thumbnail Halo,

Kas Hartadi menilai, Pahabol akan sangat berbahaya jika dibiarkan berkeliaran di area penalti.

Empat dari sembilan gol Persidafon pada dua laga kandang terakhir  (Persiram Raja Ampat dan Gresik United) yang dicetak striker Yohanes Pahabol membuktikan kalau pemain berusia 22 tahun ini wajib diwaspadai.  Apalagi, Pahabol saat ini menjadi pencetak gol terbanyak Persidafon bersama Patrick Wanggai dengan sepuluh gol.

Karena itulah, agar bisa meraup poin di Stadion Mandala, Senin (14/5), Kas Hartadi meminta pemain belakangnya untuk mematikan pergerakan dan determinasi Pahabol. "Persidafon memiliki pemain-pemain berbahaya. Selain Wanggai, Persidafon memiliki Pahabol yang mempunyai kecepatan dan determinasi yang tinggi. Pemain ini memiliki tubuh yang kecil, namun sangat lincah dan merepotkan. Pahabol bisa merepotkan pemain belakang bertubuh besar," kata Kas Hartadi kepada GOAL.com Indonesia.

Dua penampilan terakhir Pahabol juga menjadi catatan penting bagi Kas Hartadi. Sang pemain akan sangat berbahaya jika dibiarkan berkeliaran di area penalti. "Dua gol ke gawang Persiram serta dua gol ke gawang Gresik United, menjadi bukti kalau pemain ini sangat berbahaya. Namun saya telah antisipasi ini,” ujar Kas Hartadi.

Pahabol memang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Jika sudah menguasai bola, akan sulit bagi lawan merebut bola dari kakinya. Kualitas permainan serta kelincahannya menjadi andalan bagi Pahabol untuk mempertahankan bola dari kakinya. Jika sedikit saja lini belakang lengah, maka Pahabol langsung mengganjarnya dengan gol.

Kas Hartadi sudah mempelajari penampilan Pahabol saat pertandingan Persidafon disiarkan secara langsung. "Pahabol memang memiliki kelincahan serta determinasi yang tinggi, namun setelah saya analisa, Pahabol juga memiliki kelemahan. Kelemahan Pahabol inilah yang akan kita manfaatkan untuk mematikan pergerakannya,” kata Kas Hartadi.

Meskipun mencemaskan penampilan Pahabol, namun Kas Hartadi belum menyiapkan pemain khusus untuk menjaga Pahabol. "Untuk menjaga Pahabol kemungkinan Thiery atau Jamie Coyne, tergantung apakah Pahabol akan dimainkan pada babak pertama atau babak kedua,” ujar Kas.

Saat Persidafon mengalahkan Gresik United 3-0, Pahabol masuk pada menit ke-50 menggantikan Ngon A Djam , namun saat Persidafon mengalahkan Persiram Raja Ampat, Pahabol tampil sebagai starter. (gk-42)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait