan bertanding. Jika Ramsey mampu unggul dalam segala catatan statistik yang 'terlihat', maka Nasri lebih jumawa ketika kita menilik lebih dalam paparan statistik yang sering luput oleh mata.

Apapun itu, laga Manchester City kontra Arsenal bukanlah sajian persaingan individidu tertentu. Namun dengan kehadiran mereka berdua, janji pasti duel seru yang tersaji di Etihad Stadium menjadikan laga ini amat layak dinantikan!

Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2013/14
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris

Terkait