thumbnail Halo,

Pelatih PBR, Dejan Antonic, membeberkan alasannya memilih menukangi PBR, serta target yang ingin diraihnya pada musim perdana bersama The Boys Are Back di ISL 2014.


GOALOLEH RIZKAART CENDRADIPUTRA     Ikuti di twitter

Indonesia bukanlah nama asing bagi Dejan Antonic, meski baru tiga tahun berkarier sebagai pelatih di Tanah Air. Mengingat, pelatih asal Serbia ini pernah merasakan atmosfer Liga Indonesia sebagai pemain di periode 1995-1998 bersama Persebaya Surabaya , Persita Tangerang, dan Persema Malang.

Kelar sebagai pemain, Antonic kembali tergoda untuk berkarier di Indonesia sebagai pelatih. Arema IPL menjadi klub perdana yang ia tukangi. Kemudian mantan pelatih timnas Hong Kong ini beralih ke Pro Duta FC, yang berhasil dia bawa menjadi juara play-off Indonesian Premier League (IPL) 2013.

Kini, Antonic menerima tantangan untuk membenahi Pelita Bandung Raya (PBR) yang musim lalu terseok-seok di Indonesia Super League (ISL). Kepada Goal Indonesia secara eksklusif jelang laga perdana ISL 2014 beberapa waktu lalu,  Antonic berbagi cerita terkait persiapan tim, termasuk alasan utamanya memilih The Boys Are Back ketimbang klub lain. Berikut petikan wawancara dengan pelatih berusia 45 tahun itu:

Apa yang membuat Anda tertarik melatih PBR?
Saya sudah dua musim berada di sini (Indonesia). Sebelumnya saya melatih Arema IPL dan terakhir bersama Pro Duta FC pada musim lalu di kompetisi IPL. Bersama Pro Duta, saya baru saja memenangi babak play-off IPL. Setelah itu, memang ada beberapa tim yang mendekati, bahkan saya hampir menandatangani kontrak di sana.

Tapi setelah saya berkomunikasi dengan Marco (Gracia Paulo, manajer PBR), dan saya lihat program PBR  yang ingin mengembangkan para pemain muda membuat saya tertarik.  Sehingga saya membuat keputusan untuk menangani PBR. Di sini fokus kepada pengembangan usia muda dan program yang mereka usung soal itu saya rasa lebih bagus dari tim lainnya di sini. Itu yang menjadi alasan besar kenapa saya datang ke sini.

Seberapa besar tantangan yang Anda rasakan di PBR?
Kalau soal tantangan bukan cuma di PBR, tapi ada di mana-mana. Sebelumnya, saya punya tantangan di Arema dan hasil yang kami raih istimewa. Begitu juga ketika saya melatih Pro Duta. Saat ini bersama PBR memang ada tantangan, meski ada sedikit perbedaan. Karena banyak pemain baru di sini, tentu waktu yang baik dalam persiapan sangat penting dalam hal ini. Dan sejauh ini, waktu yang saya miliki untuk membangun tim ini cukup. Sebagai pelatih, saya selalu selalu suka tantangan. 

Sudah sejauh mana persiapan tim PBR untuk kompetisi ISL?
Persiapan kami sudah oke. Kami sudah persiapan sekitar delapan minggu, pramusim kami hampir selesai. Memang kondisi pemain kami saat ini berbeda-beda. Ada yang sudah bugar, tapi ada pula yang masih belum fit. Tapi itu normal, dan tim lainnya saya rasa juga mengalami hal yang sama soal itu.

Bagaimana Anda melihat persaingan di wilayah barat nanti?
Pertama, saya senang karena tidak ada banyak pertandingan. Sehingga banyak waktu untuk pemain memulihkan kondisi dari pertandingan yang satu ke pertandingan yang lainnya. Itu sangat bagus karena kemarin saya melihat banyak tim pemainnya cedera, tapi tidak ada waktu untuk recovery.

Soal persaingan, banyak tim bagus di wilayah ini seperti Sriwijaya FC, Persib Bandung, Semen Padang, dan beberapa tim lainnya. Tapi kami tidak pernah takut untuk menghadapi siapa pun. Saya pun tidak ditargetkan terlalu muluk di musim pertama bersama PBR. Kami hanya ingin membangun fondasi tim yang kuat dengan para pemain muda untuk musim-musim selanjutnya. Jadi, pada musim ini kami tak ada target masuk lima besar, atau enam besar. Kami hanya ingin zona yang paling aman agar tidak terdegradasi. Baru pada musim depan kami pasang target empat atau enam besar.  

Bagaimana penilaian Anda tentang pemain muda di PBR?
Pertama kali saya datang ke sini, saya kaget. Mungkin karena saya baru tiba. Saya melihat ada beberapa pemain yang masih muda sekali seperti Wawan, Galih, Kim, Fariz, maupun Saddam. Tentu kami harus berhati-hati dalam memberikan arahan yang benar kepada mereka untuk menjadi pemain profesional yang bagus. Mereka bisa lebih baik dari sekarang, dan itu tidak mungkin bisa dibentuk dalam waktu enam hingga delapan bulan saja. Kami harus memberikan waktu yang lebih banyak kepada mereka.

Secara kualitas, para pemain muda di sini hampir sama dengan yang ada di Pro Duta. Saya tidak takut untuk menghadapi tantangan ini. Yang terpenting adalah kami harus memberikan waktu kepada mereka untuk berkembang dengan metode yang benar.

Anda sendiri lebih mengedepankan filosofi permainan seperti apa?
Saya tidak pernah mengubah ciri permainan saya sejak saya melatih di Hong Kong. Saya selalu mengedepankan operan-operan pendek, para pemain harus banyak berlari, dan menyerang. Tentu kita juga harus melihat lawan yang dihadapi seperti apa. Saya selalu ingin tim yang saya tangani sempurna dalam menjalankan strategi di lapangan. Semua pemain harus disiplin. Bukan hanya yang pemain inti tapi juga cadangan.

Bagaimana dengan formasi yang kerap digunakan?
Bagi saya, tidak terlalu penting untuk selalu bicara formasi seperti  4-1-4-1, 4-3-3, atau 3-5-2. Yang terpenting adalah pemain bisa mengerti apa yang saya mau dari dia dalam menjalankan skema itu. Kalau soal formasi, ketika di lapangan cuma sebentar dan bisa berubah. Hanya memang saya kerap memakai pola 4-3-3 atau 4-1-4-1, tergantung dari lawan yang dihadapi.

Apa kiat Anda dalam menyatukan pemain muda dan senior?
Kita harus membuat sebuah perantara yang positif dalam menghubungkan pemain muda dan senior di dalam tim. Kami pilih beberapa pemain senior untuk datang ke sini agar bisa membantu pemain muda yang ada di tim supaya lebih berkembang. Tentu saja, para pemain muda harus mendengar dan mengikuti arahan yang baik dari para senior mereka. Itu sangat penting membangun sebuah jembatan komunikasi yang baik antara pemain muda dan senior. Jika itu sudah bagus, tidak akan ada masalah di tim.

Sudah menemukan formula starting eleven musim ini?
Semua pemain di sini harus siap untuk dimainkan. Dan tidak ada yang namanya bintang di tim ini. Semua harus kerja keras. Karena terkadang dari cadangan ketika dimasukkan bisa mencetak gol dan memberikan kemenangan. Yang harus ditanamkan adalah ketika pemain itu saya berikan kesempatan, saya percaya kepadanya 110 persen dan dia juga harus percaya sama saya 110 persen. Saya selalu melihat dua hari sebelum pertandingan, siapa yang paling bagus dia yang akan main lebih dulu di lapangan.

Apa yang kerap Anda sampaikan kepada pemain agar menampilkan performa terbaik mereka?
Saya bukan pelatih yang banyak aturan. Kalau saya percaya sama tim saya, saya lepas dia untuk menikmati permainan di lapangan. Tentu mereka tetap harus kerja keras dan disiplin. Saya tak ingin memaksakan beban atau target kepada pemain, yang justru membuat mereka gugup di lapangan. Yang terpenting adalah pemain harus enjoy dan happy ketika di lapangan.

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League



Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID


Terkait