thumbnail Halo,

Anton Samba dan Alamsyah Nasution harus absen terkena akumulasi kartu kuning.

Skuad PSMS Medan kembali tampil tak komplit saat menjalani partai away lanjutan Indonesia Super League (ISL) melawan Gresik United pada Selasa (8/5) mendatang.

Pasalnya, dua gelandang PSMS, Anton Samba dan Alamsyah Nasution, harus absen terkena akumulasi kartu kuning. Kedua pemain ini mendapatkan kartu kuning kedua saat tim kalah 3-1 dari Persiba, Jumat (4/5) kemarin. Sedangkan, kartu kuning pertama Alamsyah diterimanya saat PSMS menjamu Gresik di putaran pertama dan Anton menerima kartu kuning sebelumnya, ketika tim menjamu Persidafon di putaran kedua.

Dengan absennya Anton dan Alam, dipastikan stok pemain minim. Apalagi, Zulkarnain belum bisa memperkuat tim, karena menjalani terapi cedera paha di Medan. Zul sendiri sudah absen saat melawan Persiba. Belum lagi, Arie Supriatna yang nasibnya masih menggantung, pascameninggalkan tim usai lawan Sriwijaya, belum bisa memperkuat tim. Sementara itu, Denny Rumba belum sembuh benar, dan tidak bisa menyusul tim ke Gresik.

Beruntung, Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan, sudah bisa diperkuat Ledi Utomo yang absen lantaran akumulasi di Balikpapan. Terutama, Wawan Widiantoro yang absen lawan Sriwijaya dan Persiba sudah fit.

Caretaker pelatih kepala PSMS Suharto AD mengatakan, Wawan Widiantoro dan satu pemain muda dari PSMS U-21 yang sudah dialih status Arie 'Akong' Pratama menyusul tim ke Gresik. "Tim tadi siang sudah berangkat ke Surabaya. Takeoff pukul 14.30 WIB. Kemudian Wawan dan Akong sudah menyusul ke Surabaya dari Medan, penerbangan pukul 15.30 WIB," ujarnya saat dihubungi GOAL.com Indonesia dari Medan.

Dengan bergabungnya, Wawan dan Akong, Suharto berharap punya banyak pilihan. "Kami memahami ada titik lemah di back sayap dalam dua partai away ini. Akan ada evaluasi. Dan, bergabungnya Wawan, harapan kami bisa menutupi kelemahan selama ini. Tapi, hanya Wawan, karena Denny Rumba masih belum cukup fit. Paling tidak, sekarang saya punya pilihan di beberapa pemain," ungkapnya.

Sedangkan, kehilangan Zul, Anton Samba dan Alamsyah di lini tengah, menurutnya akan bisa diatasi. "Masih ada Ceh (Nastja Ceh), Antony, Shin, Zainal juga Ramadhan Saputra," paparnya.

Lalu bagaimana dengan nasib Arie Supriatna? Suharto tampaknya tak mengubah keputusannya. Seperti diketahui Arie meninggalkan tim ke Jakarta saat tim menuju Balikpapan tanpa permisi ke pelatih. Arie berasalan melakukan itu, karena buah hatinya sakit.

"Saya sudah enggak mau. Saya sudah sampaikan ke manajemen. Dia pergi tanpa izin, padahal ada saya. Kalau saya, intinya tidak bisa ditawar. Karena dia pergi tanpa izin dalam kondisi tim rawan, kekurangan pemain. Saya rasa, saya bukan pelatih yang keras. Kalau permisi saja, saya pasti izinkan. Paling enggak, dia menghargai saya sebagai pelatih. Sampai sekarang belum ada komunikasi dengan dia," ungkapnya.

Suharto merelakan tim hanya tersisa dua striker, Osas Saha dan Nico Malau. "Ya tidak apa-apa. Soal Arie, sudah saya serahkan ke manajemen. Saya bukannya enggak mau toleransi. Kalau saja dia permisi bilang anaknya sakit, apa mungkin tidak saya izinkan. Saya sudah memberi waktu satu hari setelah kejadian itu untuk semua rekan-rekannya membujuk dia. Tapi ya tidak ada respon. Dan ya mau bagaimana lagi. Saya paham soal resah pemain dengan kondisi tim ini. Paling enggak, ngomong ke saya kalau mau pergi jangan main asal nyelonong," tuturnya. (gk-38)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait