thumbnail Halo,

Paruh musim harus dipergunakan Macan Kemayoran dengan bijak untuk membenahi lini depan.


GOALOLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Sudah memasuki paruh pertama Indonesia Super League (ISL) 2014, Persija Jakarta belum juga tokcer di depan gawang lawan. Memang posisi dari klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut aman, alias sudah pasti menutup paruh musim sebagai penghuni empat besar klasemen ISL wilayah barat. Namun, untuk klub sekelas Persija, raihan gol dengan jumlah minim dari sepuluh laga yang telah dilalui bukan catatan mengilap.

Terlebih, klub asal ibu kota itu telah merogoh kocek dalam untuk mendatangkan duo asing di lini depan. Ivan Bosnjak dengan label eks pemain Kroasia di Piala Dunia 2006, dan Zelimir Terkes yang punya pengalaman menjadi ujung tombak utama tim nasional Bosnia-Herzegovina pada 2008.

"Ivan Bosnjak kami janjikan bonus bila bisa meraih gol demi gol. Kalau bisa memenuhi target, bonus besar menunggu Ivan," ucap Ferry Paulus, Ketua Umum Persija ketika masih hangat dengan kedatangan Bosnjak.

Namun rasanya, Bosnjak harus rela melupakan bonus yang dijanjikan manajemen. Pasalnya, mantan 'Pemain Muda Terbaik' Liga Kroasia 2001 itu baru bisa menyumbang dua gol, dan keduanya tercipta lewat titik putih. Itu terjadi ketika menghadapi Semen Padang dan Pelita Bandung Raya.

Bahkan, pemain berusia 35 tahun itu pernah gagal mengeksekusi penalti saat Persija kontra Persita Tangerang. Beruntung, Ramdani Lestaluhu jadi jawaban atas buntunya sang Macan di kandang saat itu. Persija pun menang 1-0 atas Persita.


Bosnjak baru bisa mencetak dua gol, itu pun melalui titik penalti.

Berbicara soal Terkes, mantan ujung tombak NK Zadar itu juga belum pantas ditakuti di kotak penalti lawan. Pada laga kontra Gresik United, Terkes tanpa percobaan tembakan. Padahal, malam itu adalah kesempatan untuk pemain berusia 33 tahun tersebut unjuk gigi.

Tak pelak, performa meragukan kedua legiun asing tersebut membuat Asher Siregar selaku manajer klub pun gerah dan tak sabar untuk mencari nama baru.

"Kami membidik lima striker asing. Saat melawan Ajax akan kami coba," begitu kira-kira ucapannya beberapa waktu lalu.

Tak bisa ditutupi, Persija masih merindukan sosok kuat dan garang di depan gawang layaknya Emmanuel 'Pacho' Kenmogne. Hal tersebut pun tampak dari resahnya The Jakmania (sebutan suporter Persija) akan tumpulnya kekuatan lini depan yang dimiliki klub pujaan mereka.

"Tentu saja kami kecewa lantaran Persija bermain di bawah performa. Zelimir Terkes dan Ivan Bosnjak, masih tidak bisa menunjukkan kualitasnya. Karena itu, buang saja dan ganti secepatnya." ketus Larico Ranggamone, ketua umum The Jakmania.

Mungkin memang tidak baik mengenang sang mantan. Namun sebagai klub besar yang sedang merajut kembali jalan kebangkitan usai musim lalu yang sulit, tidak salah bila mencari bomber seganas Pacho Kenmogne adalah keharusan. 

Pacho Kenmogne menjadi pembelian tepat Persija di paruh kedua musim lalu.

Pemain yang kini menjadi duet Greg Nwokolo di Persebaya Surabaya itu, pantas dibilang sebagai keputusan terbaik Persija untuk bangkit dari keterpurukan. Musim 2013 Macan Kemayoran kehilangan taring di putaran pertama, namun pada akhirnya mulai menemukan form pada paruh kedua. Pelatih Benny Dolo yang ditunjuk sebagai suksesor Iwan Setiawan menikmati kesuburan Pacho dalam mencetak gol demi gol. Dalam 14 kali tampil, striker asal Kamerun itu bisa membubuhkan 15 gol hanya dalam waktu setengah musim.

Bayangkan dengan Persija kini, untuk bisa menggapai 15 gol sebagai tim saja sulit. Persija kebanyakan menang dengan skor identik, unggul satu gol dari lawan mereka.

Ramdani Lestaluhu sebagai pemain tengah jadi penyumbang gol terbanyak (3), Fabiano Beltrame, Rohit Chand, Victor Pae, April Hadi dan Agung Supriyanto, masing-masing satu gol. Ivan Bosnjak sebanyak dua gol, dan Rahmat Afandi juga dua gol. Zelimir Terkes? Nol!

Menunggu Terkes dan Ivan untuk tajam rasanya tidak mungkin, lantaran persaingan di ISL sendiri memang kejam dan ketat. Siapa tak beri kontribusi, maka harus rela angkat kaki. Sejumlah nama sudah masuk dalam bidikan. Meski tidak menyebut jelas siapa saja, namun kabar yang santer Persija ingin menikmati sentuhan striker latin.

Kebijakan transfer yang tepat adalah syarat mutlak untuk klub yang berdiri sejak 1928 itu, bila kembali harus 'beli kucing dalam karung', rasanya akan riskan. Persija harus bisa memanfaatkan paruh musim ini dengan bijak untuk membenahi lini depan.

Momen Persija menjamu Ajax Amsterdam 11 Mei mendatang akan menjawab siapa bomber yang dalam bidikan Persija, sekaligus panggung bagi pemain tersebut menunjukkan kelayakannya menghuni barisan depan Macan Kemayoran

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama




Terkait