thumbnail Halo,

Sejumlah nama lokal tampil cemerlang di paruh musim Indonesia Super League (ISL) 2014, namun mereka tak lebih dari sekadar bintang untuk publik sendiri.


GOALOLEH FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Indonesia Super League (ISL) 2014 yang telah melengkapi paruh musim menyajikan beberapa nama yang tampil gemilang, namun tak banyak disorot publik. Para pemain itu pun seakan sulit untuk mendapat perhatian lebih, sehingga tak juga mencicipi skuat tim nasional Indonesia.

Pelatih Alfred Riedl sendiri sudah mempromosikan beberapa nama baru dalam pemusatan latihan, seperti Amirul Mukminin dan Rizky Rizaldi Pora dari Barito Putera, Immanuel Padwa dan Steven Imbiri yang memperkuat Persiram.

Namun dari beberapa nama baru, masih tersisa segelintir pemain yang tampil apik namun kurang mendapat pengakuan. Goal Indonesia pun telah merangkum para pemain yang seakan hanya jadi bintang di publik sendiri, berikut ulasannya.

DAVID LALY - PELITA BANDUNG RAYA
 

Tubuhnya mungil, lincah dan punya bakat alami seperti pemain asli Papua pada umumnya. Dejan Antonic begitu jeli melihat kelebihan dari David Laly yang memiliki gocekan mantap untuk menyisir sisi lapangan. Namun sayang, mantan pemain Persidafon Dafonsoro ini kurang mendapat tempat di tim nasional Indonesia baik senior maupun U-23.

 SYAHRONI - BARITO PUTERA
 

Telah mengemas empat gol dari sepuluh kali tampil di paruh musim ISL 2014. Masih muda dan memiliki visi yang bagus di lini tengah Laskar Antasari. Eks pemain Persija ini semakin menunjukkan karakter di bawah asuhan pelatih Salahuddin. Rasanya Aji Santoso layak untuk menjajal kemampuannya untuk mengisi skuat Garuda Muda.

 ROSSY NOPRIHANIS - PERSEPAM MADURA UTD
 

Entah kenapa sosok enerjik dari gelandang kelahiran 28 November 1990 ini selalu luput dari pemanggilan timnas. Meski cukup produktif sebagai gelandang tengah, namun Rossy belum pernah mencicipi seragam Merah-Putih dalam level apa pun. Slot di lini tengah Laskar Sapeh Kerap selalu tersedia untuknya. Sejauh ini dia telah mengemas dua gol dari sembilan kali tampil.

 KIM KURNIAWAN - PELITA BANDUNG RAYA
 

Salah satu pemain keturunan yang terbang-tenggelam kariernya. Namun pada musim 2014, ia seakan menemukan destinasi yang tepat bersama Pelita Bandung Raya. Tipikal pemain unik yang bisa mengisi berbagai posisi. Dejan Antonic lagi-lagi punya andil dalam memoles pemain. Kim yang dahulu lebih menyerang kini jadi seorang petarung di lini tengah. Alfred Riedl layak memikirkan Kim bila membutuhkan posisi penghancur dengan kecepatan di timnas.

 TAUFIQ KASRUN - PERSELA LAMONGAN
 

Telah memasuki usia matang (28 tahun) dengan pengalaman segudang. Menjadi bek sayap yang konsisten dan disiplin bersama Laskar Joko Tingkir. Mantan pemain Sriwijaya FC ini menjalani musim perdana yang gemilang bersama Persela. Ia berkontribusi besar membantu armada dari Eduard Tjong menembus empat besar di paruh musim ISL wilayah timur.

 QISCHIL GANDRUM MINNY - PERSIK KEDIRI
 

Bukan nama yang populer dan baru tampil empat kali di paruh musim ISL 2014. Namun sejak ia tampil, skema serangan dari Persik Kediri lebih hidup. Pemain pinjaman dari Arema Cronus ini penuh determinasi dalam dua kemenangan beruntun Macan Putih, kontra Persija Jakarta dan Sriwijaya FC.

 SAEPULLOH MAULANA - SEMEN PADANG
 

Tandem kokoh David Pagbe di lini belakang Kabau Sirah. Tampil sebanyak 740 menit dan hanya mengoleksi dua kartu kuning di paruh musim lalu. Bek berusia 25 tahun ini layak dicoba seumpama pasokan di lini belakang timnas dirundung cedera.

 BIJAHIL CHALWA - PERSELA LAMONGAN
 

Namanya mencuat setelah mencetak hat-trick ke gawang Persebaya Surabaya. Namun hal tersebut tak membuatnya lama diperhatikan publik dan juga luput dari timnas. Mampu beroperasi di tengah maupun bermain melebar. Punya kecepatan juga penempatan posisi yang bagus, tiga gol ke gawang Persebaya ia cetak karena mampu berdiri di posisi yang tepat.

 M RAHMAT - PSM MAKASSAR
 

Publik Makassar pasti menyukai sosok dari M Rahmat. Pemain ini memiliki tipikal permainan khas seorang Makassar. Ia pemain depan yang cepat, kuat juga berani berduel dengan pemain belakang lawan. Penampilannya pun musim ini tergolong telat karena dirundung cedera. Namun Rahmat bisa membubuhkan dua gol dari tiga penampilan bersama Juku Eja musim ini.

 DIAS ANGGA PUTRA - PELITA BANDUNG RAYA
 

Posisi Dias Angga begitu paten di Pelita Bandung Raya. Tempatnya tak pernah tergeser sekali pun dari racikan Dejan Antonic. Ia mengoleksi 900 menit penampilan, artinya tak pernah digantikan sekali pun selama paruh musim. Anak Bandung berusia 25 tahun ini layak dinyatakan salah satu modern full-back. Permainannya tegas menghantam lawan dan rajin menyisir lapangan untuk membantu serangan. Sayang sosoknya seperti belum cukup untuk masuk jajaran bek sayap timnas yang sebenarnya itu-itu saja.





Terkait