thumbnail Halo,

Jafri Sastra menilai tipe permainan Evan Dimas saat ini jarang dimiliki pesepakbola di Indonesia, dan tak heran bila menjadi buruan klub-klub.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   SURABAYA    

Usai menjuarai turnamen Piala AFF 2013, skuat tim nasional U-19 Indonesia, kini banyak mendapat perhatian. Salah satu figur yang mulai hangat diperbincangkan banyak orang adalah Evan Dimas Darmono. Pemain yang beroperasi sebagai gelandang dan kapten tim Garuda Jaya kala memenangi trofi tersebut.

Putra pertama dari pasangan Condro Darmono dan Ana itu selalu agresif, lincah, dan tanpa kompromi saat memainkan bola di lapangan. Ini tentunya sangat berbeda dengan penampilan Evan ketika di luar lapangan, yang justru tidak banyak omong dan murah senyum.

EVAN DIMAS
Nama: Evan Dimas Darmono

Lahir:
Surabaya, 13 Maret 1996

Posisi:
Gelandang/striker

Tinggi/Berat badan:  164 cm/54 kg

Anak ke: Pertama dari empat bersaudara

Orang tua : Candra Darmono/Ana

Hobi: Tenis meja

Klub asal: Mitra Surabaya
Padahal, pemain jebolan PS Mitra Surabaya ini menjadi pemain paling subur di timnas U-19 pada Piala AFF kemarin, dengan torehan lima gol. Tak hanya memiliki naluri mencetak gol tinggi, Evan juga mahir dalam mengatur tempo permainan, mendistribusikan bola, dan lihai dalam mengatur serangan.

“Saya ini masih butuh jam terbang lebih banyak lagi. Saya masih baru memulai, dan akan terus berusaha untuk berkembang,” buka Evan Dimas dengan nada merendah kepada Goal Indonesia.

Ia juga menjelaskan, apa yang diraihnya bukan semata karena kerja keras dan kemampuan sendiri. Apa yang telah dicapainya, kata Evan, sejauh ini berkat dukungan dari semua rekan-rekannya di timnas U-19, dan juga bimbingan pelatih.

“Saya punya teman yang bisa membantu saya untuk melakukan sesuatu, yang tidak bisa dilakukan sendiri. Saya juga mempunyai pelatih yang tekun dan sabar dalam membina saya,” tutur pemain bernomor punggung 6 di timnas U-19 tersebut.

Menapaki jalan menjadi pemain hebat, bagi Evan butuh waktu yang tak sebentar. Ia sangat menyadari, apa yang dilakukan saat ini masih jauh dari harapan. Terus belajar untuk memperbaiki diri, dan selalu mendengarkan arahan para pelatih, dinilainya sebagai kunci yang bisa membukakan jalan menuju harapan itu.

“Saya ingin menjadi diri sendiri, dengan ciri saya sendiri. Saya memang mempelajari teknik sepakbola dari banyak pemain top dunia, tapi saya tak ingin menjadi seperti mereka. Saya ingin dikenal dengan cara main yang saya miliki. Saya harus terus belajar dan tak boleh cepat puas,” tegasnya.

Evan kecil mengawali karir di dunia sepakbola bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Surabaya ketika masih berusia 11 tahun. Selain sepakbola, hobi Evan sejak kecil adalah bermain tenis meja.

Ia tumbuh di keluarga sederhana. Ayahnya, Condro Darmono, sehari-harinya hanya bekerja sebagai petugas keamanan. Sementara ibunya, Ana, merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Walau demikian, Evan merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang dikirim sebuah perusahaan perlengkapan olahraga untuk menimba ilmu sepakbola di Barcelona, Spanyol, selama dua pekan. Dari Spanyol, Evan lantas membela panji tim Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau, meski Jatim gagal tampil sebagai jawara.


PRESTASI
Tahun 2010 Juara Kompetisi U-15 bersama PS Mitra Radar Surabaya
Tahun 2011 Juara HKFC (Hongkong) Cup
Tahun 2012 Pemenang event pencarian bakat The Chance, dikirim belajar ke Ciutat Esportiva Joan Gamper, akademi sepakbola FC Barcelona
Tahun 2013 Juara HKFC (Hongkong) Cup
Tahun 2013 Juara Piala AFF U-19
KARIR
Tahun 2009 Medco Jatim
Tahun 2009 Porprov Surabaya
Tahun 2010 Popda Jatim
Tahun 2010 Persebaya U-15
 Tahun 2011 Persebaya U-18 
 Tahun 2012 Tim PON Jatim 
Tahun 2012 Timnas U-17
Tahun 2013 Timnas U-19

Nama Evan sendiri sudah masuk dalam skuat timnas U-16. Sebuah perjalanan yang membuktikan ia memang pemain berkualitas. Bahkan, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri, memberi apresiasi dan pujian kepada Evan, karena dinilai sebagai pemain yang cerdas, dan mudah menerjemahkan instruksi pelatih.

“Memang semua pemain yang saat ini saya miliki, bagus di posisinya masing-masing. Tapi belum ada pemain yang memiliki kemampuan seperti Evan. Ia memiliki sikap, dan perilaku yang baik, tenang, dan bisa cepat membaca pola permainan lawan. Semua itulah yang kemudian membuat Evan jadi panutan bagi pemain lain di timnas U-19,” ucap Indra.

Pelatih asal Padang ini juga menilai, peran pemain kelahiran 1996 tersebut jarang dimiliki pesepakbola di Indonesia. Dengan begitu, tentu saja klub profesional akan berlomba-lomba untuk mendapatkan tanda tangan Evan.

“Tipikal pemain seperti Evan masih sangat jarang di Indonesia. Dia bisa berfungsi sebagai breaker sekaligus playmaker. Pemain seperti ini tentunya sangat dibutuhkan oleh semua tim,” beber Indra.

Waktu luang beberapa hari yang diberikan oleh Badan Tim Nasional (BTN), sebelum kembali menjalani pemusatan latihan menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 2013, digunakan Evan untuk mengejar ketertinggalan kuliahnya di Fakultas Ilmu Solial dan Politik (FISIP) jurusan Administrasi Negara, Universitas Dr Soetomo semester III. (gk-43)

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait