thumbnail Halo,

Putaran pertama ISL musim ini sudah memakan korban. Setidaknya, ada tujuh pelatih yang harus tergusur dari posisinya.


GOALOLEH    ERIC NOVEANTO     Ikuti di twitter

Putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 telah berlalu. Semua kontestan baik dari wilayah timur maupun barat saling berlomba dan bersaing dalam menunjukkan kemampuan mereka untuk menjadi yang terbaik.

Arema Cronus yang diasuh Suharno sementara ini menjadi yang terbaik di wilayah barat. Pelatih berusia 54 tahun itu membawa Singo Edan unggul atas beberapa pesaing papan atas seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Sriwijaya FC dan Semen Padang.

Sementara di wilayah timur, Mitra Kukar menjelma sebagai penguasa baru. Pencapaian tersebut tentunya tak lepas dari tangan dingin Stefan Hansson. Di bawah arahan juru taktik asal Swedia itu, klub kebanggaan masyarakat Tenggarong tersebut tampil konsisten sepanjang paruh pertama musim ini.

Hanya saja, sukses yang dibukukan kedua pelatih tersebut bersama anak asuh mereka sejauh ini, rupanya berbanding terbalik dengan beberapa nama yang dianggap gagal memenuhi target yang diusung klub masing-masing di awal musim.

Berikut deretan nama pelatih yang harus tersisih selama mengarungi derasnya arus persaingan ISL putaran pertama lalu:


Jorg Peter Steinebrunner

PSM Makassar

Steinebrunner merupakan nama pertama yang harus terdepak lebih awal dari kompetisi ISL musim ini. Pria asal Jerman tersebut bahkan tercatat hanya menemani timnya di tiga laga awal. Hasil kurang memuaskan yang tidak sesuai dengan target tinggi yang diusung klub ditengarai menjadi faktor utama yang menjadi pertimbangan pelatih berusia 43 tahun itu untuk mundur dari jabatan tersebut. Posisinya kini digantikan Rudy William Keltjes yang sebelumnya berperan sebagai direktur teknis tim.



Daniel Roekito

Persepam Madura United

Ekspektasi tinggi yang dibebankan pihak manajemen klub membuat Daniel Roekito merasa tak nyaman dalam menjalani aktivitasnya sebagai pelatih kepala. Puncaknya, saat ia memutuskan untuk menanggalkan posisinya usai dipermak Persebaya Surabaya 4-1 di Bangkalan pada pertengahan Maret lalu. Namun belakangan manajer tim, Achsanul Qosasi menyampaikan masalah kesehatan menjadi faktor utama mundurnya pelatih berusia 62 tahun tersebut. Arcan Iurie, ditunjuk manajemen Persepam sebagai suksesornya.



Agus Yuwono

Persegres Gresik United

Masa bakti Agus Yuwono bersama Persegres Gresik United hanya berlangsung selama dua bulan. Gagal memaksimalkan potensi yang dimiliki skuat dengan komposisi melimpah, menjadi latar belakang manajemen klub untuk melengserkan mantan pelatih Persik Kediri pada akhir April lalu. Gresik langsung menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai pengganti tepat setelah berita pemecatannya diumumkan.



Arcan Iurie

Persita Tangerang

Kendati mengalami naik turun performa selama putaran pertama, Persita beberapa kali mampu mencatatkan performa cukup baik di bawah asuhan pelatih asal Moldova tersebut. Namun perbedaan prinsip dengan pihak klub menjadi alasan yang mendasari keputusannya untuk hengkang dan menerima tawaran Persepam MU. Kursi kepelatihan Pendekar Cisadane kini berada di tangan pelatih asal Brasil, Fabio Oliveira.



Raja Isa

Persijap Jepara

Masalah yang dialami Raja Isa bersama Persijap bisa dibilang cukup rumit. Selain masalah finansial yang melanda tim, kinerja Laskar Kalinyamat sepanjang paruh pertama juga jauh dari harapan para pendukung. Di tengah kendala tersebut, pelatih asal Malaysia itu memilih untuk pulang ke negaranya. Persijap pun kini sudah menunjuk Yudi Suryata sebagai pengganti Raja Isa. 



Robby Maruanaya

Perseru Serui

Meski berhasil membawa Perseru promosi ke ISL musim ini, hal tersebut tak menjadi jaminan masa baktinya bersama tim asal Serui itu bakal berlangsung lama. Kinerja Perseru sepanjang putaran pertama memang jauh dari memuaskan. Sejak awal Mei, Robby sudah tak lagi mengemban jabatan sebagai pelatih kepala Kuda Laut Oranye. Ia mengaku, hingga saat ini manajemen klub belum memberikan alasan yang membuatnya tak bisa mendampingi tim lebih lanjut.



Mundari Karya

Putra Samarinda

Kegagalan mengangkat performa Pesut Mahakam sejak awal ISL musim ini, menjadi penyebab mundurnya Mundari dari tampuk kepelatihan. Di bawah arahan mantan juru taktik PSPS Pekanbaru, Pusam memang kerap berkutat di papan bawah. Laga derby Kalimantan Timur yang berujung kekalahan 2-1 dari Persiba Balikpapan menjadi laga terakhirnya bagi klub asal kota Samarinda tersebut. Kini, manajemen Pusam telah menunjuk mantan pelatih timnas Indonesia, Nilmaizar untuk mengisi pos yang ditinggalkan Mundari.





Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama




Terkait