thumbnail Halo,

Stadion Brawijaya Kediri masih jauh dari standar PT. Liga Indonesia (LIGA). Kandang Macan Putih dengan kapasitas sekitar 20.000 penonton tersebut dianggap masih banyak kekurangan yang perlu segera dibenahi.

Ketua panitia pelaksana pertandingan (Panpel) Persik Kediri Bambang Sumarjono mengakui keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh Stadion Brawijaya Kediri. Bahkan, Bambang juga kerap menerima keluhan baik dari penonton maupun tim tamu.

"Stadion Brawijaya yang kita miliki ini masih jauh dari harapan. Terutama, fasilitas pada ruang VIP yang sangat pokok. Karena disitu ada ruang untuk ganti pemain dan press room. Banyak penonton yang mengeluh, duduk di kelas VIP terasa seperti di kelas ekonomi," kata Bambang Sumarjono, Minggu (7/2).

Masih kata Bambang, keluhan juga datang dari kalangan wartawan. Utamanya wartawan televisi yang kerap kebingungan ketika hendak mengambil gambar (shooting), khususnya ketika pertandingan siaran langsung.

Oleh sebab itu, imbuh Bambang, Panpel Persik Kediri mendesak pemerintah kota (Pemkot) Kediri segera melakukan renovasi secara total.

"Kami sudah berbicara langsung dengan bapak walikota Kediri dr. Samsul Ashar tentang rencana perbaikan stadion, dan beliau mengiyakan," terang Bambang Sumarjono.

Rencana renovasi itu, imbuh Bambang, akan difokuskan pada ruang VIP di sebelah barat dan kelas ekonomi yang ada di sebelah timur. Yakni, dengan menambah tinggi pagar untuk memperbanyak kapasitas stadion. Serta menyambung dua tempat duduk di kelas ekonomi di sebelah timur.

"Kalau pagarnya kita tinggikan, secara otomatis tempat duduknya juga bertambah banyak. Sementara di kelas ekonomi sebelah timur disambung. Pintu masuk sebelah timur akan dibuat menjadi lorong. Dengan model perbaikan seperti ini, saya yakin akan menambah 4.000 lebih kapasitas tempat duduk," jelas Bambang Sumarjono.

Secara terpisah, walikota Kediri dr Samsul Ashar mengatakan, akan segera berbicara dengan tim anggaran eksekutif mengenai rencana renovasi Stadion Brawijaya. Kendati demikian, Samsul mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri.

"Insya Allah, renovasi baru akan kita mulai setelah kompetisi Superliga Indonesia 2009/10 selesai. Prosesnya akan kita dahului dengan lelang proyek secara terbuka," pungkas walikota Samsul Ashar. (*gcik)

Terkait