thumbnail Halo,

David Moyes punya banyak kemiripan dengan Sir Alex Ferguson, tapi ia juga memiliki sejumlah titik lemah.


OLEH   DEDE SUGITA


Sama sekali tak punya koleksi silverware di level teratas, Manchester United memercayakan tongkat kepelatihan kepada David Moyes setelah Sir Alex Ferguson mundur pada akhir musim. Mengejutkan? Tidak juga.

Bagi mereka yang menelusuri sepak terjang Moyes bisa mengerti kenapa The Red Devils, dengan bisikan dari Fergie sendiri, memilih pria berusia setengah abad itu untuk menjadi bos berikut di Old Trafford.

Walau tak pernah mempersembahkan gelar selama 11 tahun menukangi Everton (satu-satunya trofi yang pernah diraih Moyes adalah juara Football League Second Division 1999/2000 bersama Preston North End), kiprahnya di Goodison Park terbilang mengagumkan.

Dengan bujet terbatas, Moyes dapat membangun skuat Everton yang tangguh. Pertama datang pada Maret 2002 ketika klub terpuruk di papan bawah, Moyes mampu membawa Toffees selama dari jerat relegasi di akhir musim, dan selanjutnya selalu finis minimal di peringkat sepuluh besar, bahkan sempat menembus kualifikasi Liga Champions 2005/06 meski akhirnya gagal lolos ke babak utama lantaran kalah dari Villarreal.

Bayangkan apa yang bisa diperbuat Moyes jika dibekali pemain-pemain berkualitas bintang?

Satu hal yang membuat United dan Fergie terkesan, dan merasa Moyes mirip dengan sang bos gaek, adalah kepercayaaan dan instingnya untuk mengendus talenta muda. Leighton Baines, bahkan Wayne Rooney, merupakan contoh nyata kejelian Moyes melihat youngster bermasa depan cerah.

Selain itu, dilihat dari riwayat kariernya yang bertahan selama lebih dari satu dekade di Goodison Park, Moyes terbukti dapat memberikan kestabilan untuk klub dalam jangka panjang, atribut yang, sekali lagi, identik dengan Fergie. Itulah kenapa United tak memilih sosok seperti Jose Mourinho, misalnya.

Ditinjau dari kacamata taktik, Moyes juga punya kemiripan dengan Fergie. Menurut analisis situs Zonal Marking, ia mengandalkan bentuk permainan solid, menggeber serangan dengan memanfaatkan lebar lapangan, dan distribusi bola cermat dari lini tengah.

Moyes | Berasal dari Skotlandia bukan satu-satunya kemiripan dengan Sir Alex

Meski demikian, tentu ada sejumlah kelemahan dalam diri pria yang semasa bermain berposisi bek tengah ini. Moyes, masih menurut Zonal Marking, terkadang terlalu terpaku pada taktik reaktif alias menyesuaikan diri dengan gaya permainan lawan. Kendati cukup baik karena berarti ia berusaha mengekspos kelemahan tim oposisi, terkadang pendekatan reaktif ini justru berujung negatif. Meski kerap merepotkan klub-klub besar, Everton arahan Moyes juga jarang menang melawan mereka, terutama saat bertandang.

Kelemahan lainnya adalah ia acapkali loyo saat dihadapkan pada tantangan besar. Kalah di kualifikasi Liga Champions 2005/06, dan final Piala FA 2008/09 (dengan skor 2-1 dari Arsenal) adalah contohnya.

Dengan segala pertimbangan di atas, apakah United telah membuat pilihan tepat dengan menunjuk Moyes? Atau The Chosen One ini akan tumbang juga ketika mengemban tugas mahaberat sebagai penerus Sir Alex Ferguson yang legendaris?

Catatan Ferguson & Moyes Di Liga Primer Inggris
Nama

Laga

Menang

Imbang

Kalah

SG

% Menang
Sir Alex Ferguson

808

527

167

114

(1620-697) 65%
David Moyes

425

172

123

130

(565-504)

40%

Well, soal itu ada prediksi unik yang dibuat Daily Mail. Lewat simulasi menggunakan gim komputer Football Manager, Moyes diperkirakan akan sukses memberikan dua trofi pada musim pertamanya di Old Trafford: Liga Primer Inggris dan Piala Liga.

Lewat simulasi itu pula, Rooney, yang belakangan santer diberitakan akan hengkang seiring kedatangan Moyes, ternyata bertahan dan duetnya dengan Robin van Persie di lini depan melahirkan total 40 gol. Shinji Kagawa dan David de Gea juga menonjol, dengan sang kiper membuat 13 clean sheet sepanjang musim berkat pembenahan Moyes di sisi pertahanan.


Berdasarkan simulasi gim komputer Football Manager, Moyes akan memberikan dua trofi pada musim pertamanya di Old Trafford.



Adapun di bursa transfer, Moyes memilih melego Anderson ke Juventus dan hanya mendatangkan satu pemain anyar: Leighton Baines, yang notabane anak didiknya di Everton.

Moyes, berdasarkan prediksi via Football Manager tersebut, Moyes adalah yang paling sukses ketimbang kandidat lain yang sempat mengemuka sebelum dirinya resmi ditunjuk. Jose Mourinho disebut akan mengakhiri musim pertamanya bersama Setan Merah tanpa trofi. Kandidat lainnya, Jurgen Klopp, bahkan dipecat pada pertengahan musim. Upayanya untuk menerapakan gaya permainan seperti Borussia Dortmund di United berujung kegagalan. Sementara satu nama lain yang juga disimulasikan, Ole Gunnar Solskjaer, merengkuh satu titel Piala FA.

Setidaknya dari sana, walaupun hanya sebuah simulasi gim komputer, pilihan United untuk menunjuk Moyes terbukti tepat. Bagaimana realitanya? Hanya waktu yang dapat menjawab.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Tendangan Bebas

Apakah David Moyes pilihan tepat untuk Manchester United?

Terkait