thumbnail Halo,

Tim redaksi Goal.com Asia menyajikan lima profil tim terbaik di Asia Tenggara, dan di edisi hari ini kami memperkenalkan Warriors FC dari Singapura.


CATATAN   KHALIS RIFHAN     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
Di sepakbola, sukses di dalam dan luar lapangan tidak hanya didasarkan pada bakat pemain dan kecerdasan pelatih. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun perencanaan lewat struktur klub sepakbola yang tepat untuk bisa meraihnya.

Jadi, kami GOAL.com, akan memilih dan menyajikan catatan statistik, dan juga evaluasi struktural di lima klub besar di Asia Tenggara, dan berusaha untuk menilai mengapa klub ini lebih unggul dibandingkan lainnya. Di edisi ini, kami menyajikan klub paling terkenal di Singapura, Warriors FC.

SEJARAH KLUB

Warriors FC, sebelumnya dikenal sebagai Singapore Armed Forces FC (SAFFC), dilahirkan dari tim sepakbola asosiasi sepakbola angkatan bersenjata Singapura (SAFSA) ketika S-League diperkenalkan pada 1996.

Di tahun itu, SAFSA menarik diri dari liga sepakbola nasilnal (NFL), sebuah kompetisi amatir, agar bisa membentuk SAFFC. Namun pada 1999, SAFSA tetap mengikuti di kompetisi NFL, untuk memberikan kesempatan bagi pesepakbola bertalenta yang mengikuti wajib militer dapat bermain sepakbola secara reguler, kendati mereka tidak bisa tampil di liga profesional.

Warriors FC merupakan klub paling sukses di Singapura, memenangi delapan gelar liga, empat Piala Singapura, dua charity shield, dan satu satu Piala FA Singapura. Separuh dari gelar juara itu direbut ketika ditangani pelatih Richard Bok dari 2006 hingga 2009. Di masa itu, klub juga menorehkan hasil di kompetisi regional, menjadi wakil Singapura di Liga Champions Asia dua kali, 2009 dan 2010, serta mencapai perempat-final Piala AFC pada 2007 dan 2008.

Pada 13 April 2010, Warriors membuat sejarah ketika menorehkan kemenangan pertama di Liga Champions Asia, mengalahkan klub China Super League (CSL) Henan Construction 2-1 di Stadion Jalan Besar.

Warriors FC ini kini tangani mantan pemain timnas Singapura V Selveraj, yang menggantikan Bok, karena kontraknya tak diperpanjang pada akhir musim 2012.

STADION

STADION CHOA CHU KANG
Stadion ini dikelola badan olahraga Singapura, dan melayani kebutuhan rekreasi masyarakat. Semua fasilitas, baik indoor dan outdoor, dapat diakses publik, termasuk lapangan tenis, petanque, sepakbola jalanan, basket dan bulu tangkis, serta pusat kebugaran.

Kepada GOAL.com Singapura, manajer umum Chong Wei Liang mengatakan: “Sejak saya mengambil alih, kami telah membuat catatan bagus di mata badan olahraga. Tapi sayangnya, tahun ini, manajemen berubah lagi. Kendati demikian, menurut saya pendekatannya masih sama. Setiap orang berusaha untuk melakukan tugas mereka untuk membuat ini terealisasi.”

“Saya bilang kepada mereka, 'saya memahami kendala Anda, tapi kita akan bekerja bersama-sama, dan memberikan yang terbaik'. Mereka sangat kooperatif dan pengertian. Direktur operasional belum lama ini mengunjungi stadion, dan memberikan kami ide-ide untuk melakukan sejumlah pengembangan untuk menyenangkan para fans."

KLUB AFILIASI


Warriors FC tidak berafiliasi dengan klub luar negeri. Walau begitu, pelatih V Selvaraj mengatakan, klub tidak mengalami kesulitan menarik tim Asia Tenggara lainnya untuk beruji coba sebagai balasan hubungan baik dengan federasi sepakbola Singapura (FAS) maupun asosiasi lainnya di ASEAN.

PENGEMBANGAN PEMAIN MUDA


Semua klub S-League mempunyai sistem pengembangan pemain muda dengan formula Liga Utama (U-23), U-18, U-16, dan U-14 yang dilakukan FAS.

Klub juga punya program KidzWarriors yang membidik anak-anak mulai usia tujuh hingga 11 tahun. Berlatih setiap pekan di kandang Warriors.

Pada 2012, klub program pembinaan melakukan langkah maju ketika mengumumkan kerja sama dengan Asia Pacific School of Sports and Business (APSSB), di mana mereka mendirikan kursus diploma yang disandingkan dengan program pelatihan sepakbola.

Belakangan ini mereka juga memulai program mentor sepakbola dengan sekolah menengah Jurongville, yang dikelola para pelatih pemain muda dan U-18 dari klub.

“Saya ditugaskan di tim muda seperti tim Liga Utama. Mereka merupakan bagian dari struktural pengembangan di klub. Mereka tidak pernah memberikan target untuk kami, tapi memberikan dorongan bagi kami untuk mengembangkan, setidaknya tiga hingga lima pemain dari satu level usia. Contohnya, dari U-16 ke U-18,” kata Selvaraj kepada GOAL.com Singapura.”

PEMAIN KUNCI

Mislav Karoglan Kazuyuki Toda Daniel Bennett
Karoglan langsung menjadi idola fans. Ia mencetak 33 gol dalam debutnya, dan 14 gol di 2012, ketika liga diubah dari format tiga putaran menjadi dua. Toda merupakan bagian dari skuat Jepang di akhir 90-an dan awal 2000-an. Dia bermain untuk Shimizu S-Pulse, sebelum dipinjamkan ke Tottenham Hotspur pada tahun 2003. Andalan pertahanan Warriors. Bennett juga menjadi kapten klub, dan memimpin barisan belakang bersama pemain asal Kroasia Marin Vidosevic. Bennett telah bergabung dengan klub sejak 2007.


MANAJEMEN

Eric Tan Huck Gim - Penasehat
Tan telah mengabdi di angkatan bersenjata Singapura selama 32 tahun. Pengalamannya dalam organisasi industri olahraga, ditambah dengan masa-masanya di SAF, penasehat klub ini telah memberikan memberikan kontribusi signifikan terhadap operasional Warriors.

V. Selvaraj - Pelatih
Pensiun dari klub di awal S-League, Selvaraj kemudian menjadi pelatih tim muda Warriors, dan berada di tim Liga Utama musim lalu. Mantan pemain timnas Singapura ini telah menjadi pelatih di klub selama tujuh tahun, dan merupakan asisten Richard Bok tahun lalu. Pada akhir musim 2012, ia diangkat menduduki kursi panas.

“Saya menaruh kepercayaan kepada jajaran pelatih, dan kemampuan untuk mengembangkan tim, baik di S-League atau tim junior. Itu menjadi prioritas utama kami. Dengan adanya Toda dan Shi Jiayi [pemain timnas Singapura], kami tentu sangat percaya diri menghadapi musim 2013,” kata manajer umum Warriors FC Chong Wei Liang kepada GOAL.com Singapura.

“Manajer umum sebelumnya [Kok Wai Leong] telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan saya berpikir bagaimana saya bisa membawa klub ini ke level lebih baik. Ini pendekatan baru saya ketika berhadapan dengan sponsor. Normalnya kami bertanya. 'apa yang sponsor bisa lakukan untuk kami?', tapi sekarang pertanyaannya adalah, 'bagaimana saya bisa menambah nilai bagi sponsor Anda?'.”

“Kami melakukan pendekatan pro-aktif, untuk menambah kesempatan meraih kesepakatan. Di luar ini, kami aktif di program luar dengan komunitas, dan ini merupakan satu area di mana kami juga sedang menggarapnya. Ini menjadi bagian dari pencitraan klub, dan saya ingin melihat Warriors menjadi sebuah klub yang dimiliki komunitas, dimiliki warga, sponsor, sekolah-sekolah, organisasi sosial.”

PREDIKSI GOAL.COM

Dengan dukungan dana dari kementerian pertahanan, yang dimiliki klub, di masa lalu, mereka bisa mendapatkan sejumlah pemain lokal dan asing papan atas. Di samping itu, klub mengakhiri musim 2012 di posisi terendahnya, keenam. Tahun ini, mereka menghadirkan brigjen lainnya sebagai penasehat, dan akan melangkah maju dalam hal operasional komersial, pengulangan pencitraan, dan juga menggali sponsor yang dirancang militer.

PENILAIAN KESELURUHAN

Stadion RATA-RATA
Fasilitas 3
Sistem pembinaan
Klub Pendukung
Pemain Kunci
Manajemen



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait