thumbnail Halo,

Seluruh agenda yang tercantum dalam MoU telah dijalankan dalam KLB PSSI. Selesaikah permasalahan di sepakbola nasional?


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Secercah optimisme bisa dilihat di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu (17/3) kemarin. Pada waktu itu, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI telah selesai dilaksanakan. Hasilnya, seluruh agenda yang direncanakan telah sukses dijalankan dalam kongres ini. Penantian panjang masyarakat Indonesia dalam melihat kekisruhan yang melanda PSSI setidaknya berhasil dituntaskan.

Hasil dari KLB itu sendiri adalah sebagai berikut:
  • Pembubaran KPSI.
  • Menggelar kongres biasa pada Juni.
  • Jumlah anggota Exco bertambah empat, yaitu Zulfadli, Djamal Azis, La Siya, dan Hardi Hasan. La Nyalla Mattalitti menjadi wakil ketua umum. Total anggota Exco menjadi 15 orang, yang terdiri dari satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota Exco.  Nasib enam Exco yang melakukan walk out akan ditentukan Juni.
  • Penyatuan kompetisi baru akan dilakukan pada 2014 dengan 18 klub peserta ISL ditambah empat klub IPL dengan syarat bukan klub yang bermasalah dengan dualisme kepengurusan. Sistem degradasi ISL tetap diterapkan musim ini. Untuk berikutnya selama dua tahun sejak 2014 diberlakukan sistem dua promosi dan empat degradasi sehingga jumlah peserta liga profesional hanya diikuti 18 klub. Sistem promosi dan degradasi kembali menjadi tiga degradasi dan tiga promosi.
  • Amandemen statuta PSSI, seperti pada Pasal 38 ayat 1 yang menjadi pengambilan keputusan Exco dapat dilakukan dengan kehadiran satu per tiga anggota.
Hasil KLB itu kemudian akan dilaporkan pada rapat komite eksekutif (exco) FIFA di markas mereka di Zurich, Swiss, pada 20-21 Maret 2013. KLB tersebut dianggap sebagai langkah penting bagi PSSI, mengingat KLB tersebut sebagai satu-satunya kesempatan bagi Indonesia untuk menghindari sanksi FIFA.

Djohar Arifin pun sangat optimistis mampu menghindari sanksi tersebut. "Indonesia sudah pasti terhidar dari sanksi FIFA," jelasnya. FIFA sendiri menganggap KLB tersebut berjalan dengan sukses. “Indonesia sukses melaksanakan kongres, dan bisa terlepas dari hal buruk apapun,” terang Costaskis Koutsokoumnis sebagai salah satu dari tiga perwakilan FIFA yang hadir.

Meski berjalan lancar, kericuhan terjadi dalam KLB  ketika 18 pengurus provinsi (pengprov) caretaker versi tim verifikasi memaksa masuk ke arena kongres, namun tidak berhasil menembus barisan keamanan. Keadaan di dalam kongres pun juga tak lepas dari masalah ketika enam anggota exco, yakni Farid Rahman, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Mawardi Noerdin, Widodo Santoso, dan Tuti Dau melakukan aksi walk-out (WO). Namun aksi WO ini tidak mempengaruhi jalannya kongres secara keseluruhan.

Jika kesimpulan berhasil didapat, maka optimisme muncul. Akan tetapi, perjalanan tentu masih sangat panjang. Banyak yang menganggap hasil KLB ini sebagai kemajuan bagi PSSI. Namun ada pula yang menganggap hasil KLB kurang memuaskan, karena ada 18 pengprov yang tak diundang, terdapat agenda tambahan diluar MoU, hingga WO yang dilakukan oleh enam anggota exco.


Menurut Anda, apakah hasil Kongres Luar Biasa PSSI ini memuaskan? Optimistis atau pesimistiskah Anda terhadap masa depan sepakbola Indonesia seusai KLB PSSI ini? Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui pendapat Anda. Manfaatkan formulir komentar di bawah ini...


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Apakah Anda puas dengan hasil Kongres Luar Biasa PSSI?

Terkait