thumbnail Halo,

Absennya sejumlah pemain pilar membuka peluang Siswanto masuk ke dalam starting line-up.


GOALLIPUTAN   MUHAMMAD IQBAL     DARI   PALEMBANG   

Winger Sriwijaya FC Siswanto berharap mendapat kesempatan tampil sebagai starter ketika Laskar Wong Kito dijamu Gresik United di Stadion Petrokimia, Rabu (20/8), dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014.

Absennya sejumlah pilar di lini depan Sriwijaya FC membuat peluang Siswanto terbuka. Sriwijaya tidak akan diperkuat dua pilarnya,yakni Lancine Kone akibat akumulasi kartu, dan Syakir Sulaiman, karena cedera di bagian lutut usai bentrok dengan Persijap Jepara.

Selama ini, terutama di putaran kedua, peran Siswanto jarang sekali terlihat, karena pelatih Subangkit lebih sering menurunkan Syakir yang menunjukkan progres positif di setiap laga. Ditambah faktor usia yang tidak muda lagi, sehingga Siswanto kerap kali hanya menghias bangku cadangan.

“Kalau saya dipercaya pelatih, maka saya siap tampil all out, dan dengan semangat penuh untuk ambil tiga poin,” kata mantan penggawa Gresik United itu kepada Goal Indonesia.

Siswanto mengharapkan rekan-rekannya agar tetap semangat, dan melupakan kekalahan dari Persijap. Hasil minor dari Persijap diakui bisa memengaruhi mental pemain.

“Apapun yang terjadi kemarin [lawan Persijap], kita harus tetap tenang. dan enjoy menghadapi pertandingan nanti.

Soal lawan, Sis mengamati, Gresik punya dua pemain asing yang patut diwaspadai, yakni Shohei Matsunaga dan Pedro Javier Valazquez.

“Matsunaga bisa bermain di tengah dan sayap, dia punya tendangan bebas yang bagus, baik dari tengah maupun samping. Kalau Pedro, dia punya keunggulan bola atas, sundulannya sangat kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, gelandang bertahan Asri Akbar mengaku belum bisa konsentrasi penuh mempersiapkan diri. Menurutnya, kekalahan dari Persijap pekan lalu cukup memecah konsentrasinya yang didaulat sebagai kapten pada laga itu.

“Saya pribadi masih terbebani untuk bertanding [lawan Gresik]. Soalnya kekalahan kemarin cukup buat saya kecewa. Saya anggap kekalahan itu di luar kewajaran. Saya masih merasa tidak bisa terima itu," kata Asri.

“Mereka tim yang bisa dibilang tidak ada peluang untuk lolos, tidak ada motivasi karena lima bulan tidak gajian, dan mereka juga sudah pasti degradasi. Tidak ada yang bisa menyangka kami bisa kalah.” (gk-55)



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama

>

Terkait