thumbnail Halo,

Tidak adanya tim Inggris di perempat-final Liga Champions adalah yang pertama sejak 17 tahun yang lalu, tepatnya pada musim 1995/1996.


OPINI   MUHAMMAD RUFFY    

Nasib Klub-klub Inggris di Liga Champions musim ini sangat memprihatinkan. Tidak ada satu pun dari empat wakilnya, yaitu Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea yang sanggup melangkah ke babak perempat-final.

Tidak adanya tim Inggris di perempat-final Liga Champions adalah yang pertama sejak 17 tahun yang lalu, tepatnya  musim 1995/1996.

United dan Arsenal sama-sama gugur di babak 16 besar setelah masing-masing kalah dari Real Madrid dan Bayern Munich. Nasib Chelsea dan City bahkan lebih menyedihkan karena harus tersingkir di penyisihan grup.

Fakta ini mendapatkan perhatian khusus dari manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengingat sejak 2009, tahun ketiga tim Inggris menguasai babak semi-final secara berturut-turut, grafik performa tim-tim Inggris perlahan-lahan menurun.

Menurut manajer asal Prancis itu, penurunan prestasi ini harus menjadi 'wake-up call' bagi klub-klub Liga Primer yang sering disebut bermain di liga terbaik di dunia.

"Ini adalah sebuah kekecewaan masif untuk sepakbola Inggris. Kami mengakui bahwa negara-negara Eropa lain telah menyusul kami," kata Wenger seperti dilansir BBC.

Menurut manajer berusia 63 tahun itu gagalnya tim-tim kuat Inggris melaju hingga babak perempat-final adalah sebuah bencana.

"Sudah lama sejak hal seperti ini terjadi. Kami harus menjadikannya bahan evaluasi dalam melihat masa depan Liga Primer," katanya.

Seperti dilansir CNN, setidaknya ada beberapa alasan yang menyebabkan tim-tim Liga Primer tersingkir lebih cepat. Yang pertama adalah kualitas liga yang sering disebut-sebut sebagai liga terbaik di dunia itu.

Tak diragukan lagi Liga Primer memang menyajikan sebuah kompetisi yang menarik. Akan tetapi secara skill, teknik dan taktik, bisa dibilang Liga Primer tertinggal dari liga-liga lain.

Hal ini terbaca dari tak adanya klub Inggris yang memenangkan Piala UEFA sejak terakhir kali Liverpool meraihnya 2001 silam. Hal ini menunjukkan klub di luar empat besar tak sanggup bersaing dengan klub-klub Eropa lain.

Mungkin United, Chelsea, dan Arsenal memang memiliki rekor yang bagus di Liga Champions, akan tetapi kesenjangan mereka dengan klub-klub lain di Liga Primer telah membuat mereka 'terlalu nyaman' baik di kompetisi domestik maupun di kompetisi Eropa.

Lihat saja performa United musim lalu saat mereka bahkan tidak mampu lolos dari grup yang berisi tim-tim mediocre seperti Benfica, Basel, dan Otelul Galati.

Last Call For London: Road To Wembley 2013 LIVE
LIVE: Drawing Liga Champions 2012/13
Ikuti perkembangan terkini undian perempat-final
Liga Champions dan Liga Europa di GOAL.com Indonesia

Alasan kedua adalah semakin bagusnya tim-tim Eropa lain. Lupakan Barcelona dan Real Madrid, yang dimaksud di sini adalah tim-tim dari Italia, Jerman, Prancis, dan Portugal.

Contoh saja, musim lalu terdapat tiga tim Italia di babak 16 besar. Selain AC Milan yang selalu jadi langganan, kini muncul Juventus dan Napoli yang mampu menyajikan permainan atraktif.

Sementara itu, Prancis juga mulai menggeliat. Setelah dua wakilnya menembus 16 besar musim lalu, kini Paris Saint-Germain menjadi salah satu tim yang akan berlaga di perempat final. Begitu juga Jerman dimana Borussia Dortmund sanggup menemani Bayern Munich musim ini.

Alasan terakhir, tim-tim Inggris yang berlaga di Liga Champions musim ini tampaknya tidak benar-benar bisa bersaing meraih gelar paling bergengsi di Eropa tersebut. Arsenal dan Chelsea misalnya, yang sama-sama telah mengalami 15 kekalahan di semua kompetisi musim ini.

Arsenal musim ini terlihat kurang tajam usai kepergian Robin Van Persie. Sedangkan Chelsea sedang berada di masa transisi.

Meskipun demikian, pelatih Bayern Jupp Heynckes berpendapat lain melihat buruknya performa tim-tim Inggris musim ini. Menurutnya, hal itu hanyalah faktor ketidakberuntungan semata. Ia yakin, tim-tim Liga Primer akan bangkit musim depan.

"Saya kira Manchester United tidak beruntung saja sehingga tersingkir. Sedangkan Arsenal telah menunjukkan sebagai tim yang berkualitas," katanya.

"Anda akan selalu melihat perputaran seperti itu di sepakbola. Saya pikir tim-tim Inggris akan kembali musim depan," ujarnya.

Nah, itu sedikit analisis mengenai kegagalan tim-tim Inggris di Liga Champions musim ini. Bagaimana menurut Anda pembaca GOAL.com?


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Tim Inggris habis di Liga Champions, kemunduran atau kurang beruntung?

Terkait