thumbnail Halo,

Bintang Swansea City itu melaju kencang di sepanjang musim ini, dengan membimbing klubnya ke arah yang lebih baik berkat naluri mencetak gol alaminya.


OPINI GEORGE ANKERS     PENYUSUN ADHE MAKAYASA                      Ikuti di twitter

Delapan menit setelah berkarir di Liga Primer, Michu menjadi kata yang sinonim dengan ‘hanya £2 juta [€2,3 juta]’. Tembakan pertamanya ke arah kiper QPR Robert Green membuat Swansea City menang 5-0 di hari pertama pada musim ini, dan ia pun terus melaju tanpa henti.

Gol itu, dan di menit ke-53, lantas menyusul di urutan pertama dan kedua dari total 19 lesakan di semua kompetisi, sebuah rataan mencetak gol yang lebih baik dari setiap pemain. Beberapa pengamat lantas menyebutnya sebagai kuda hitam ketika musim lalu ia menjadi gelandang dengan pencetak gol terbanyak di La Liga, namun meninggalkan Rayo Vallecano untuk hijrah ke Inggris. Namun, tak ada satu pun yang menduga ini bakal terjadi.

Dengan empat gol dalam tiga laga perdananya, Michu pun menjadi barometer di seluruh divisi, dan pada jeda singkat Januari, ia pun berhasil meingkatkan catatannya. Dengan demikian, ia pun telah mempelopori transformasi Swansea dari klub yang dikagumi di musim lalu menjadi klub yang dicintai pada musim ini.

Sebelum musim pembuka melawan QPR, beberapa pengamat melihat daftar pemain milik Michael Laudrup, dan mendapati bahwa sang gelandang asal Spanyol menjadi ujung tombak, yang sekaligus menegaskan bahwa pria Denmark itu membawa taktik ‘false-nine’ dari La Liga. Tak cuma itu, Michu juga disebut sebagai No.9 sejati di liga ini.

Sedangkan di musim sebelumnya, Brendan Rodgers menurunkan Danny Graham di posisi ujung tombak, namun mantan pemain Rayo itu telah tampil begitu apik di lini depan, di mana hal itu menyebabkan Graham dijual ke Sunderland dalam waktu enam bulan. Dalam artian ini, kehadirannya tidak akan dirindukan di Liberty Stadium.

Graham sejatinya adalah tipe target man yang bisa menahan dan menjaga penguasaan bola. Michu sendiri merupakan target man yang mampu mengarahkan tujuan, dan oleh sebab itu ia dapat diharapkan untuk berbuat sesuatu. Menurut whoscored.com, pria asal Spanyol itu telah memenangi 100 dari 204 duel udara di liga pada musim ini, sebuah rataan kesuksesan yang nilainya dua kali lipat dari seorang pemain asal Inggris. Melawan bek-bek di Liga Primer, yang selalu mengandalkan kekuatan fisik sebagai karakter mereka, pria ini sulit dihentikan.

Dia juga lebih dari seorang finsiher sejati. Dengan selalu tepat waktu saat berlari dan mengandalkan kepala atau menyambut bola terobosan, mencari bola dan melakukan tackle, Michu sangat mematikan, bisa dibandingkan dengan Robin van Persie untuk naluri ‘membunuhnya’.

Menurut eplindex.com, Michu baru membuang peluang sebanyak 22 persen, bintang Swansea itu terbukti lebih mematikan ketimbang Luis Suarez, Gareth Bale, Demba Ba dan Wayne Rooney. Dia memiliki level yang sama dengan Van Persie, dan sang top skor Liga Primer Luis Suarez, dan lebih baik dari Christian Benteke dan Romelu Lukaku (yang keduanya hanya gagal memaksimalkan peluang sebesar 23 persen). Empat belas dari 19 golnya pun hanya diciptakan lewat satu sentuhan.

Secara instan, mata para elit lantas terbuka, namun Swansea punya hasrat untuk tetap menjaganya, dengan menolak pembicaraan mengenai kemungkinan menjual sang bintang untuk mendatangkan profit yang cepat. Merasa bahagia dengan adaptasinya di Wales, Michu telah memperpanjang kontraknya pada Januari lalu.

Dia merupakan pemain populer, yang menyatukan fans yang bertengkar akan keinginan untuk mendapatkan nama besar. Lebih jauh, persahabatannya yang terus berlanjut dengan mantan rekan di Real Oviedo seperti Juan Mata dan Santi Cazorla juga semakin membuatnya populer. Baru-baru ini, ketiganya juga ikut berkontribusi untuk menyelamatkan klub idola masa kecilnya dari kebangrkutan di awal musim ini.

Benar-benar seorang pria mengagumkan yang memainkan sepakbola di klub menawan… pria Spanyol itu pun juga bisa menjadi kandidat alternatif bagi kita semua untuk urusan yang terbaik.

Dukungan itu ada di lapangan, sebagaimana ia juga dikukuhkan oleh League Mangers Association (LMA), yang di mana Michu ditunjuk sebagai pembelian terbaik di musim ini, bersamaan dengan manajer terbaik, Michael Laudrup. Di antara mereka, keduanya telah menjelma menjadi kisah sukses di musim 2012/13.

Kandidat lainnya untuk penghargaan PFA Player of the Year akan ditentukan lewat gelar juara di akhir musim nanti. Beberapa [perkiraan, tidak banyak] menduga hal itu akan berdasarkan pada jumlah gol yang dicetak. Namun tak ada satu pun yang semenarik Michu.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait